Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

HST Tertinggi Penyakit Hipertensi, Waspadai Penyebabnya

- Apahabar.com Selasa, 19 Maret 2019 - 20:26 WIB

HST Tertinggi Penyakit Hipertensi, Waspadai Penyebabnya

Ilustrasi mengukur tekanan darah. Foto-AndreyPopov

apahabar.com, BARABAI – Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HST) menjadi daerah tertinggi penyakit hipertensi di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, HST menempati posisi pertama pengidap penyakit darah tinggi itu.

“Penyakit Hipertinsi memang tergolong penyakit tidak menular, namun kami menghimbau kepada seluruh masyarakat HST untuk lebih waspada lagi mengingat Hipertinsi termasuk penyakit yang bisa mengakibatkan strok bahkan kematian,” ujar Kepala Dinas Kesehatan HST drg Kusudiarto saat acara pertemuan evaluasi tim pembina UKS se-Kabupaten HST Tahun 2019 di Aula Dinas Kesehatan Barabai, Selasa (19/3), dikutip dari ANTARA.

Badan Kesehatan Dunia (WHO), dikutip dari Kompas.com, menyebut prevelensi penyakit hipertensi di seluruh dunia terus meningkat setiap tahunnya.

Di Indonesia, data Riskesdas Kemenkes RI tahun 2013 menunjukkan bahwa 25,8 persen penduduk Indonesia mengidap hipertensi.

Secara tidak langsung, angka ini turut menyumbang kepada peningkatan kasus hipertensi secara global di masa depan.

Mengetahui berbagai penyebab hipertensi dapat menurunkan risiko kita terkena penyakit ini di kemudian hari.

Ada dua jenis hipertensi yang ditentukan berdasarkan penyebabnya, yaitu hipertensi primer dan hipertensi skunder.

Simak semua informasi tentang penyebab hipertensi di bawah ini.

Penyebab hipertensi primer–bold

Sebanyak 95 persen orang dengan tekanan darah tinggi mengalami hipertensi primer (esensial), yaitu tingginya tekanan darah tanpa diketahui penyebabnya secara jelas. Hipertensi jenis ini cenderung muncul secara bertahap selama bertahun-tahun.

Para ahli menduga bahwa faktor genetik merupakan salah satu penyebab hipertensi primer. Namun beberapa kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat juga ikut dapat berkontribusi menjadi penyebab hipertensi primer. Beberapa kebiasaan tidak sehat ini meliputi:

Baca Juga: Empuknya Sate Hadori Bandung

1. Asupan garam yang tinggi

Garam merupakan salah satu bahan tambahan pangan yang jadi penyebab hipertensi. Lalu apa hubungan antara garam dan tekanan darah? Ternyata asupan garam yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan natrium alami yang dalam tubuh kita. Nah, kadar natrium dalam tubuh bisa meningkat dan menyebabkan retensi natrium.

Retensi natrium dapat meningkatkan tekanan yang diberikan oleh aliran darah terhadap dinding pembuluh darah. Akibatnya, terjadilah tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Oleh sebab itu, kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi disarankan oleh dokter untuk membatasi asupan garamnya.

Tak hanya garam biasa atau garam meja saja, orang yang memiliki tekanan darah tinggi juga harus menghindari garam atau natrium dalam bentuk lain, misalnya dalam makanan kemasan, fast food, dan lain sebagainya. Bahkan, meski sudah minum obat untuk menurunkan tekanan darah, orang yang memiliki hipertensi juga tetap harus mengurangi asupan garamnya.

2. Stres

Kata orang, stres berkepanjangan dapat menjadi penyebab hipertensi. Ternyata anggapan ini bukan mitos belaka.

Pasalnya, stres membuat otak melepaskan hormon-hormon stres dalam tubuh, seperti kortisol, adrenalin, dan norepinefrin yang semuanya dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung serta menyempitkan diameter pembuluh darah.

Akibatnya, tekanan darah akan mengalami peningkatan 30-40 persen. Walau peningkatan tekanan darah ini bersifat sementara.

