Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan Jenderal Lapangan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Terluka, Tangan-Kepala Berdarah

Cuma Tidur Digaji Rp200 Jutaan, Mau?

- Apahabar.com Jumat, 29 Maret 2019 - 14:57 WIB

Cuma Tidur Digaji Rp200 Jutaan, Mau?

Proses perekrutan astronaut. Foto- Brilio.net

apahabar.com, JAKARTA – Kerja mudah dengan gaji cukup besar siapa yang tak mau.

Badan antariksa dua negara Barat, Amerika Serikat (NASA) dan Eropa (ESA), membuka lowongan kerja. Gajinya fantastis, yaitu US$19 ribu atau Rp267 juta.

Kerjanya cuma berbaring di tempat tidur dengan diikat selama dua bulan. Lalu tubuh kita dipintal dalam centrifuge.

NASA ingin merekrut sukarelawan untuk menguji bagaimana gravitasi buatan dapat membantu dan menjaga astronaut tetap sehat selama bertugas di luar angkasa.

Uji coba tersebut memasuki fase kedua. Di mana Badan Luar Angkasa Jerman (DLR) akan melakukan tugasnya yang dimulai pada September hingga Desember 2019 di Koeln.

Dalam fase ini, DLR mencari 12 laki-laki dan 12 perempuan yang bersedia menghabiskan waktu sehari-hari di tempat tidur dengan kemiringan 6 derajat.

Baca Juga: Pendiri Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Depok Meninggal Dunia

Selain itu, kaki mereka disanggah dengan posisi di atas kepala, dengan satu bahu menyentuh tempat tidur.

Posisi ini dinilai mengurangi aliran darah sampai dalam kondisi ekstrem, persis seperti yang dialami astronaut di luar angkasa.

Ketika rebahan, satu kelompok relawan akan diputar-putar di centrifuge, sementara kelompok lainnya tidak. Gaya sentrifugal dapat disesuaikan dengan ukuran subjek, dalam hal ini tubuh manusia.

“Kami tertarik terhadap bagaimana menjaga kesehatan dan juga kinerja astronaut, terutama dalam kondisi ekstrem, ketika berada di luar angkasa dan kembali ke Bumi. Di sinilah tantangannya,” demikian diungkapkan oleh DLR, seperti dikutip dari Viva, Jumat, 29 Maret 2019.

Uji coba ini akan berlangsung di fasilitas penelitian medis DLR yang disebut envihab, berasal dari kata lingkungan dan habitat. Meski begitu, tidak semua peserta dapat memenuhi syarat tersebut.

Sebab, persyaratan lainnya adalah peserta diwajibkan untuk bisa bahasa Jerman, berusia antara 24 sampai 55 tahun, serta sehat walafiat. Di luar dua bulan, para peserta akan mendapat tambahan 29 hari untuk aklimasi serta pemulihan, seperti peregangan, pijat dan fisioterapi.

Baca Juga: Hacker SMP dari Tangerang Sukses Bobol Situs NASA

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tornado Terjang Amerika Serikat, 14 Orang Tewas
apahabar.com

Nasional

Miris, Elang Bondol Gunakan Plastik untuk Sarang
apahabar.com

Nasional

Tok! Hakim Vonis Rizieq Shihab 4 Tahun Penjara Kasus Swab RS UMMI
apahabar.com

Nasional

Mahfud MD Menilai Persoalan RUU KPK Hanya pada Prosedurnya
apahabar.com

Nasional

Ini Alasan Tito Karnavian Ganti Kapolda NTB dengan Brigjen Pol Nana Sujana
Kalimantan

Nasional

Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas
apahabar.com

Nasional

Jubir Covid-19 Ingatkan Penyebaran Masih Terus Terjadi
apahabar.com

Nasional

TNI Mengerahkan 3 Helikopter Lakukan Pencarian Helikopter Hilang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com