Kalsel Hujan hingga Lusa, Tanbu-Kotabaru Kudu Waspada! Positif Covid-19 Usai Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Langsung Dirawat Intensif Gugatan 2BHD Diterima, Berikut Jadwal Sidang Sengketa Pilbup Kotabaru di MK Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Dikabarkan Positif Covid-19 Terang-terangan, Pemkot Banjarmasin Tak Siap Hadapi Banjir: Seperti Jakarta

Incinerator Bakal Mendulang Pendapat Asli Daerah

- Apahabar.com Selasa, 19 Maret 2019 - 15:26 WIB

Incinerator Bakal Mendulang Pendapat Asli Daerah

Incinerator, alat pemusnahan limbah. Foto-Bet

apahabar.com, BANJARMASIN – Sebesar Rp5 miliar anggaran untuk membangun Incinerator atau alat pemusnah limbah medis yang digelontorkan Pemko Banjarmasin pada 2020 dijamin akan memberikan dampak positif.

“Apabila Pemko Banjarmasin memiliki Incinerator itu, maka tidak hanya menghemat anggaran, namun juga bisa dapat menambah pendapatan anggaran daerah,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Lukman Hakim.

Hal itu mengingat daerah tetangga pasti bakal ikut menumpang menghancurkan limbah medisnya di Kota Banjarmasin.

Namun mengapa tahun ini masih belum bisa dibangunkan incinerator? Lukman menerangkan bahwa pihaknya masih fokus terhadap pembangunan dan pengoperasian RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.

“Tahun ini belum bisa dibangun, 2020 mudahan sudah bisa dikerjakan dan limbah medis Banjarmasin tidak lagi mengharapkan pihak ketiga,” katanya belum lama tadi.

Baca Juga: PSC 119 RSUD Sultan Suriansyah Siapkan Layanan Panggil

Ditanya konsep bagaimana pembangunan incinerator? Lukman menjawab, incinerator akan menggunakan teknologi terbaru yang sudah dilirik pihaknya dari Bandung. Alat tersebut lebih sederhana dalam proses pembakarannya, baik itu limbah cair maupun padat.

Mengenai lokasi, Lukman menerangkan bahwa tempat pemusnahan itu nantinya direncanakan di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih.

Lanjutnya, limbah medis di Kota ini merupakan kumpulan dari 26 puskesmas di Kota Banjarmasin. Lalu limbah terkumpul dengan jangka waktu yang sudah ditentukan, limbah akan diambil oleh pihak ketiga.

“Awalnya pemusnahan limbah ini dilakukan di RS Ulin. Karena sekarang RS Ulin over kapasitas dan tidak bisa lagi memback up limbah medis, jalan keluarnya dengan menggandeng pihak ketiga, sebagai langkah alternatif, karena walau bagaimanapun limbah medis harus dimusnahkan,” bebernya.

Lukman melanjutkan lagi, sebenarnya pihaknya tidak ingin jauh jauh mencari pihak ketiga, itu juga melihat kondisi RSUD Ulin. Limbah medis sekarang ini dibawa ke Semarang, masing-masing limbah disimpan di setiap puskesmas dengan aman sebelum diambil.

“Pemusnahan tidak menentu tergantung jumlah limbah. Bisa saja satu kali dalam sepekan atau bahkan lebih hingga satu bulan,” tuturnya.

Baca Juga: Akhirnya Akreditasi A ULM Keluar, Rektor Sujud Syukur

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Setop Aktivitas Peti di Cagar Budaya Benteng Madang HSS, Masyarakat Harus Ikut Terlibat
Denny Indrayana

Kalsel

Via Instagram, Denny Indrayana Desak MK Diskualifikasi Pasangan 01
apahabar.com

Kalsel

Malam Hari, BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Kalsel Cerah Berawan
apahabar.com

Kalsel

Ini Cara Pemkab Tapin Bantu Warga Dapat Upah Harian Rp 85 Ribu Sehari
apahabar.com

Kalsel

Mappilu PWI Ingatkan Wartawan Ketika Liputan Pilkada Serentak 2020
apahabar.com

Kalsel

Malam Hari, Desa Bati-Bati Tanah Laut Merah Membara
Sabu

Kalsel

Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya
apahabar.com

Kalsel

Dikawal PM, Dandim 1007/ Banjarmasin Datangi Sejumlah Rumah Makan, Ada Apa?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com