Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Dipertanyakan FUI Soal Tempat Tabulasi Suara, Begini Penjelasan KPU

- Apahabar.com Jumat, 1 Maret 2019 - 21:00 WIB

Dipertanyakan FUI Soal Tempat Tabulasi Suara, Begini Penjelasan KPU

Audiensi KPU dan FUI. Foto-detik.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Massa Forum Umat Islam (FUI) menyoroti banyak hal ketika audiensi dengan KPU. Satu di antaranya, soal tabulasi suara salah satu hotel.

Sekretaris PA 212, Bernard Abdul Jabbar menyebut selama bertahun-tahun, KPU selalu melakukan tabulasi suara di suatu hotel di Jakarta Pusat.

“Tentang masalah tabulasi KPU. Kenapa selama ini, selama bertahun-tahun, tabulasi KPU itu kok selalu di Hotel Borobudur. Ada apa ini di Hotel Borobudur. Karena sepengetahuan informasi saya, ada sesuatu yang disembunyikan di Hotel Borobudur. Masalah tabulasi suara dan punya siapa itu hotelnya. Lah ini perlu kami tanyakan ke KPU,” kata Bernard di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat seperti dilansir detik.com Jumat (1/3/2019).

Baca Juga: Kesaksian Korban Penghinaan Guru Sekumpul: Ancaman Pembunuhan hingga Teror 10 Ribu Kali!

“Kami juga dapat informasi dari pegawai hotel yang bekerja di sana bahwa ini ada sesuatu yang disembunyikan di Borobudur itu. Kenapa nggak cari tempat lainnya?” sambungnya.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan pun memberikan penjelasan. Dia mengatakan tidak ada preferensi khusus dari KPU untuk memilih hotel saat tabulasi suara. Pada tahun 2014 lalu, Wahyu menyebut tabulasi suara berlangsung di Kantor KPU.

“Terkait tabulasi, ini ada Pak Sekjen, memang kita perlu ganti suasana, Pak, jangan Hotel Borobudur terus. 2014 tabulasi di kantor KPU. Kemudian tidak menutup kemungkinan nanti juga mudah, Pak, untuk dipindah dari Hotel Borobudur,” jawab Wahyu.

“Wong kita bayar, Pak, bisa di manapun sepanjang memang kualifikasinya memenuhi syarat,” sambungnya.

Wahyu menegaskan bahwa hasil akhir Pemilu bukan ditentukan perhitungan IT melainkan kertas. Hasil penghitungan suara dari TPS hingga tingkat nasional dilakukan di kertas.

“Tabulasi itu bukan hasil resmi KPU, hasil resminya ya melalui rapat pleno,” jelas Wahyu.

Baca Juga: Mahfud Diserang Hoaks, Buya Syafii Maarif: Punya Darah Madura Jadi Dia Tegar

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

2 Alat Deteksi Covid-19 Karya Indonesia Meluncur Desember 2020
apahabar.com

Nasional

Setelah Banjarmasin, Giliran Balikpapan Gempar Video Mesum Pelajar
apahabar.com

Nasional

KPU: Tuntutan Link Berita yang Dijadikan Alat Bukti Prabowo Tidak Berdasar
apahabar.com

Nasional

Bawaslu: Dukungan JMSI Dibutuhkan untuk Pilkada Bermartabat
apahabar.com

Nasional

Masyarakat Diminta Hindari Pesisir Pantai Selat Sunda Radius 1 Km
apahabar.com

Nasional

Izin Amdal Dipastikan Tidak Dihapus di UU Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Warga Wuhan Bersukacita Setelah Lockdown Berakhir
apahabar.com

Nasional

Semangat Kerja Usai Libur Lebaran, Ini Caranya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com