Resmi, Kejari Tanbu Tetapkan Tersangka Kasus Pengadaan Kursi Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat Menkes Ungkap Tambahan Kasus Mutasi Corona Baru, 1 dari Kalsel

Berhasil Tipu Google dan Facebook, Pria Ini Kantongi Rp 1,7 triliun

- Apahabar.com Selasa, 26 Maret 2019 - 19:47 WIB

Berhasil Tipu Google dan Facebook, Pria Ini Kantongi Rp 1,7 triliun

Facebook dan Google.Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Seorang pria asal Lithuania sukses menipu dua raksasa teknologi, Facebook dan Google. Dari tindakannya ini, Evaldas Rimasauskas berhasil meraup US$121 juta atau sekitar Rp1,7 triliun.

Dilansir apahabar.com dari Infokomputer, total kerugian akibat perbuatan pria berusia 50 tahun ini sekitar US$122 juta, masing-masing terhadap Facebook (US$99 juta) dan Google (US$ 23 juta).

Baca Juga: Ultah Ke-20, Honda Trio Motor Tawarkan Program Penjualan Penuh Diskon

Diketahui Esvaldas melakukan penipuan dengan menggunakan metode yang disebut Business Email Compromise (BEC). Penipuan dimulai dengan berpura-pura menjadi karyawan keuangan Quanta Computer, yang merupakan salah satu perusahaan manufaktur terbesar di Taiwan.

Setelah itu menggunakan email beridentitas Quanta Computer, Esvaldas mulai mengirimkan tagihan kepada Facebook dan Google, lengkap dengan dokumen dan surat kontrak yang telah dipalsukan.

Divisi keuangan Facebook dan Google mempercayai tagihan tersebut dan kemudian mentransfer pembayaran ke Esvaldas. Setelah menerima uang tersebut, Esvaldas kemudian menyebar hasil tipuannya ke rekening di enam negara berbeda dengan tujuan menghilangkan jejak.

Baca Juga: Kehadiran Mcdonalds, Angin Segar bagi Pendapatan Daerah

Akan tetapi, aksi Esvaldas terungkap di Lithuania tahun 2017. Ia pun kemudian diekstradisi ke AS dan akhirnya mengakui kesalahannya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Esvaldas bersedia mengembalikan dana sebesar US$49,7 juta yang merupakan sisa dari hasil penipuannya. Selain itu, Esvaldas juga bersiap dijatuhi hukuman penjara maksimal 30 tahun.

Pihak Facebook dan Google sendiri mengakui kalau mereka telah menjadi korban dari aksi penipuan ini. “Kami telah mendeteksi penipuan ini dan langsung melaporkannya ke pihak berwajib. Kami telah berhasil mendapatkan uang kami kembali dan merasa gembira masalah ini sudah berhasil diselesaikan” ungkap Google kepada Bleeping Computer.

Yang menjadi pertanyaan besar adalah bagaimana divisi keuangan di perusahaan sebesar Google dan Facebook bisa tertipu. Jaksa sempat menanyakan hal ini kepada Esvaldas, termasuk kemungkinan Esvaldas telah berkolusi dengan salah satu orang dalam Google dan Facebook.

Baca Juga: LKPJ 2018, Produksi Karet Kalsel Lampaui Target

“Saya juga tidak tahu [mengapa mereka tertipu]. Saya hanya diminta membuka rekening bank” ungkap Esvaldas.

Akan tetapi, kasus BEC seperti ini memang tidak cuma dialami Google dan Facebook. Menurut catatan FBI, kerugian total yang dialami perusahaan di seluruh dunia terkait penipuan BEC mencapai US$12,5 miliar.

Modus operandi yang biasa dilakukan adalah membajak email atau mengirim email yang terlihat asli dari mitra bisnis sebuah perusahaan (dan biasanya beda negara). Setelah itu, penipu tersebut akan mengirimkan tagihan yang (dengan berbagai alasan) harus ditransfer ke sebuah nomor rekening baru. Padahal, rekening baru tersebut sebenarnya adalah rekening sang penipu.

Sementara itu, dikutip dari Gizmodo, juru bicara Facebook mengatakan bahwa mereka berhasil mendapatkan kembali sebagian besar dana tersebut dan bersedia membantu penegak hukum dalam penyelidikannya. Sedangkan juru bicara Google mengatakan bahwa mereka berhasil mendeteksi penipuan tersebut melaporkannya ke pihak berwajib.

Baca Juga: Pemprov Kaltara Dorong Eksplorasi Potensi Perikanan dan Kelautan

“Kami telah mendapatkan kembali dana tersebut dan kami senang masalah ini berhasil diselesaikan,” kata juru bicara Google.

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahaabr.com

Ekbis

Jelang Natal dan Tahun Baru, Garuda Indonesia Perkirakan Kenaikan Penumpang di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Belum Berencana Lepas Elpiji 3 Kg Non-Subsidi ke Kalimantan Selatan
Aset Berisiko, Rupiah Melemah

Ekbis

Aset Berisiko, Rupiah Melemah
apahabar.com

Ekbis

Lebur Tiga Bank, Jokowi Ingin Bank Syariah Raksasa
apahabar.com

Ekbis

Makin Menggairahkan, Nilai Tukar Petani di Kaltim Naik
apahabar.com

Ekbis

Kembali Naik, Harga Emas Antam Jadi Rp 851.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Masih karena Covid-19, IHSG Berpotensi Terkoreksi Sepekan ke Depan
apahabar.com

Ekbis

Pasca Pandemi, Bang Dhin Dorong Pemprov Kalsel Perhatikan UMKM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com