Tenang.. Kombes Subchan Jamin Stok Oksigen Kalsel Aman! Resmi, Jokowi Perpanjang PPKM Level IV hingga 2 Agustus Pakar ULM: Pelacakan Covid-19 di Banjarmasin Mendekati Nol! STOK Oksigen di RS Ulin Banjarmasin Tinggal Hitungan Jam, Cek Faktanya Kucurkan Miliaran Rupiah, PPKM Level IV Banjarmasin Tanpa Jam Malam

Kasihan, Kaki Harimau Sumatra Terancam Amputasi

- Apahabar.com     Selasa, 26 Maret 2019 - 16:56 WITA

Kasihan, Kaki Harimau Sumatra Terancam Amputasi

Harimau Sumatera atau panthera tigris terjerat kawat di Pelalawan, Riau. Foto – Istimewa/Detikcom

apahabar.com, PEKANBARU – Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono, mengatakan harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) liar yang terjerat di kawasan hutan Restorasi Ekosistem Riau (RER) terluka parah dan ada kemungkinan kakinya diamputasi.

“Diharapkan 2-3 hari ke depan ada kejelasan dari dokter hewan yang menangani. Mudah-mudahan tidak diamputasi,” kata Suharyono di Pekanbaru seperti dilansir Antara, Selasa (26/3/2019).

Baca Juga: Jagawana Bersama Harimau Terperangkap Jerat Pemburu di Riau

Satwa langka dilindungi itu berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari BBKSDA Riau dan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya (PR-HSD) dari lokasi terjeratnya pada Senin (24/3).

Hasil diagnosa awal tim medis menyatakan harimau itu berjenis kelamin jantan dengan perkiraan usia 3-4 tahun, dan bobotnya sekitar 90 kilogram. Harimau itu terkena jerat di kaki kiri bagian depan, yang diperkirakan sudah berlangsung selama tiga hari.

“Saat ditemukan (harimau) diperkirakan sudah terjerat selama tiga hari sampai kakinya mengalami infeksi dan lukanya dikerumini lalat,” ujarnya.

Baca Juga: Selama di Banjarmasin, Jokowi Dipastikan Shalat Magrib di Masjid Ini

Untuk proses penanganan lebih lanjut, ia mengatakan BBKSDA Riau telah menyerahkan harimau terluka itu kepada Balai KSDA Sumatera Barat (Sumbar) yang selanjutnya dititipkan ke PR-HSD di Dhamasraya, Sumbar.

“Setelah tiba di Dhamasraya, harimau itu baru mau minum, belum mau makan karena masih trauma. Harimau itu juga demam karena luka di kakinya sampai suhu tubuhnya sekitar 41 derajat Celcius,” ujarnya.

Sebelumnya, harimau sumatera itu terjerat di kawasan RER yang dikelola PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN) di Desa Sangar Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Baca Juga: Anak Wali Kota Surabaya Tri Risma Diperiksa Polda Jatim

Perusahaan dari APRIL Group ini mengantongi izin restorasi ekosistem dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kawasan Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan, sejak 2012 dengan luas 20.265 hektare.

Berdasarkan riset dari lembaga perlindungan satwa WWF dan WCS (Wildlife Conservation Society), kawasan Semenanjung Kampar merupakan kantong populasi harimau sumatera kelas 2 yang mampu menampung hingga 50 individu.

Suharyono berharap harimau tersebut bisa diselamatkan sehingga jumlah satwa belang yang mati di Riau tidak bertambah. Sebelumnya, tiga ekor harimau sumatera liar mati akibat jerat yang dipasang warga di Riau pada 2018.

Baca Juga: Mardani H Maming Temani Jokowi Ngopi Bareng di Taher Square

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PPKM

Nasional

Senada dengan Presiden Jokowi, Wagub DKI Sebut PPKM Tidak Efektif Tekan Covid-19
apahabar.com

Nasional

Prabowo Sentil Bagi-Bagi Sertifikat, Jokowi Singgung Kepemilikan Lahan
apahabar.com

Nasional

Momen Bagus Datangkan Presiden Jokowi ke Banua
apahabar.com

Nasional

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Atap Sekolah Ambruk
Evakuasi Korban Banjir

Nasional

Analisis LAPAN Soal Biang Kerok Banjir Kalsel
apahabar.com

Nasional

Giliran Pratikno, Nico Harjanto dan Fadjroel Rahman Datangi Istana
apahabar.com

Nasional

Indonesia Hentikan Sementara Kebijakan Bebas Visa Turis China
Kilang Balongan

Nasional

Pertamina Berhasil Padamkan 2 Titik Api di Kilang Balongan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com