Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Klaim Restorasi Ribuan Hektar Gambut Rusak di Kalsel

- Apahabar.com Jumat, 29 Maret 2019 - 18:30 WIB

Klaim Restorasi Ribuan Hektar Gambut Rusak di Kalsel

Sumur bor terbukti efektif dalam pembasahan gambut dan juga pencegahan kebakaran. Foto-Dok.Badanrestorasigambut

apahabar.com, BANJARMASIN – Sampai akhir 2018, Badan Restorasi Gambut (BRG) Kalsel telah melakukan pembasahan kembali (rewetting) pada 7.918 hektar (ha) kawasan gambut. Di Kalsel, BRG mendapat tugas merestorasi 38.762 hektar lahan gambut yang rusak.

“Luas kebakaran gambut di area target restorasi gambut BRG di Kalsel berkurang dari 12.739 ha 2015 menjadi 40 persen pada tahun 2019,” ujar Deputi Bidang Perencanaan dan Kerjasama BRG, Dr Budi Satyawan Wardhana dalam Diskusi Media Capaian Restorasi Gambut di Kalsel dan Tantangan, Jumat (29/3).

Ada sejumlah metode yang digunakan selama restorasi. Selain Rewetting, ada Revegetasi, Revitalisasi Ekonomi Masyarakat dan Program Desa Gambut di Kalsel. BRG berharap fungsi program hidrologi ekosistem gambut yang terdegradasi akibat kebakaran hutan dapat kembali aktif pada 2019 ini.

Baca Juga: Pemerintah Tak Punya Wewenang Urus Sumur Rusak, LSM: Krisis Kepercayaan

Baca Juga: Sumur Bor Gambut Tak Berfungsi, Petugas Pakai Kayu Padamkan Api

apahabar.com

Diskusi Media Capaian Restorasi Gambut di Kalsel dan Tantangan, di Bangki Kopi, Jumat (29/3). Foto-apahabar.com/Baha

Makanya, pembasahan kembali dengan Pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut (PIPG) menjadi salah satu program utama BRG. Menyusul program lainnya agar upaya restorasi bisa berkelanjutan setiap tahunnya.

Terbukti, dengan program pembasahan yang dibangun BRG bersama dengan mitra berhasil menurunkan titik panas secara signifikan di area sekitar lokasi PIPG.

 

“Jika berada di radius 0-1 Km dari PIPG, rata rata hanya 2,4 persen hotspot. Semakin jauh dari PIPG maka hotspot juga bertambah. Misalnya pada jarak 1-2 Km, ditemukan 5,6% hotspot dan pada jarak lebih dari 2 Km ada 92% hotspot,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Asbiani Staf Fungsional Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, mengatakan pembasahan ekosistem gambut merupakan upaya awal pencegahan kebakaran.

Namun demikian, DLH perlu tetap waspada karena kebakaran masih berpotensi terjadi.

“Kerusakan gambut yang sangat parah memerlukan waktu panjang untuk pemulihan karena gambut belum sepenuhnya kembali pada kondisi semula,” ujarnya.

Di Kalsel, lanjutnya bahwa BRG, Pemda dan mitra LSM telah membangun PIPG sejak tahun 2016. Hingga 2018 telah berhasil dibangun 479 unit sumur bos, 105 unit sekat kanal, 42 hektar lahan rawa dan 22 paket revitalisasi ekonomi.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

BMKG: Waspada! Batulicin dan Kotabaru Diprakirakan Hujan Disertai Petir pada Pagi Hari
apahabar.com

Kalsel

SKB dan Arutmin Kerja Sama Kembangkan Sanggar Belajar Non Formal
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Tanbu, Sembuh Kembali Bertambah

Kalsel

Viral! Pengendara Avanza Hamburkan Duit di Langgar Mandingin HST
apahabar.com

Kalsel

Musnahkan Ratusan Gram Sabu, Polresta Banjarmasin 2.504 Jiwa Selamat
apahabar.com

Kalsel

Hindari Bekantan, Pengendara Motor Terkapar di Jalan Desa Sungai Riam Pelaihari
apahabar.com

Kalsel

Bantuan MRI-ACT Buat Haru Korban Puting Beliung di Gambut
apahabar.com

Kalsel

Hindari Pandemi Gelombang Kedua, Perbatasan Wanaraya dan Barambai Tetap Dijaga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com