Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut Setelah Tolak Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning Digeser ke Komisi VII Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19

Gus Mus Angkat Bicara Soal Doa Perang Badar Neno Warisman

- Apahabar.com Rabu, 6 Maret 2019 - 11:55 WIB

Gus Mus Angkat Bicara Soal Doa Perang Badar Neno Warisman

KH Mustofa Bisri. Foto-ngopibareng.id

apahabar.com, JAKARTA – KH Mustofa Bisri (Gus Mus) angkat bicara terkait doa Perang Badar yang dipanjatkan Neno Warisman pada 2 Februari lalu.

Neno Warisman dalam doanya memohon agar calon yang didukungnya dimenangkan sebagai presiden. Jika kalah, dia khawatir tidak akan ada lagi yang menyembah Tuhan.

Doa tersebut pun mendapat tanggapan dari Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. Menurut Gus Mus, suasana pemilu di Indonesia saat ini jauh berbeda dengan Perang Badar. Pemilu adalah hajatan rutin lima tahunan yang sudah digelar di Indonesia sejak 1955. Tujuannya adalah memilih pemimpin, bukan bermusuhan seperti terjadi dalam Perang Badar.

“Yang menyembah Allah itu tidak hanya di Indonesia, di Pakistan, Malaysia, Mesir, Arab Saudi, dan lainnya banyak yang menyembah Tuhan,” kata Gus Mus seperti dilansir dari detik.com, Rabu (6/3/2019).

Selain doa Neno, Gus Mus sering menanggapi isu-isu politik yang ramai diperbincangkan.

Baca Juga: 5 Survei Terakhir Pilpres, Baca Faktanya

Salah satu cuitannya di Twitter dan Instagram, Gus Mus mengajak semua pihak untuk sesekali berhenti dan berpikir mengenai politik praktis, mengenai pilpres dan pileg.

“Lalu rasakan betapa lapangnya dadamu.”

Tulisan itu diunggah pada 25 Agustus 2018, sebelum dua pasangan calon presiden dan wakil presiden mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Gus Mus mencuit seperti itu bukan tanpa alasan. Suasana politik di Tanah Air saat itu sudah mulai memanas. Hal itu diperparah dengan adanya istilah ‘cebong’ dan ‘kampret’ untuk menyebutkan pendukung ke dua capres tersebut.

Sayangnya, para elite partai politik tidak berupaya untuk mengendalikan pendukung mereka. Bahkan sebaliknya, mereka juga ikut dalam persaingan tak sehat itu.

Baca Juga: KPU Larang Kampanye Fitnah

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Niat Nyapres, Giring Ganesha Doakan Orang-orang yang Mencibirnya
apahabar.com

Politik

Petani Karet Ini Nantikan Program Kesehatan Gratis MHM di Kepemimpinan Syafruddin-Alpiya
apahabar.com

Politik

Siap Putihkan Banjarmasin, PKS Ingatkan Relawan soal APK
apahabar.com

Politik

Kepala Daerah Maju ke Pilkada Wajib Cuti, Ini Pengganti Ibnu Sina

Politik

Dagangannya Diborong Cuncung, Kadariah Terharu
apahabar.com

Politik

Bawaslu Kembali Ingatkan Sanksi Pelanggaran Kampanye

Politik

Panwaslu di Tala Jangan Takut Laporkan ASN, TNI dan Polri Tidak Netral
apahabar.com

Politik

Pro Kontra Najwa Shihab Jadi Moderator Debat Capres
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com