Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Bupati Kotim Akan Datangkan Tim Arkeolog Guna Telusuri Sejarah Kerajaan Sungai Sampit

- Apahabar.com     Senin, 11 Maret 2019 - 12:23 WITA

Bupati Kotim Akan Datangkan Tim Arkeolog Guna Telusuri Sejarah Kerajaan Sungai Sampit

Bupati Kotawaringin Timur H Supian Hadi. Foto-Antara Kalteng/Norjani

apahabar.com, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah (Kalteng), berencana mendatangkan tim arkeolog untuk menelusuri sejarah keberadaan Kerajaan Sungai Sampit yang selama ini dinilai belum jelas sehingga dirasa perlu ditelusuri secara ilmiah oleh para ahli.

“Selama ini kan ada beberapa cerita tentang asal usul Sampit. Makanya ini perlu perhatian khusus dengan mendatangkan tim arkeolog untuk melihat tahun berapa keberadaan Kerajaan Sungai Sampit, salah satunya dengan meneliti benda-benda yang diyakini bisa memberi petunjuk terkait sejarah itu,” kata Bupati H Supian Hadi di Sampit seperti dilansir dari Antara, Minggu (10/3/2019).

Selama ini setidaknya ada dua versi yang sering dikaitkan dengan sejarah Kota Sampit.

Ada yang menyebutkan istilah Sampit berasal dari rombongan pedagang dari China yang berjumlah 31 orang atau dalam bahasa mereka disebut dengan Samit atau sam dan it, namun ada pula cerita yang menyebutkan bahwa dulunya memang ada sebuah kerajaan bernama Kerajaan Sungai Sampit.

Setiap peringatan hari ulang tahun Kotim pada 7 Januari, sejarah Kota Sampit selalu dibacakan agar diketahui oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga: 64,82 Gram Sabu Gagal Edar di Muara Teweh, Polres Barut Berhasil Amankan Tiga Orang…

Namun yang cukup mengusik, cerita yang dibacakan adalah dua versi berbeda tentang awal mula berdirinya Kota Sampit tersebut karena memang belum ada kesimpulan atau bukti kuat tentang cerita mana yang sebenarnya berdasarkan fakta di masa itu.

Hanya, pendapat tentang adanya Kerajaan Sungai Sampit lebih banyak diyakini masyarakat karena banyak cerita yang dinilai sejalan dengan sejarah kerajaan tersebut.

Selain itu, ditemukan beberapa pilar atau tiang terbuat dari kayu ulin ukuran besar di pinggir sungai kawasan Desa Bagendang Hilir Kecamatan Mentaya Hilir Utara yang diyakini merupakan bagian dari sisa-sisa masa Kerajaan Sungai Sampit.

Konon, Kerajaan Sungai Sampit dipimpin seorang raja bernama Raja Bungsu. Kerajaan ini disebutkan runtuh akibat konflik antara kedua putra mahkota, sementara keberadaan sang raja pun kemudian tidak diketahui lagi nasibnya.

Untuk menelusuri kebenaran sejarah itulah, kata Supian, membuat pemerintah daerah akan meminta bantuan tim arkeolog. Langkah ini sekaligus untuk menggali sejarah tentang keadaan Kota Sampit dan kehidupan masyarakatnya di masa lampau.

“Apalagi pernah ada cerita bahwa saat ada perkawinan di keluarga Kerajaan Majapahit, ada utusan dari Kerajaan Sampit yang datang menyerahkan upeti kepada Patih Gajah Mada. Kalau merujuk pada cerita itu, dulu Kerajaan Sampit itu memang ada. Kebenaran itu yang ingin kita ungkap melalui penelitian ilmiah oleh tim arkeolog nanti,” kata Supian.

Supian belum menjelaskan secara rinci asal tim arkeolog dan kapan mereka datang memulai penelitian serah awal mula berdirinya Kota Sampit.

Dia hanya menyebutkan bahwa semua sedang dipersiapkan bersama oleh tim pemerintah daerah.

Hasil penelusuran sejarah tersebut nantinya sangat besar manfaatnya bagi daerah. Selain untuk mengetahui kondisi daerah ini di masa lalu, banyak pelajaran positif yang mungkin bisa diambil dan diterapkan di masa kini dan akan datang.

Baca Juga: BNF: Sejumlah Spesies Langka di Kalteng Terancam Punah

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Indentitas Mayat Tanpa Kepala di Kalteng Terungkap, Korban Nelayan Hilang
apahabar.com

Kalteng

Cara Unik Bagi Takjil di Kalteng

Kalteng

Hari Kedua Lebaran, 1 Pasien Covid-19 Kapuas Meninggal Dunia

Kalteng

Warga Kapuas Diminta Patuhi Surat Edaran Pengetatan PPKM, Ibadah Cukup di Rumah
Covid-19

Kalteng

Hari Ini, 41 Sembuh dan 12 Orang Terpapar Covid-19 di Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Di Kalteng, Hanya Sukamara yang Bisa Sekolah Tatap Muka

Kalteng

Ada Foto Petahana Kalteng, Ratusan APK Ditertibkan Bawaslu di Palangka Raya
Muara Teweh

Kalteng

Polres Barut Bongkar Aksi Pria Cabuli Anak Bawah Umur di Muara Teweh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com