Via Pesantrenpreneur, Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Songsong Putaran Nasional Liga 3, Pemain Persemar Martapura Teken Kontrak Saingi Jembatan ‘Basit’, Banjarmasin Geber Megaproyek Pembelah Sungai Martapura Waketua DPRD Respons Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’ Fix! Sopir Batu Bara Tapin Batal Sweeping Truk Semen Tabalong

BKSDA Kalteng Lepasliarkan Dua Ekor Kukang

- Apahabar.com     Jumat, 15 Maret 2019 - 11:10 WITA

BKSDA Kalteng Lepasliarkan Dua Ekor Kukang

Petugas dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia dan International Animal Rescue (IAR) memeriksa kukang Jawa (Nycticebus javanicus) yang akan dipindahkan ke kandang habituasi di Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Senin (8/5). Foto-Antara/Dhedez Anggara

apahabar.com, MUARA TEWEH – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah melalui Kantor Seksi Konservasi Wilayah III Muara Teweh melepasliarkan dua ekor kukang (Nycticebus menagensis) di kawasan Cagar Alam Pararawen I dan Pararawen II Kecamatan Teweh Tengah.

“Dua ekor kukang berjenis kelamin jantan tersebut berasal dari penyerahan masyarakat dari dua desa yakni Desa Bukit Sawit Kecamatan Teweh Selatan dan Hajak Kecamatan Teweh Baru yang diantar langsung ke kantor BKSDA Kalteng SKW III,” kata Kepala BKSDA Kalteng SKW III Muara Teweh Nizar Ardhanianto di Muara Teweh, Jumat, (15/3), tulis ANTARA.

Menurut Nizar, setelah dilakukan pemeriksaan fisik, didapatkan hasil kondisi fisik sehat dan gigi taringnya lengkap. Kondisi ini memungkinkan untuk satwa primata tersebut dilepasliarkan ke habitat alaminya. Sebelum dilakukan pelepasliaran, satwa ini terlebih dahulu dilakukan observasi dan perawatan.

Pelepasliaran yang dilaksanakan pada Rabu (13/3) itu dilakukan oleh enam personel tim Wild Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalteng – SKW III menembus Sungai Mantuhang yang secara administratif terletak di Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah untuk mengantar dua ekor kukang ini kembali ke habitatnya.

Baca Juga: BNF: Sejumlah Spesies Langka di Kalteng Terancam Punah

“Kembalinya dua ekor kukang ke habitat alaminya diharapkan dapat meningkatkan populasi satwa tersebut di alam dan kelestariannya dapat terus terjaga. Sekali satwa punah dari muka bumi, dunia akan menjadi tempat yang sepi dan tidak ramah lagi bagi manusia. Mari kita lestarikan kekayaan alam bumi Kalimantan ini,” kata Nizar.

Kukang merupakan satwa dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Sementara itu, Badan Konservasi Dunia IUCN, memasukkan kukang dalam kategori vulnerable (rentan), yang artinya memiliki peluang untuk punah 10 persen dalam waktu 100 tahun. Sedangkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora) memasukkan kukang ke dalam apendix I.

“Pelepasliaran bukanlah akhir, tapi justru ini merupakan langkah awal dari primata pemalu tersebut untuk beradaptasi dan berkembang biak dialam. Membiarkan mereka hidup liar merupakan cara bijak kita melestarikan kukang di alam,” ujarnya.

Baca Juga: Ditreskrimsus Polda Kalteng Ringkus Pengepul Organ Tubuh Satwa Dilindungi

Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Respon BPJS Kesehatan Barut Terhadap Keluhan RSUD Muara Teweh
BPBD Kalteng

Kalteng

Update Terbaru BPBD Kalteng Terkait Banjir di 8 Kabupaten
Damkar Mandiri Kapuas

Kalteng

Salurkan Bantuan, 6 Unit Mobil Perkumpulan Damkar Mandiri Kapuas Bergerak Menuju Kalsel
Disdagperinkop

Kalteng

Ratusan Pejabat Kapuas Dilantik, Apendi Bergeser ke Disdagperinkop
Penghargaan

Kalteng

Raih Proper Emas dari KLHK, Adaro Dapat Penghargaan dari Pemkab Barsel
apahabar.com

Kalteng

Pedagang Tolak Penutupan Pasar Besar Palangka Raya
apahabar.com

Kalteng

Barut Akan Terapkan Kawasan Tanpa Rokok
PCNU Kapuas

Kalteng

Salurkan Bapok, PCNU Kapuas Doakan Banjir Katingan Segera Berakhir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com