Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Burung Beo di India Kecanduan Opium, Petani Merugi

- Apahabar.com Sabtu, 30 Maret 2019 - 17:14 WIB

Burung Beo di India Kecanduan Opium, Petani Merugi

Ladang Opium. Para petani di India yang mendapatkan izin menanam opium, mengeluhkan kejadian burung beo yang memakan tanaman opium mereka. Namun dikatakan bahwa pemerintah setempat belum membantu mengatasi keluhan mereka. Foto-Shutterstock

apahabar.com, INDIA – Hujan yang turun tak menentu telah merugikan para petani opinum di Madhya Pradesh, India, namun kerugian bertambah akibat burung beo yang kecanduan opium.

Petani di distrik Neemuch mengatakan bahwa burung beo yang memakan tanaman poppy telah mengurangi hasil panen mereka. Para petani pun meminta otoritas terkait untuk mengusir burung beo dengan pengeras suara namun upaya itu gagal.

Burung-burung tersebut memusingkan petani bunga opium dari Provinsi Madhya Pradesh, seperti dilaporkan NDTV yang dilansir Vice.com. Kawanan burung ini menjarah panen dan melahap candu yang ditanam warga. Serangan beo-beo ‘sakaw’ itu berdampak signifikan pada sumber penghidupan warga lokal. Walaupun pertanian opium ilegal, warga terpaksa menghubungi aparat dan pemerintah, demi meminta bantuan mengusir beo.

“Satu bunga candu mengandung 20 sampai 25 gram opium. Kawanan burung beo memakan tanaman ini sekitar 30-40 kali sehari. Bahkan ada yang terbang sambil membawa bibitnya,” kata Nandkishore, petani opium asal wilayah Neemuch, India. “Adanya hama burung mempengaruhi produksi kami. Burung beo yang kecanduan ini memicu malapetaka.”

Nandkishore bilang pemerintah mengabaikan permohonan warga. Makanya dia bersama petani-petani lainnya terpaksa menangani masalah ini sendiri. Para petani dikabarkan menjaga panen bunga madat mereka 24 jam, namun burung beo pecandu ini tak bisa dihentikan.

“Kami sudah mencoba membuat suara berisik dan bahkan menggunakan petasan untuk menakuti beo-beo tersebut, tapi gagal semua,” kata Nandkishore. “Kami sekarang sangat menderita sebab hujan datang tak teratur, dan sekarang tambah lagi masalah hama ini. Tidak ada yang mau mendengarkan masalah kami. Siapa yang akan mengganti kerugian kami?”

Sebuah rekaman video menunjukkan bagaimana burung beo liar menyerbu bunga madat warga. Burung-burung tersebut sabar menunggu sampai bibit bunganya dipotong petani, menandakan bunganya sudah matang, menurut Earth.com. Bunga yang matang kaya dengan bahan morfin dan susu opium. Terkadang para burung hanya mencabut batang bunga, lalu kabur dengan seluruh bibitnya.

Baca Juga: Ketika Sisa Makanan Ditukar dengan Rupiah

Pasar opium di Madhya Pradesh cukup besar, dengan 38.000 dari 44.000 hektar lahan budidaya hingga provinsi tetangga Rajasthan. Kawasan Neemuch bukan satu-satunya tempat yang dibanjiri burung beo yang pengen mabuk. Tahun lalu, media lokal melaporkan jika burung-burung beo menyerang pertanian opium di beberapa bagian Rajasthan. Pada 2015 DNA India menerbitkan artikel mengenai permasalahan serupa di kawasan Chittorgarh dan Pratapgarh.

Untuk kasus di Chittorgarh dan Pratapgarh, burung-burung beo dilaporkan sangat mabuk setelah mengkonsumsi bunga opium. Banyak burung menabrak pohon dan ditemukan terbaring di ladang. Sesudah efek opiumnya berkurang, burung-burung tersebut terbang dan tak lama kemudian kembali lagi ke ladang demi memperoleh dosis berikutnya.

Dr RS Chundawat, ahli opium di Horticulture College, Mandsaur, mengatakan kepada Daily Mail bahwa opium memberikan burung beo energi seketika – sama dengan pengaruh teh atau kopi pada manusia.

Dia mengatakan begitu burung mengalami perasaan itu, mereka akan segera menjadi pecandu.

Di India, opium mentah diproses secara sederhana hingga menjadi candu siap konsumsi. Getah opium jika diekstrak lagi, akan dihasilkan morfin, dan jika diolah lagi bisa menjadi heroin.

Baca Juga: Tol Banjarbaru-Batulicin Denyut Nadi Hilirisasi Pembangunan Industri

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jalan Terjal Pencarian Korban Longsor di Kotabaru
apahabar.com

Nasional

Corona Jadi Pendemi, Jokowi Makin Sering Minum Jamu
apahabar.com

Nasional

Sah! Dibayar Lunas, Indonesia Resmi ‘Miliki’ Freeport
apahabar.com

Nasional

KPK Ultimatum Kakak Ipar Bupati Cianjur Menyerahkan Diri
apahabar.com

Nasional

Polda Kalsel Tetapkan 18 Orang dan 2 Korporasi Tersangka Karhutla
apahabar.com

Nasional

Petani Pidie Terancam Gagal Panen
apahabar.com

Nasional

Jumlah Korban Akibat Pesawat Jatuh ‘Meningkat Drastis’ pada 2018
apahabar.com

Nasional

China Sebut Larung Jasad ABK WNI ke Laut Disetujui Keluarga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com