Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Dilematis Wisata Susur Sungai: Dishub Larang Penumpang di Atap, Peminat Berkurang

- Apahabar.com Kamis, 28 Maret 2019 - 16:40 WIB

Dilematis Wisata Susur Sungai: Dishub Larang Penumpang di Atap, Peminat Berkurang

kelotok kedapatan menaikkan penumpang di atas atap.Foto-apahabar.com/Baha

apahabar.com, BANJARMASIN – Kebijakan Dinas Perhubungan Banjarmasin memberi sanksi pada motoris kelotok yang membiarkan penumpang berada di atas atap, memicu kurangnya peminat kapal wisata susur sungai.

Dinas Perhubungan akan memberi sanksi tegas pada motoris kelotok yang kedapatan menaikkan penumpang di atas atap. Sanksi tersebut berupa coret silang di bagian atap untuk tidak boleh beroperasi lagi. Atau, mencabut ijin operasional berlayar.

Baca Juga: Dewan Sebut Laporan Konsultan Jalan Banjarbaru-Batulicin ‘Ngaco’

Kebijakan itu sesuai Surat Edaran Dinas Perhubungan No. 551.43/229/Dishub/2019 3 tentang mendapat tanda silang dilarang beroperasi melayani wisata susur sungai.

“Yang ditanda silang ada 2 kelotok, cuma kita masih memberi kesempatan kepada mereka untuk mematuhi aturan keselamatan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin, Ikhwan Noor Chalik kepada apahabar.com, Kamis (28/3/2019).

Ikhwan melanjutkan, tidak akan pandang bulu ketika memberi sanksi. Aturan akan tetap ditegakkan tanpa toleransi.

Sementara itu, ketegasan Dishub yang bermaksud baik (menyelamatakan penumpang), malah memicu kurangnya peminat wisata susur sungai.

“Lebih dari 50 persen penurunan ini kami rasakan. Sebab yang biasanya akhir pekan bisa sampai 2 atau 3 kali menarik kelotok, dalam tiga pekan terakhir ini untuk satu kali menarik saja (supaya 88 motoris kebagian), kadang tidak kesampaian,” ungkap Koordinator Juragan Kelotok Menara Pandang Siring Piere Tendean Banjarmasin, Syaibani.

Penumpang, sambung Syaibani, ingin berada di atas atap, karena mudah mengabadikan momen ketika berwisata susur sungai. Dan meski sudah pihaknya peringatkan, ada saja penumpang yang melakukannya.

“Kami sudah mengimbau, memperingatkan, dan saat awal mula jalan penumpang ini tertib saja. Lalu saat hendak sampai, entah kenapa ada saja penumpang yang naik ke atas untuk ngambil foto tanpa sepengatahuan dan izin ke motoris, sehingga motoris yang kena batunya,” ungkapnya.

Baca Juga: Hina Guru Sekumpul, Penjual Roti Itu Dituntut 11 Tahun..!!

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Unik, Ini Kampus Terapung Pertama di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Bertambah 12 Positif Covid-19 di HSS, Bupati: Masyarakat Harus Waspada
Polresta Banjarmasin Setop Jam Besuk Tahanan

Kalsel

Polresta Banjarmasin Setop Jam Besuk Tahanan
apahabar.com

Kalsel

PLN Ungkap Kronologis Putus Listrik Disdik Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Perwira yang Diseruduk Pemuda Mabuk Diterbangkan ke Surabaya
apahabar.com

Kalsel

Waspadai Hujan Petir Hingga Angin Kencang
apahabar.com

Kalsel

Hujan Lebat Disertai Butiran Es Guyur Pelaihari
apahabar.com

Kalsel

Pajero Sport Pacu Kinerja Anggota DPRD Kalsel? 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com