Meski begitu, melonjaknya tekanan darah tinggi yang terjadi secara tiba-tiba dan hanya sebentar tetap saja berbahaya. Bahkan, sama bahayanya dengan tekanan darah tinggi kronis. Pada situasi tersebut, kerusakan pada pembuluh darah, jantung, dan ginjal juga bisa terjadi.

Jadi, jika kamu sering merasa stres atau cemas, maka hal tersebut lama-lama dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, jantung, dan ginjal, yang dapat memicu tekanan darah tinggi kronis di kemudian hari.

Tak hanya itu, stres juga seringkali membuat kita melakukan kebiasan-kebiasan yang tidak sehat, misalnya merokok, minum-minuman keras, atau bahkan makan dalam porsi yang berlebihan.

3. Malas gerak

Malas gerak merupakan penyebab hipertensi yang seringkali dianggap remeh. Biasanya orang yang kurang aktivitas fisik dan olahraga memiliki detak jantung yang cenderung lebih cepat.

Hal ini membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah, yang akhirnya berimbas pada peningkatkan tekanan darah.

Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur telah lama diketahui sebagai cara efektif untuk mengurangi risiko hipertensi dan membantu mengontrol tekanan darah tinggi pada orang yang memang memiliki riwayat penyakit tersebut.

Jangan beralasan tidak punya waktu, olahraga sebenarnya sangat mudah dilakukan, kok.

4. Obesitas

Obesitas dan kelebihan berat badan erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi. Bahkan kedua hal ini dinilai sebagai penyebab tekanan darah tinggi yang paling sering terjadi.

Kamu tergolong kelebihan berat badan kalau indeks massa tubuh di atas 23. Sedangkan tergolong obesitas kalau indeks massa tubuh di atas 25.

Cek dulu berapa indeks massa tubuh Anda dengan kalkulator IMT di sini. Semakin berat massa tubuhmu, semakin banyak darah yang diperlukan untuk mengantar oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh.

Karena itu, tekanan dalam arteri akan naik agar darah bisa diedarkan dengan lancar. Akibatnya, jantung yang dipaksa kerja keras lama-lama bisa mengalami kerusakan. Baca juga: Hati-hati, Risiko Kesehatan di Balik Obesitas

5. Merokok

Merokok dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah. Hal ini tidak mengagetkan karena pada bungkus rokok dinyatakan secara terang-terangan kalau merokok dapat menjadi penyebab hipertensi.

Ya, merokok dapat menjadi penyebab darah tinggi karena membuat tekanan darah langsung meningkat tajam setelah isapan pertama —meningkatkan kadar tekanan darah sistolik sebanyak 4 milimeter air raksa (mmHg).

Kandungan nikotin pada rokok memicu sistem saraf untuk melepaskan zat kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah sekaligus meningkatkan tekanan darah.

Merokok juga menyebabkan kerusakan jangka panjang pada pembuluh darah, sehingga bukan saja meningkatkan risiko hipertensi, namun dapat mengembangkan penyakit lainnya di kemudian hari seperti stroke, penyakit jantung, dan serangan jantung.Editor: Fariz Fadhillah

Baca Juga: Miliki Room VIP dan Lahan Parkir Luas, Rumah Sambal Acan Raja Banjar Cabang Kayu…

Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Desain Mewah, Segini Harga Samsung Galaxy Z Fold 2 di Indonesia
apahabar.com

Gaya

Viral di Instagram, Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Dibuka, Simak Komentar Warganet
apahabar.com

Gaya

Berburu Barang Bekas di Event I Love Preloved Market
apahabar.com

Gaya

6 Tips Agar Masker Tak Memicu Tumbuhnya Jerawat
apahabar.com

Gaya

Empat Pertanda Kontraksi Palsu Saat Hamil
apahabar.com

Gaya

Catat! 10 Daftar Makanan Jika Dipanaskan Mengandung Racun
apahabar.com

Gaya

Damri Sulap Bus Lama Jadi Ruangan Hotel yang Nyaman
apahabar.com

Gaya

Asyik, iPhone SE 2020 Sudah Bisa Dipesan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com