Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif Kejari Banjarbaru Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan Barbuk Tindak Pidana Tetap Lainnya

Demo Pabrik Semen Ricuh, Polisi dan Mahasiswa Sama-Sama Dilarikan ke RS

- Apahabar.com Senin, 25 Maret 2019 - 16:09 WIB

Demo Pabrik Semen Ricuh, Polisi dan Mahasiswa Sama-Sama Dilarikan ke RS

Wakapolres Samarinda AKBP Dedi Agustono tampak berada di tengah kerumunan, saat sejumlah massa berupaya merangsek masuk ke kantor Gubernur Kaltim, dalam unjuk rasa tolak pembangunan pabrik semen, Senin (25/3) siang. Foto-foto: Yoyok Sudarmanto for apahabar.com

apahabar.com, SAMARINDA – Ratusan mahasiswa menentang rencana pembangunan pabrik semen di Gunung Karst di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Senin (25/3) siang. Aksi unjuk rasa berlangsung di seputar Jalan Gajah Mada, Samarinda Kota.

Masuknya investasi pabrik semen dinilai bakal membawa kerusakan pada ekosistem hutan kapur karst.

Lebih dari itu, sumber air yang berasal dari gunung akan tertutup. Kekeringan abadi terhadap lereng dan lembah gunung akan terjadi. Tak hanya itu, mata pencaharian warga yang umumnya petani dan nelayan akan menghilang .

“Investasi ini tak sebanding dengan kerusakan alam dan hilangnya potensi pariwisata di Kutim dan Berau,” Koordinator Aksi, Armen saat berorasi dari mobil komando.

Aksi gabungan melibatkan mahasiswa dari berbagai kampus di Kaltim, Samarinda, Tenggarong, dan Balikpapan. Diperkirakan 300 orang hadir.

Dari pantauan di lapangan, jalannya demo diwarnai  bentrokan antara polisi dan mahasiswa. Saling dorong terjadi. Mahasiswa membalasnya melempar kayu, bambu, batu dan tanaman pot dari sekitar pagar gedung kantor Gubernur Kaltim itu.

Ratusan polisi dari Brimob pun disiagakan di jalur protokol.

Selain itu, polisi kemudian mengalihkan lalu lintas, demi menghindari penumpukan kendaraan di Jalan Gajah Mada, mulai dari kawasan Teluk kering dan Pelabuhan Samarinda.

“Untuk saat ini masih bisa dikendalikan, kami terus menegosiasikan dengan peserta aksi,” terang Wakapolres Samarinda, AKBP Dedi Agustono.

Dari informasi sementara, dua mahasiswa mengalami luka, satu di antaranya dilarikan ke RS menggunakan ambulans polisi.

Tak hanya itu, satu polisi dikabarkan turut dilarikan karena luka di sekitar mata sebelah kanan.

Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Dapat Asap Kiriman, Kualitas Udara Kaltim Masih Aman?
apahabar.com

Kaltim

BPS Kaltim Siap Gelar Sensus Penduduk Online 2020
apahabar.com

Kaltim

H3 Lebaran, Kemenhub Apresiasi APT Pranoto
apahabar.com

Kaltim

Korban Terakhir Ledakan Kapal Bermuatan Elpiji Ditemukan
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Jadi DKI Jakarta Baru, Hadi Optimistis Pacu Pembangunan
apahabar.com

Kaltim

Dipasang Hanger, Jembatan Mahakam IV Ditarget Rampung Februari
apahabar.com

Kaltim

Smart SIM Sudah Bisa Digunakan di Penajam, Simak Fungsinya
apahabar.com

Kaltim

Lada Khas Kaltim Dapat Pengakuan Nasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com