Resmi, Banjarmasin Hanya Izinkan SMP Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri

Lembaga Survei Australia: Mayoritas Pemilih Ingin Jokowi Kembali Jabat Presiden

- Apahabar.com Senin, 4 Maret 2019 - 12:13 WIB

Lembaga Survei Australia: Mayoritas Pemilih Ingin Jokowi Kembali Jabat Presiden

Capres Prabowo Subianto dan capres Joko Widodo. Foto-REUTERS/Darren Whiteside

apahabar.com, JAKARTA – Sejumlah hasil survei telah diumumkan. Kali ini hasil lembaga survei asal Australia, Roy Morgan menunjukkan mayoritas pemilih di Indonesia kembali ingin Joko Widodo (Jokowi) kembali mengemban tugas sebagai Presiden.

Hasil survei, menyebut calon presiden nomor urut 01 Jokowi masih unggul atas capres nomor urut 02 Prabowo dengan angka 58 persen berbanding 42 persen pada Januari. Keunggulan itu, di antaranya, terjadi pada kategori pemilih segmen perempuan dan masyarakat pedesaan.

“Survei Roy Morgan menunjukkan bahwa Indonesia akan kembali memilih inkumben Jokowi untuk menjabat di periode keduanya sebagai Presiden. Jokowi mendapat dukungan 58 persen dari pemilih pada Januari, atau naik 5 persen dari (raihan suara) pada Pilpres 2014, dan kompetitornya, Prabowo, hanya mendapat dukungan 42 persen, atau turun 5 persen (dari Pilpres 2014),” tutur CEO Roy Morgan, Michele Levine, dikutip CNN Indonesia dari keterangan resmi di situsnya, Senin (4/3).

Roy Morgan menyebut sejumlah kategori yang memaparkan perbedaan keunggulan masing-masing capres. Pada kategori gender, Jokowi menang signifikan 61 persen atas Prabowo yang hanya 39 persen. Pada segmen pemilih pria, kesenjangan suara itu mengecil dengan angka 55 persen berbanding 45 persen.

Keunggulan yang cukup telak juga diraih Jokowi atas Prabowo pada segmen pemilih berdasarkan usia 25-34 tahun 61,5 persen berbanding 38,5 persen. Untuk pemilih usia 35-49 tahun 59,5 persen berbanding 40,5 persen. Sementara pemilih usia 50 tahun Jokowi mengantongi keunggulan 58,5 persen berbanding Prabowo yang 41,4 persen.

Baca Juga: Serangan Amien ke Jokowi, Sekjen Perindo : Hanya Cari Sensasi

Sementara, untuk kategori pemilih usia muda (17-24 tahun) perbedaan elektabilitas kedua capres ini tak terlalu jauh. Yakni, 54,5 persen berbanding 45,5 persen.

Dalam kategori asal pemilih, Jokowi unggul dalam hal dukungan dari masyarakat pedesaan. Gap elektabilitas terhadap Prabowo bahkan mencapai 27 persen, yakni 63,5 persen berbanding 36,5 persen.

Keunggulan Jokowi datang terutama dari ‘kandang banteng’, Jawa Tengah, dengan perolehan angka telak, 74,5 persen berbanding 25,5 persen; Jawa Timur dan Bali (73 persen berbanding 27 persen).

Meski masih unggul, jarak elektabilitas Jokowi dengan Prabowo menipis di daerah perkotaan, dengan angka 53 persen berbanding 47 persen. Dukungan terhadap Prabowo banyak diraih dari Jawa Barat dan Jakarta (Prabowo unggul 57 persen berbanding 45,5 persen atas Jokowi), termasuk Banten, serta provinsi-provinsi di bagian selatan Sumatera.

Diketahui, kubu pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno sejak lama menggunakan isu ’emak-emak’ untuk mendulang suara. Misalnya, dalam bentuk kebutuhan rumah tangga yang makin tak terjangkau dan penggalangan massa kaum ibu.

Selain itu, kubu paslon nomor urut 02 ini juga berupaya menggoyang suara Jokowi dengan langsung masuk ke Jawa Tengah.

Survei capres ini sendiri digelar pada Januari 2019 kepada 1.039 orang di atas 17 tahun atau yang punya hak pilih di 17 provinsi dengan metode wawancara tatap muka.

Margin of error disebut tergantung dari jumlah sampel dan persentase wawancaranya. Misalnya, sampel 1.000 dengan estimasi persentase 5 persen atau 95 persen adalah plus minus 1,3 persen.

Roy Morgan, dikutip dari situsnya, merupakan lembaga riset pasar yang sudah berpengalaman selama 75 tahun dan memiliki sertifikat AS/NZS ISO 9001 and AS ISO 20252.

Sebelumnya, survei LSI Denny JA pada 18-25 Januari menyebut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 54,8 persen. Sementara, elektabilitas Prabowo-Sandi ada di angka 31 persen. Yang belum menentukan pilihan sebesar 14,2 persen.

Selain itu, survei Charta Politika Indonesia periode 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019 menyebut bahwa elektabilitas Jokowi-Ma’ruf meraih suara 53,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga memperoleh 34,1 persen. Sementara, yang belum memutuskan atau tidak menjawab mencapai 12,7 persen.

Baca Juga: Erick Thohir : Lihat Kejutan Jokowi di Jawa Barat

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Ditunjuk Dampingi Paman Birin di Pilkada 2020, Begini Tanggapan H Muhidin
apahabar.com

Politik

Dugaan Pelanggaran Kampanye di Barikin HST, Bawaslu Tindaklanjuti Laporan Tim Paslon Sabil
apahabar.com

Politik

Saban Effendi-Habib Didil Mantap Menuju Pilkada HST
apahabar.com

Politik

Buka Lapangan Kerja, Pasangan Nomor Urut 1 SHM-MAR Tingkatkan Program UMKM
apahabar.com

Politik

Direstui PDIP, Ovie-Iwansyah Menanti Dukungan Golkar
apahabar.com

Politik

Belajar dari Daun Salam, Kiai Ma’ruf Mau Jadi Cawapres

Politik

Derita Warga Tanbu: Lahan Sering Digusur dan Rentan Intimidasi, SHM-MAR Berikan Solusi
apahabar.com

Politik

Mengukur Kans Politik H Abidin dan Koalisi Indonesia Adil Makmur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com