Hari Tahu Sedunia: Walhi Kalsel Desak Pemerintah Buka-bukaan soal Kontrak Tambang Raksasa Kilang Minyak Rp300 Triliun di Kotabaru Masih Angan-Angan Komandan Macan Kalsel ke Pembunuh Brutal Gambah HST: Serahkan Diri! Keselamatan Dijamin Ribut-Ribut Salah Tangkap Mahasiswa HMI Barabai Berakhir Antiklimaks Tinjau Penataan Sekumpul, Dirjen Cipta Karya Ngomel-Ngomel!

Burung Beo di India Kecanduan Opium, Petani Merugi

- Apahabar.com     Sabtu, 30 Maret 2019 - 17:14 WITA

Burung Beo di India Kecanduan Opium, Petani Merugi

Ladang Opium. Para petani di India yang mendapatkan izin menanam opium, mengeluhkan kejadian burung beo yang memakan tanaman opium mereka. Namun dikatakan bahwa pemerintah setempat belum membantu mengatasi keluhan mereka. Foto-Shutterstock

apahabar.com, INDIA – Hujan yang turun tak menentu telah merugikan para petani opinum di Madhya Pradesh, India, namun kerugian bertambah akibat burung beo yang kecanduan opium.

Petani di distrik Neemuch mengatakan bahwa burung beo yang memakan tanaman poppy telah mengurangi hasil panen mereka. Para petani pun meminta otoritas terkait untuk mengusir burung beo dengan pengeras suara namun upaya itu gagal.

Burung-burung tersebut memusingkan petani bunga opium dari Provinsi Madhya Pradesh, seperti dilaporkan NDTV yang dilansir Vice.com. Kawanan burung ini menjarah panen dan melahap candu yang ditanam warga. Serangan beo-beo ‘sakaw’ itu berdampak signifikan pada sumber penghidupan warga lokal. Walaupun pertanian opium ilegal, warga terpaksa menghubungi aparat dan pemerintah, demi meminta bantuan mengusir beo.

“Satu bunga candu mengandung 20 sampai 25 gram opium. Kawanan burung beo memakan tanaman ini sekitar 30-40 kali sehari. Bahkan ada yang terbang sambil membawa bibitnya,” kata Nandkishore, petani opium asal wilayah Neemuch, India. “Adanya hama burung mempengaruhi produksi kami. Burung beo yang kecanduan ini memicu malapetaka.”

Nandkishore bilang pemerintah mengabaikan permohonan warga. Makanya dia bersama petani-petani lainnya terpaksa menangani masalah ini sendiri. Para petani dikabarkan menjaga panen bunga madat mereka 24 jam, namun burung beo pecandu ini tak bisa dihentikan.

“Kami sudah mencoba membuat suara berisik dan bahkan menggunakan petasan untuk menakuti beo-beo tersebut, tapi gagal semua,” kata Nandkishore. “Kami sekarang sangat menderita sebab hujan datang tak teratur, dan sekarang tambah lagi masalah hama ini. Tidak ada yang mau mendengarkan masalah kami. Siapa yang akan mengganti kerugian kami?”

Sebuah rekaman video menunjukkan bagaimana burung beo liar menyerbu bunga madat warga. Burung-burung tersebut sabar menunggu sampai bibit bunganya dipotong petani, menandakan bunganya sudah matang, menurut Earth.com. Bunga yang matang kaya dengan bahan morfin dan susu opium. Terkadang para burung hanya mencabut batang bunga, lalu kabur dengan seluruh bibitnya.

Baca Juga: Ketika Sisa Makanan Ditukar dengan Rupiah

Pasar opium di Madhya Pradesh cukup besar, dengan 38.000 dari 44.000 hektar lahan budidaya hingga provinsi tetangga Rajasthan. Kawasan Neemuch bukan satu-satunya tempat yang dibanjiri burung beo yang pengen mabuk. Tahun lalu, media lokal melaporkan jika burung-burung beo menyerang pertanian opium di beberapa bagian Rajasthan. Pada 2015 DNA India menerbitkan artikel mengenai permasalahan serupa di kawasan Chittorgarh dan Pratapgarh.

Untuk kasus di Chittorgarh dan Pratapgarh, burung-burung beo dilaporkan sangat mabuk setelah mengkonsumsi bunga opium. Banyak burung menabrak pohon dan ditemukan terbaring di ladang. Sesudah efek opiumnya berkurang, burung-burung tersebut terbang dan tak lama kemudian kembali lagi ke ladang demi memperoleh dosis berikutnya.

Dr RS Chundawat, ahli opium di Horticulture College, Mandsaur, mengatakan kepada Daily Mail bahwa opium memberikan burung beo energi seketika – sama dengan pengaruh teh atau kopi pada manusia.

Dia mengatakan begitu burung mengalami perasaan itu, mereka akan segera menjadi pecandu.

Di India, opium mentah diproses secara sederhana hingga menjadi candu siap konsumsi. Getah opium jika diekstrak lagi, akan dihasilkan morfin, dan jika diolah lagi bisa menjadi heroin.

Baca Juga: Tol Banjarbaru-Batulicin Denyut Nadi Hilirisasi Pembangunan Industri

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Isu Reshuffle

Nasional

Isu Reshuffle Menguat, Kasetpres: Pemanggilan Calon Menteri Masih Tunggu Jadwal Jokowi
apahabar.com

Nasional

Pembukaan Perbatasan Australia Saat Covid-19 Picu Perdebatan
Gunung Sinabung

Nasional

Gunung Sinabung Erupsi, Abu Vulkanik Sampai ke Aceh
apahabar.com

Nasional

Habib Rizieq Shihab Umumkan Rencana Pulang, Komentar Ahok Menyejukkan : Selamat Kembali ke Tanah Air
apahabar.com

Nasional

Polri: Pati yang Hadiri Sertijab Negatif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Pegawai Pemda Masih Dominasi Kasus Korupsi
apahabar.com

Nasional

Aparat Masih Lakukan Pengamanan Ketat di Wilayah Gedung MK

Nasional

Tes PCR Masih Bisa Kenali Mutasi Corona B117
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com