Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Didesak Tuntut Mati Trio Pembunuh Faris, Simak Respon JPU

- Apahabar.com Senin, 25 Maret 2019 - 20:06 WIB

Didesak Tuntut Mati Trio Pembunuh Faris, Simak Respon JPU

Ketiga terdakwa pembunuhan, yakni Hendra Gunawan alias Hendra Pisang (34), Hendra Lukman Noor Hakim alias Hendra Tele (26) dan M Taurat alias Torat dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Senin (25/2). apahabar.com/Edoz

apahabar.com, BANJARMASIN – Massa menuntut majelis hakim menghukum berat ketiga terdakwa pembunuh Faris (35), yakni Hendra Gunawan alias Hendra Pisang (34), Hendra Lukman Noor Hakim alias Hendra Tele (26) dan M Taurat alias Torat. Sebelumnya jaksa yang menangani kasus ini menuntut ketiganya 12 tahun penjara.

Tak puas, tuntutan pun dilayangkan puluhan kerabat Faris. Mereka ikut menghadiri sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin. Sidang Senin (25/3) siang tadi beragendakan pembacaan tuntutan.

Baca Juga: VIDEO: Ratusan Massa Kepung PN Banjarmasin, Minta Terdakwa Pembunuhan Dihukum Mati

Fadil mengancam jika hakim tak menghukum berat para pembunuh kemenakannya, akan ada aksi besar-besaran di sidang berikutnya.

Untuk diketahui trio pembunuhan Faris didakwa pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP. Dalam tuntutannya, JPU menjerat ketiganya 12 tahun penjara.

Tak cuma itu, keluarga meminta Kajari Banjarmasin melakukan eksaminasi atau memeriksa jaksa yang menangani kasus penganiayaan yang menewaskan adik bungsu mereka.

“Jadi satu yang harus kita perhatikan. Ini perihal nyawa orang. Kajari jangan ngirim jaksa ecek-ecek,” teriak Fadil.

Sebagai orang awam, Fadil menilai jaksa tak cermat dalam memutus tuntutannya. Jaksa menerapkan pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP, terkait pengeroyokan. Adapun konflik antara terdakwa dengan korban sudah lama.

“Ini benar tidak adil. Semestinya itu pasal berencana, 340. Adil macam apa ini?,” teriak Fadil yang disambut seruan setuju oleh keluarga lainnya. Di sisi lain, istri korban, Santi, terlihat mengucurkan air mata sembari berorasi di sela unjuk rasa.

“Saya tidak rela dengan tuntutan yang disampaikan jaksa terhadap pembunuh suami saya. Saya minta pada hakim untuk menjatuhkan hukuman seumur hidup atau sampai pidana mati,” tutur Ibu tiga anak itu.

Di tempat terpisah, Kasi Pidum Kejari Banjarmasin, Denny Wicaksono menyatakan ketiga terdakwa terbukti melanggar pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.

Dalam sidang pembunuhan warga Jalan Antasan Kecil Barat yang dipimpin hakim Afandi Widarijanto itu, disebutkan bahwa terdakwa dalam melakukan perbuatannya dalam keadaan mabuk. Tidak ada hal yang meringankan bagi terdakwa. Disebutkan pula bahwa terdakwa melakukan perbuatannya secara bersama-sama.

“Semua sudah sesuai dengan prosedur. Perbuatan terdakwa tidak ada yang meringankan, dari itulah tuntutan kepada terdakwa dengan hukuman 12 tahun penjara sudah maksimal,” ujar Denny Wicaksono kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya.

Adapun kasus pembunuhan ini terjadi pada Kamis (27/9) malam. Sekira pukul 20.30 di Jalan Sulawesi Gang Maluku RT 6 Banjarmasin Tengah. Insiden itu menewaskan Faris.

Korban tewas dengan luka serius yang mengenai dada dan pinggang.

Pembunuhan disertai pengeroyokan ini sendiri bermotif sepele. Pelaku tak terima atas perbuatan korban yang memberikan segelas susu.

Mereka menduga, susu tersebut basi. “Saat itu para pelaku dalam keadaan mabuk, tetapi antara mereka sudah memiliki dendam lama,” terang Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi.

Adapun sidang pembunuhan yang digelar siang tadi diwarnai kericuhan manakala para keluarga korban mencoba menyerang para terdakwa.

Pantauan apahabar.com, massa yang telah memenuhi halaman pengadilan sejak siang hari tiba-tiba masuk ke dalam kantor pengadilan.

Puluhan keluarga korban sengaja menunggu selesainya sidang. Mereka tak terima dengan tuntutan 12 tahun yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum Kejari Banjarmasin.

Kericuhan tak terbendung bahkan beberapa orang berusaha melompati barikade petugas. Kepolisian tampak kepayahan membubarkan paksa massa yang diperkirakan mencapai ratusan orang.

Baca Juga: Massa Kepung PN Banjarmasin, Tuntut Terdakwa Dihukum Mati!

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jadi Pembina Upacara Bendera, Ini Amanat Pelda Mujiono Kepada Murid SDI An Nuriyah
apahabar.com

Kalsel

Aturan Bagi Pemilih Disabilitas Pilkada Kalsel 2020 di HST, Tunggu PKPU
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Warga Geruduk DPRD HST, Minta Guru Syarkawi Angkat Kaki
Hujan Lebat, WK di Siring Laut Kotabaru Tutup

Kalsel

Hujan Lebat, WK di Siring Laut Kotabaru Tutup  
apahabar.com

Kalsel

DPRD Kalsel Diminta Mempertahankan Honor Penyelenggara Pilgub
apahabar.com

Kalsel

Kerugian Kebakaran di Kelayan B Capai Ratusan Juta Rupiah
apahabar.com

Kalsel

Bermaksud Membubarkan, Begini Alasan Penyusup Bersajam di Demo Anti-Omnibus Law Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

‘Si Septik Manja’, Fasilitas Baru di Kampung Pelangi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com