BREAKING NEWS: BNN Benarkan Tangkap Oknum DPRD Tala Saat Pesta Sabu Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Rekonstruksi Pembunuhan di Buncit Indah, Satu Pelaku Sakit Dikabarkan Tertangkap Pesta Sabu, SRN Anggota DPRD Tanah Laut Buka Suara MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel

Gangguan Jiwa, 2 Pria di Tanbu Dirujuk ke Sambang Lihum

- Apahabar.com Senin, 18 Maret 2019 - 10:19 WIB

Gangguan Jiwa, 2 Pria di Tanbu Dirujuk ke Sambang Lihum

Salah satu pria yang diduga alami gangguan jiwa saat dibawa ke RSJ Sambang Lihum menggunakan ambulans. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Dua warga Desa Teluk Kepayang, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Banjarmasin, karena mengalami gangguan jiwa.

Dua warga atas nama Amat (50) dan Dayat (20) sudah diberangkatkan ke Banjarmasin menggunakan ambulans pada Jumat, 15 Maret 2019. Keputusan itu juga atas persetujuan dari Puskesmas Perawatan Teluk Kepayang.

“Karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk tetap berada di desa, kami putuskan agar mereka dirujuk ke Sambang Lihum,” ujar Sekretaris Desa Teluk Kepayang, Sutrisno, Senin (18/3).

Berdasarkan keterangan warga setempat, Amat memang sudah lama menderita gangguan jiwa.

Sejak istrinya wafat beberapa waktu lalu, kondisi Amat makin memburuk. Hidupnya tak lagi terurus. Apalagi, keluarganya tidak ada yang tinggal di Desa Teluk Kepayang.

Amat sering berhalusinasi ketika ada warga yang berkunjung ke rumahnya. Amat seakan beranggapan yang mengunjunginya adalah perampok.

Baca Juga: Puncak Acara MRSF Kalsel 2019 Sisakan 10 Ton Sampah di Halaman Kantor Gubernur

Karenanya, jika ada warga yang datang, Amat langsung mengejar warga tersebut dengan kayu balok.

“Kalau ada warga datang memberikan makanan, Amat seakan-akan mengira itu perampok dan langsung mengejar warga dengan balokan. Itu membuat warga takut,” sebut Zainal Abidin, seorang pendamping desa di Kecamatan Kusan Hulu.

Kondisi lebih memprihatinkan dialami Dayat. Remaja 20 tahun itu tidak diketahui asal usulnya. Bahkan, warga Desa Teluk Kepayang tidak ada yang mengetahui latar belakang daerah asalnya.

Di Desa Teluk Kepayang, Dayat tinggal tidak menetap. Terkadang ia terlihat di teras Kantor PKK desa. Warga setempat bukannya tak peduli. Warga sering memberinya makan. Namun, Dayat lebih suka mengais sisa-sisa makanan yang ada di bak sampah.

Setelah dirujuk ke RSJ Sambang Lihum, rencananya Pemerintah Desa Teluk Kepayang akan membantu mencari keluarga Amat dan Dayat.

Informasinya, keluarga Amat berada di Martapura, Kabupaten Banjar. Sementara tempat tinggal keluarga Dayat belum diketahui keberadaannya.

“Kalau kondisi mereka kembali sehat, nanti kami yang akan menjemput sambil mencari keluarganya,” tandas Sutrisno.

Baca Juga: 5 Fakta Penusukan Akibat Tolak Pesta Miras di Kelayan Selatan

Reporter: Puja Mandela
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pendaftaran CPNS di Banjarmasin Dibuka Besok, Ketahui Syaratnya
apahabar.com

Kalsel

Relokasi Pasar Bauntung, Pedagang Masih Was-Was
apahabar.com

Kalsel

Bhabinkamtibmas Polres Tala Salurkan 5 Ton Beras dari Kapolri
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Rumah Terbakar di Alalak Selatan, 1 Meninggal
Kapolresta Baru Banjarmasin: Pilkada 2020 Jadi Atensi

Kalsel

Kapolresta Baru Banjarmasin: Pilkada 2020 Jadi Atensi
apahabar.com

Kalsel

Tanpa CCTV, Polres Kobar Gulung Kawanan Pencuri Kambuhan
apahabar.com

Kalsel

Ustaz Somad Sudah Tiba di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Usulan Karantina Wilayah Ditolak, Ibnu Sina Lobi Pusat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com