Mengenal Deretan Mobil yang Digunakan dalam Tragedi G30S PKI [Breaking News] Polri Tahan Putri Candrawathi Kecelakaan Maut di Sebamban Baru Tanbu, Truk Kontainer Timpa Pemotor Jarang Mencatat Laporan Keuangan, Jadi Penyebab UMKM Susah Naik Kelas BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN

Begini Cerita Pria yang Lolos Penembakan di New Zealand ‘Berkat Alquran’

- Apahabar.com     Senin, 18 Maret 2019 - 17:44 WITA

Begini Cerita Pria yang Lolos Penembakan di New Zealand ‘Berkat Alquran’

Brenton Tarrant, pelaku aksi teror di dua masjid New Zealand. Foto-Reuters

apahabar.com, CHRISTCHURCH – Seorang sopir taksi selamat dari aksi penembakan di Masjid Al Noor Selandia Baru, New Zealand. Dia menceritakan, lolosnya dirinya ‘berkat Alquran’.

Pria bernama Abdul Kadir Ababora menceritakan, ketika kejadian (penembakan) berlangsung, dia bersembunyi di bawah sebuah rak tempat meletakkan kitab suci Alquran. Dari sekian banyak peluru yang ditembakkan pelaku, tak satu pun peluru mengenai dirinya.

Baca Juga: Salahkan Muslim, Kepala Senator Australia Digepruk Telur

“Itu benar-benar keajaiban,” ucapnya seperti dilansir detik.com yang mengutip berita AFP, Senin (18/3/2019).

“Ketika saya bangkit, di bagian kiri dan kanan saya hanya ada jasad-jasad,” imbuhnya.

Saat Brenton Tarrant asal Australia muncul dengan menembaki jemaah di Mesjid Al Noor, Ababora mengungkapkan, khatib sedang berkhotbah. Karena pada hari itu sedang berlangsung shalat Jumat (15/3) waktu setempat.

Mendengar suara tembakan, Ababora langsung menjatuhkan diri ke lantai dan masuk ke bawah rak tempat menaruh Alquran.

“Saya berpura-pura seolah-olah saya sudah mati,” akunya.

Pelaku terus menembaki jemaah. Saat itu, menurut Ababora, dia bisa merasakan desingan peluru melewati melesat di sisi tubuhnya.

“Saya menunggu momen saya, ketika tiap detik tembakan dilepas, saya berkata ‘Ini untuk saya. Ini untuk saya.’ Dan saya kehilangan harapan,” kata Ababora. Dia pun kemudian berdoa dan memikirkan keluarganya.

Setelah hujan peluru berhenti, Ababora mendapati pemandangan mengerikan. Banyak jemaah tewas dan daerah di mana-mana.

“New Zealand tidak aman lagi. Ini brutal,” pungkasnya.

Ababora adalah pria berusia 48 tahun. Dia bersama keluarganya  meninggalkan negara asalnya, Ethiopia pada 2010 untuk mencari kemakmuran dan kedamaian di Selandia Baru, New Zealand. Dua pekan lalu, dia dan istrinya sudah menyambut kelahiran anak ketiga mereka.

Baca Juga: Pasca Aksi Brutal, Umat Kristen New Zealand Jaga Mesjid Ketika Muslim Shalat

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Bersaing dengan Swasta, Pelindo Berbenah Diri
apahabar.com

Tak Berkategori

Bersama ACT, Havaianas Ajak Donasikan Sandal Layak Pakai
apahabar.com

Tak Berkategori

1 Ton Langsat Siap Panen di Acara Banaik Langsat Desa Tanta Tabalong

Tak Berkategori

PPKM Banjarbaru Turun Level, Traffic Penumpang Bandara Syamsudin Noor Tumbuh Tipis
apahabar.com

Tak Berkategori

Biadab!!! Pria Beristri Bawa Kabur dan Setubuhi Siswi Tsanawiyah di HSU
Rutan Tanjung

Tak Berkategori

Napi Berkomitmen Perangi Alat Komunikasi Ilegal di Rutan Tanjung
Banjarmasin

Tak Berkategori

Jam Malam, Sejumlah Cafe di Banjarmasin Didatangi dan Disuruh Tutup
RSUD Kabupaten Balangan. Foto-apahabar.com/Hendry

Tak Berkategori

Polisi Ungkap Oknum Pencuri Obat di Gudang Farmasi RSUD Balangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com