Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen Rayakan HUT ke-60, Bank Bjb Gelar Promo di Ratusan Merchant Duh, Keripik Singkong Tanpa Label Usang Dijual Bebas di Banjarmasin Pj Gubernur Kalsel: Larangan Mudik Berlaku Lintas Provinsi dan Kabupaten

Ikut Kampanye Jokowi, Bupati dan Wabup Jember Ajukan Cuti

- Apahabar.com Senin, 25 Maret 2019 - 11:08 WIB

Ikut Kampanye Jokowi, Bupati dan Wabup Jember Ajukan Cuti

Calon Presiden 01, Joko Widodo. Foto-Istimewa/Tim Relawan Jokowi

apahabar.com, JEMBER – Bupati Jember Faida dan Wakil Bupati Jember A. Muqit Arief mengajukan izin cuti untuk mengikuti kegiatan kampanye terbuka yang dihadiri Calon Presiden RI Joko Widodo di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (25/3).

“Bupati dan Wabup Jember sudah mengajukan izin cuti jauh-jauh hari untuk mengikuti kampanye Pak Jokowi di Jember. Namun, saya belum tahu apakah surat izin itu sudah diterima beliau,” kata Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jember Tabroni dilansir Antara, Minggu (24/3/2019) sore.

Baca Juga: Sambut Kampanye Akbar Jokowi-Ma’ruf, TKD Kalsel Kerahkan 40 Ribu Massa

Selain Bupati dan Wabup Jember, lanjut Tabroni, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga dijadwalkan hadir bersama sejumlah tokoh Tim Kampanye Nasional (TKN). Misalnya, Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto dan Abdul Kadir Karding dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Terkait hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Jember Imam Thobroni Pusaka mengatakan, kabarnya surat izin cuti kampanye Bupati dan Wabup Jember sudah turun dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Surat tersebut rencananya akan disampaikan ke Bawaslu Kabupaten Jember, Senin (23/3/2019) pagi.

“Kepala daerah yang akan berkampanye harus menaati aturan yang berlaku yakni wajib mengajukan izin cuti jika berkampanye pada hari kerja, sedangkan pada hari libur tidak perlu ajukan izin cuti,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa cuti kampanye kepala daerah hanya boleh dilakukan 1 kali dalam 1 pekan sesuai ketentuan yang tertuang dalam pasal 303 ayat 1 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Kami juga sudah mengirimkan surat kepada Bupati dan Wakil Bupati Jember untuk tidak menggunakan fasilitas negara. Apabila masih ada yang menggunakan mobil dinas dan fasilitas negara lainnya, akan ditindaklanjuti sesuai dengan Peraturan Bawaslu dan perundang-undangan,” pungkas mantan aktivis mahasiswa itu.

Baca Juga: Berikut Kegiatan Jokowi Saat Kampanye Terbuka 27 Maret di Kalsel

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Antisipasi Kegaduhan, Musda X Golkar Banjarmasin Ditunda
PPP

Politik

Khawatir PPP ‘Hilang’ di Pemilu 2024, Hamzah Haz Kenang Masa Kejayaan
Pilwali

Politik

Pilwali Banjarbaru 2020, Pengamat: Aditya-Wartono dan Martinus-Jaya Lebih Bersaing Ketimbang Gusti-Iwan?
apahabar.com

Politik

Debat Publik Kedua, Ibnu-Arifin Jadikan Debat Sebagai Pertemuan Ide
apahabar.com

Politik

Masuk E-Lapor Terbaik Indonesia Hingga Diundang AS, Begini Cara Petahana Ibnu Sina Layani Aduan Masyarakat
apahabar.com

Politik

Wakapolri Pimpin Pencarian KKB yang Tewaskan Pekerja Trans Papua
apahabar.com

Politik

Pedagang Pasar Cemara Ini Ingin Kota Banjarmasin Dipimpin Perempuan

Politik

Paman Birin Ajak Warga Kalsel Sukseskan Pilkada Serentak 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com