Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan

Duit Suap Bowo Diduga untuk Serangan Fajar

- Apahabar.com     Jumat, 29 Maret 2019 - 08:43 WITA

Duit Suap Bowo Diduga untuk Serangan Fajar

KPK menunjukkan uang suap yang diterima Bowo sudah disiapkan pada sejumlah kardus. Foto-detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri anggota DPR Bowo Sidik Pangarso yang menerima suap dari Asty Winasti, Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

KPK menduga uang tersebut siap digunakan yang bersangkutan untuk serangan fajar pencalonan Bowo sebagai anggota dewan. Alasan menguat mengingat Bowo sudah menyiapkan uang suapnya di dalam ratusan amplop.

Terungkapnya kasus suap itu berawal, ketika KPK menangkap orang kepercayaan Bowo bernama Indung. Dia (Indung) ditangkap setelah menerima suap untuk Bowo sebesar Rp 89,4 juta dari Asty Winasti.

KPK kemudian menerima informasi adanya penerimaan sebelumnya, sejumlah uang diduga disimpan di suatu lokasi.

“Karena diduga penerimaan-penerimaan sebelumnya disimpan di sebuah lokasi di Jakarta, maka tim bergerak menuju sebuah kantor di Jakarta untuk mengamankan uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop-amplop pada 84 kardus,” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan seperti dilansir detikcom.

Baca Juga: Di Barabai, Pelangsir Tunggang Langgang Tahu Polisi Datang

Total 400 ribu amplop di dalam 84 kardus itu. KPK pun mengamankan puluhan kardus tersebut.

Dalam perkara ini, KPK menduga Bowo menerima suap miliaran rupiah terkait upaya membantu PT HTK sebagai penyedia kapal pengangkut distribusi pupuk. Awalnya HTK memiliki kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk urusan distribusi pupuk, namun kemudian perjanjian dihentikan.

PT HTK meminta bantuan Bowo agar perjanjian itu berlanjut. Bowo pun meminta imbalan sebesar USD 2 per metrik ton.

Bowo diduga sudah menerima 7 kali suap dari PT HTK. Uang Rp 89,4 juta yang diterima melalui Indung diduga KPK sebagai penerimaan ketujuh. Sedangkan 6 penerimaan sebelumnya disebut KPK sebesar Rp 221 juta dan USD 85.130.

Selain penerimaan uang terkait distribusi pupuk itu, Basaria mengatakan KPK menemukan bukti penerimaan-penerimaan lain terkait dengan jabatan Bowo sebagai anggota DPR. Namun KPK belum merinci hal itu.

Dalam perkara ini, Bowo dan Indung ditetapkan KPK sebagai tersangka penerima suap. Sementara Asty Manager PT HTK dijerat KPK sebagai tersangka pemberi suap.

Baca Juga: BPOM Banjarmasin Berhasil Amankan Kosmetik Ilegal

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Heboh Gendam di Banjarmasin, Polisi: Segera Lapor
apahabar.com

Hukum

Komplotan Maling Onderdil Excavator Digulung
apahabar.com

Hukum

Dirampas Negara, Puluhan Tas Mewah Bos First Travel akan Dilelang
apahabar.com

Hukum

Sidang Lanjutan Pencabulan 9 Santriwati Limpasu Hadirkan Saksi Ahli
apahabar.com

Hukum

Korupsi Dana Desa, Kades di Kotabaru Dikerangkeng 1,3 Tahun
apahabar.com

Hukum

Heboh Bocah Cabul di Tapin Perkosa Wanita Tunagrahita, Ini Bahaya Jika Kecanduan Film Porno Menurut Psikiater
apahabar.com

Hukum

Resahkan Warga HSU, Dua Pengedar Sabu dan Ekstasi Diringkus
apahabar.com

Hukum

Cekcok Mulut Berujung Maut di Pasar Tapandang Pelaihari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com