‘Kado’ Harjad Ke-495 Banjarmasin, Lonjakan Covid-19 hingga PPKM Berjilid-Jilid Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi Dear Presiden Jokowi, Jembatan Alalak Kalsel Harus Dibuka Hindari Macet Sudah Dilimpahkan, Nih Jerat Hukuman Sejoli Pembuang Bayi di Stagen Kotabaru BREAKING! KPK Periksa 11 Nama, Salah Satunya Bupati HSU Abdul Wahid

Dipertanyakan FUI Soal Tempat Tabulasi Suara, Begini Penjelasan KPU

- Apahabar.com     Jumat, 1 Maret 2019 - 21:00 WITA

Dipertanyakan FUI Soal Tempat Tabulasi Suara, Begini Penjelasan KPU

Audiensi KPU dan FUI. Foto-detik.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Massa Forum Umat Islam (FUI) menyoroti banyak hal ketika audiensi dengan KPU. Satu di antaranya, soal tabulasi suara salah satu hotel.

Sekretaris PA 212, Bernard Abdul Jabbar menyebut selama bertahun-tahun, KPU selalu melakukan tabulasi suara di suatu hotel di Jakarta Pusat.

“Tentang masalah tabulasi KPU. Kenapa selama ini, selama bertahun-tahun, tabulasi KPU itu kok selalu di Hotel Borobudur. Ada apa ini di Hotel Borobudur. Karena sepengetahuan informasi saya, ada sesuatu yang disembunyikan di Hotel Borobudur. Masalah tabulasi suara dan punya siapa itu hotelnya. Lah ini perlu kami tanyakan ke KPU,” kata Bernard di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat seperti dilansir detik.com Jumat (1/3/2019).

Baca Juga: Kesaksian Korban Penghinaan Guru Sekumpul: Ancaman Pembunuhan hingga Teror 10 Ribu Kali!

“Kami juga dapat informasi dari pegawai hotel yang bekerja di sana bahwa ini ada sesuatu yang disembunyikan di Borobudur itu. Kenapa nggak cari tempat lainnya?” sambungnya.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan pun memberikan penjelasan. Dia mengatakan tidak ada preferensi khusus dari KPU untuk memilih hotel saat tabulasi suara. Pada tahun 2014 lalu, Wahyu menyebut tabulasi suara berlangsung di Kantor KPU.

“Terkait tabulasi, ini ada Pak Sekjen, memang kita perlu ganti suasana, Pak, jangan Hotel Borobudur terus. 2014 tabulasi di kantor KPU. Kemudian tidak menutup kemungkinan nanti juga mudah, Pak, untuk dipindah dari Hotel Borobudur,” jawab Wahyu.

“Wong kita bayar, Pak, bisa di manapun sepanjang memang kualifikasinya memenuhi syarat,” sambungnya.

Wahyu menegaskan bahwa hasil akhir Pemilu bukan ditentukan perhitungan IT melainkan kertas. Hasil penghitungan suara dari TPS hingga tingkat nasional dilakukan di kertas.

“Tabulasi itu bukan hasil resmi KPU, hasil resminya ya melalui rapat pleno,” jelas Wahyu.

Baca Juga: Mahfud Diserang Hoaks, Buya Syafii Maarif: Punya Darah Madura Jadi Dia Tegar

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Wapres Ma’ruf Amin Rayakan Idulfitri Secara Sederhana
apahabar.com

Nasional

Gerhana Matahari Cincin Hari Ini, Berikut Wilayah Indonesia yang Bisa Menyaksikan
Buka Munas V

Nasional

Buka Munas V Apkasi, Presiden: Jaga Kewaspadaan dalam Hadapi Pandemi

Nasional

Komponen Vaksin Nusantara dr. Terawan Ternyata Impor dari AS
apahabar.com

Nasional

SBY Sudah Sampaikan Ucapan Selamat dan Dukungan pada Jokowi-Ma’ruf
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Cari Cara Selamatkan Tiga WNI Disandera Abu Sayyaf

Nasional

Polisi Tangkap Peretas Situs Setkab
apahabar.com

Nasional

Satu Pasien Positif Covid-19 Dalam Kondisi Stabil
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com