Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Khatib Jumat di Inggris Puji Pria Kristen yang Berdiri di Luar Mesjid

- Apahabar.com Rabu, 20 Maret 2019 - 12:48 WIB

Khatib Jumat di Inggris Puji Pria Kristen yang Berdiri di Luar Mesjid

Andrew Graystone, pria yang berdiri di depan Masjid Madina Manchester, Inggris. Foto-Twitter Andrew Graystone via The Guardian

apahabar.com, MANCHESTER – Seorang pria di Manchester, Inggris mendapat pujian karena aksi solidaritasnya menjaga mesjid pasca terjadinya penembakan di Selandia Baru. Andrew Graystone langsung berjaga di depan Mesjid Madina sesaat setelah terjadinya penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood Christchurch terjadi Jumat (15/3/2019).

Andrew Graystone, berjaga di depan mesjid dengan tulisan “Kalian adalah Temanku. Saya Akan Berjaga ketika Kalian Shalat”. Aksi itu dilakukannya setelah mengetahui penembakan yang menewaskan 50 orang itu.

“Saya mengambil papan, menuliskan pesan saya, pergi ke Masjid di Barlow Road, dan berdiri di sana,” dilansir kompas.

Aksi pria yang bermaksud untuk memastikan setiap jemaah shalat jumat merasa aman. Meski pada awalnya aksinya tersebut membuat bingung para jemaah yang datang ke mesjid tersebut. Namun ketika jemaah melihat tulisan di papan yang dia bawa, barulah mereka menyambutnya dengan hangat.

Terlebih, khatib jumat di mesjid tersebut kemudian memberikan pujian pada pria asal Levenshulme itu dalam khutbahnya. Sehingga, ratusan jemaah pun mengerubunginya setelah shalat jumat usai.

Dilansir BBC, penulis 57 tahun tersebut mengatakan ada dua cara untuk merespon aksi teror di Selandia Baru, New Zealand.

Baca Juga: Pecahkan Telur di Kepala Senator, ‘Eggboy’ Dianggap Pahlawan

“Anda bisa meresponnya dengan ketakutan. Atau, Anda bisa menghadapi insiden itu dengan persahabatan yang Anda berikan,” katanya.

Graystone mengaku menerima 100.000 tanggapan dalam waktu 24 jam sejak aksi solidaritasnya menjadi viral. Tentu saja di antaranya terdapat tanggapan negatif. Namun pengelola yayasan Kristiani itu menegaskan, aksinya bukan sekadar berdasar keagamaan.

“Ini tentang persahabatan dan komunitas. Kadang Anda yang harus pertama kali bertindak dan membangun jembatan,” ucap Graystone kembali.

Aksi solidaritas serupa juga terjadi di kawasan Midlands maupun North East Inggris. Seperti unggahan warga Twitter bernama Firdauz Nazeri. Dia mengunggah gambar seorang pria tua dengan yang memegang tulisan

“Orang Kristen ini menentang rasisme dan kekerasan terhadap Muslim”.

“Apa yang terjadi di Christchurch sangat menyedihkan. Ini yang berlangsung di masjid Sunderland selama Shalat Jumat. Terima kasih kawanku,” Nazeri mengomentari postingannya.

Baca Juga: Pasca Teror New Zealand, Ini Langkah Polda Kalsel

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Rumahnya Ganti Fungsi, Bagimana Nasib Gli Si Kucing Penghuni Hagia Sophia?
apahabar.com

Internasional

Kasus Covid-19 Turun, Singapura Longgarkan Pembatasan Sosial Tahap Dua 19 Juni
apahabar.com

Internasional

WHO Wajibkan Anak 12 Tahun ke Atas Gunakan Masker Seperti Dewasa
apahabar.com

Internasional

Pipa Bensin Bocor, Kebakaran Hebat Landa Meksiko, 20 Orang Tewas
apahabar.com

Internasional

Pelaku Penembakan di Masjid New Zealand Langsung Diadili
apahabar.com

Internasional

REG-COV2, Obat Eksperimen Covid-19 Dipakai Donald Trump
apahabar.com

Internasional

Sowan ke Menlu China, Luhut Bahas Kerja Sama Hadapi Covid-19
apahabar.com

Internasional

Moderna Berencana Jual Vaksin Covid-19 Seharga Rp 720.000 per Paket
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com