Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Konflik Manusia Vs Bekantan, Pengamat: Sediakan 30 Persen Kawasan Hijau

- Apahabar.com Selasa, 19 Maret 2019 - 06:30 WIB

Konflik Manusia Vs Bekantan, Pengamat: Sediakan 30 Persen Kawasan Hijau

Di Kalimantan Selatan jumlah konflik antar Bekantan dengan manusia terus menanjak. Foto-Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Duta Bekantan Kalimantan Selatan (Kalsel) sekaligus Dosen Pendidikan Biologi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Rizki Amelia mendorong daerah menyediakan 30 persen kawasan hijau. Nantinya, peruntukan kawasan itu sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).

Mengutip data BKSDA setempat, populasi Bekantan Banua mencapai 7.450 ekor. Terdiri dari 2.450 ekor di dalam kawasan konservasi, dan 5.000 ekor berada di luar kawasan konservasi atau Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).

Baca Juga: 5.000 Ekor Bekantan Berada di Luar Kawasan Konservasi, BKSDA Dorong Ekosistem Esensial

Sayang, dalam setahun terakhir, konflik satwa bekantan dengan penduduk kian meningkat, dari 9 kasus di 2017 menjadi 15 kasus di 2018.

“Kawasan tersebut (KEE) dijadikan kawasan ekosistem esensial untuk perlindungan dan pelestarian bekantan,” ucapnya kepada apahabar.com.

Sebagai konsekuensi logis dari lajunya pertumbuhan ekonomi, pembangunan dan pertumbuhan penduduk, kata dia, memicu terjadi konflik antara Bekantan dengan manusia. Terlebih, ekspansi pembukaan dan pemanfaatan lahan yang merupakan habitat satwa liar itu kian masif.

Menurutnya, perlu adanya semacam perencanaan yang matang dalam membangun suatu kawasan. Khususnya, dengan tetap mempertimbangkan wawasan lingkungan hidup secara lestari dan berkesinambungan.

Sejauh ini, menurutnya tingkat kepedulian masyakarat Banua terhadap pelestarian bekantan masih relatif tinggi. Ini terbukti dengan adanya partisipasi masyarakat di kala rescue hewan bernama latin Nasalis larvatus itu.

“Ya ini yang biasanya kami lakukan bersama BKSDA Kalsel,” tegasnya.

Bekantan merupakan salah satu jenis primata yang sangat sensitif dan mudah stres terhadap keberadaan manusia.

Bekantan selalu menghindari kontak langsung dengan manusia. Sehingga, bekantan memilih untuk menghindar atau bermigrasi ke kawasan yang cenderung lebih aman dengan daya pakan yang sesuai.

Baca Juga: Konflik Manusia dan Bekantan di Kalsel Belum Mereda

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Mantan Kapolres Banjar

Kalsel

Di Martapura, Mantan Kapolres Banjar Salurkan Bantuan Makanan dan Obat-obatan
apahabar.com

Kalsel

13 SMP Negeri di Banjarmasin Kekurangan Siswa, Ini Solusinya
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Kalsel Hari Ini, Potensi Hujan Lokal di 13 Kabupaten-Kota

Kalsel

Sempat Padam, Warga Cemara Raya Geger Api Susulan
apahabar.com

Borneo

Terdakwa Pencurian Motor di Masjid Menyesal, Pasrah Diganjar 1 Tahun 6 Bulan
apahabar.com

Kalsel

Andin-Guru Oton: Banjar Bersinar Prioritas Peningkatan Kualitas SDM dan PAD
apahabar.com

Kalsel

Covid-19 Masih Melanda Banjarmasin, Kampanye Terbuka Ditiadakan?
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Kalsel Tambah 69 Kasus Positif Covid-19, 34 Pasien Sembuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com