BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Bus Kapal, Senja Kalamu Kini di Tengah Masifnya Transfortasi Darat

- Apahabar.com Minggu, 24 Maret 2019 - 15:50 WIB

Bus Kapal, Senja Kalamu Kini di Tengah Masifnya Transfortasi Darat

Bus air dulu mengangkut penumpang, kini dimanfaatkan untuk membawa barang. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

Siang itu, arus sungai Martapura tampak tenang. Gelombang kecil dari kelotok (kapal kecil) yang melintas tak menggoyahkan tiga buah bus kapal (bus air) bersandar di Pelabuhan Taman Sari, Pasar Baru Banjarmasin, Sabtu (23/3/2019).

Muhammad Robby, BANJARMASIN

Tumpukan barang seakan menggunung di atas bus kapal jurusan Kalimantan Tengah (Kalteng) tersebut. Dominan diisi lemari. Tak sedikit pula terdapat aneka macam bahan tekstil.

Di tengah aktivas pelabuhan nan sepi dengan terik matahari menyengat, rupanya tak menyurutkan semangat kerja dari salah seorang kurir pengangkut barang. Ia adalah Ancut (57) warga Gang Rahmi, Kelayan A, Banjarmasin.

Biasanya, Ancut mengangkut barang dari kapal menuju pasar. Begitu pula sebaliknya. Menggunakan topi pet dengan separuh wajah yang tertutup, Ancut persis Monkey D. Luffy, seorang karakter fiksi dan tokoh protagonis utama dalam serial anime dan manga One Piece karya Eiichiro Oda.

Namun, bukan karakter Ancut yang pandai berkelahi, melainkan disisi pekerjaannya sebagai pengangkut barang, ia juga piawai merantau menggunakan bus kapal. Terbukti, pekerjaan yang digelutinya sejak 1970 silam itu telah menghantarkannya ke seluruh penjuru Kalselteng.

Meski, diusianya yang telah menginjak kepala enam. Kata menyerah tak pernah terlontar dari mulutnya. Garis kerutan wajah dan bahu yang membungkuk menunjukkan lambang perjuangannya.

Ditengah keterpurukannya kini, sungguh Ancut merindukan puncak kejayaan tempo dulu sebagai pekerja bus kapal dan pengangkut barang. Tak tanggung-tanggung, bahkan ia pernah menjadi seorang bos dan memiliki puluhan anak buah.

“Kala itu, sekitar 1970-an puluhan kapal bersandar di pelabuhan Pasar Baru Banjarmasin ini,” kenangnya.

Puluhan kapal tersebut, terdiri dari berbagai macam jurusan. Dari Nagara sampai dengan Kotabaru. Bahkan, terdapat jurusan Buntok dan Sampit. Namun, kini semuanya telah sirna.

Benar kata pepatah, roda pasti berputar. Kini Ancut seakan berada di bawah dari putaran roda tersebut.

Perkembangan zaman dengan akses transportasi darat yang masif, kata Ancut, membuat pengguna bus kapal, baik angkutan barang maupun penumpang sangat menurun. Akibatnya berdampak terhadap penghasilannya sebagai kurir pengangkut barang.

Pendapatan yang dulu mencapai ratusan ribu perhari, kini hanya Rp50 ribu, bahkan harus pulang dengan tangan kosong atau tanpa seperser rupiah pun dalam genggaman.

Untungnya, semasa jaya, Ancut sempat membeli tiga rumah di wilayah Banjarmasin. Dengan tujuan investasi masa depan. Ancut tetap berjuang melawan hidup di tengah senja kalanya geliat bisnis sektor pelabuhan, khususnya bus kapal dan pengangkut barang.

Baca Juga: Shalawat dan Tahlil Bergema di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Proyek Tiga Jembatan di Banjarmasin Tak Kantongi IMB, Simak Kekesalan Wakil Rakyat
apahabar.com

Kalsel

Begini Rekayasa Lalu Lintas di Banjarmasin Pada Pergantian Malam Tahun Baru
apahabar.com

Kalsel

2 ABK Ditemukan Tewas di Sungai Margasari Tapin
apahabar.com

Kalsel

Kamis Siang, Tiga Daerah di Kalsel BMKG Prakirakan Hujan Disertai Petir
apahabar.com

Kalsel

Sertijab Kasat Intelkam Polres Batola, Asep Gantikan Asep
apahabar.com

Kalsel

Puncak Arus Balik Terminal Km 6 Diprediksi H+4 Lebaran
apahabar.com

Kalsel

Teror Karhutla Belum Usai, BMKG Kembali Deteksi Ratusan Hotspot Kalsel
apahabar.com

Kalsel

ASN Banjarmasin Tak Bisa Ganjil-Genap, Wali Kota Ungkap Alasannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com