Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Duit Suap Bowo Diduga untuk Serangan Fajar

- Apahabar.com Jumat, 29 Maret 2019 - 08:43 WIB

Duit Suap Bowo Diduga untuk Serangan Fajar

KPK menunjukkan uang suap yang diterima Bowo sudah disiapkan pada sejumlah kardus. Foto-detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri anggota DPR Bowo Sidik Pangarso yang menerima suap dari Asty Winasti, Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

KPK menduga uang tersebut siap digunakan yang bersangkutan untuk serangan fajar pencalonan Bowo sebagai anggota dewan. Alasan menguat mengingat Bowo sudah menyiapkan uang suapnya di dalam ratusan amplop.

Terungkapnya kasus suap itu berawal, ketika KPK menangkap orang kepercayaan Bowo bernama Indung. Dia (Indung) ditangkap setelah menerima suap untuk Bowo sebesar Rp 89,4 juta dari Asty Winasti.

KPK kemudian menerima informasi adanya penerimaan sebelumnya, sejumlah uang diduga disimpan di suatu lokasi.

“Karena diduga penerimaan-penerimaan sebelumnya disimpan di sebuah lokasi di Jakarta, maka tim bergerak menuju sebuah kantor di Jakarta untuk mengamankan uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop-amplop pada 84 kardus,” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan seperti dilansir detikcom.

Baca Juga: Di Barabai, Pelangsir Tunggang Langgang Tahu Polisi Datang

Total 400 ribu amplop di dalam 84 kardus itu. KPK pun mengamankan puluhan kardus tersebut.

Dalam perkara ini, KPK menduga Bowo menerima suap miliaran rupiah terkait upaya membantu PT HTK sebagai penyedia kapal pengangkut distribusi pupuk. Awalnya HTK memiliki kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk urusan distribusi pupuk, namun kemudian perjanjian dihentikan.

PT HTK meminta bantuan Bowo agar perjanjian itu berlanjut. Bowo pun meminta imbalan sebesar USD 2 per metrik ton.

Bowo diduga sudah menerima 7 kali suap dari PT HTK. Uang Rp 89,4 juta yang diterima melalui Indung diduga KPK sebagai penerimaan ketujuh. Sedangkan 6 penerimaan sebelumnya disebut KPK sebesar Rp 221 juta dan USD 85.130.

Selain penerimaan uang terkait distribusi pupuk itu, Basaria mengatakan KPK menemukan bukti penerimaan-penerimaan lain terkait dengan jabatan Bowo sebagai anggota DPR. Namun KPK belum merinci hal itu.

Dalam perkara ini, Bowo dan Indung ditetapkan KPK sebagai tersangka penerima suap. Sementara Asty Manager PT HTK dijerat KPK sebagai tersangka pemberi suap.

Baca Juga: BPOM Banjarmasin Berhasil Amankan Kosmetik Ilegal

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Sembunyikan Sabu di Kotak Sirup, Pengedar di Simpang Empat Diamankan
apahabar.com

Hukum

Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Lintas Kecamatan di Banjarmasin
apahabar.com

Hukum

Polisi Masih Bersiaga di Rutan Solo Pascakeributan Kemarin
apahabar.com

Hukum

Deklarasi Halinar: Puluhan Barang ‘Haram’ Lapas Banjarbaru Dimusnahkan
apahabar.com

Hukum

Kambuh, Pengedar Sabu di Teweh Ditangkap Lagi
apahabar.com

Hukum

Anak Nunung: Mamaku Orang Baik
apahabar.com

Hukum

Ancam Kesehatan Orang Lain, Pembakar Lahan Terancam Bui dan Denda Rp 10 Miliar
apahabar.com

Hukum

Pengedar dan Kurir Narkoba di Satui Diringkus Satresnarkoba Polres Tanbu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com