CEK FAKTA: Covid-19 Jadi Ladang Bisnis RS di Banjarmasin? Duh, Zona Hitam Covid-19 di Banjarmasin Bertambah! Selama Pandemi, Biaya Operasional Bekantan Kalsel Kian Melonjak Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air KPK OTT Bupati Kutai Timur dan Istrinya di Jakarta




Home Kaltara

Jumat, 8 Maret 2019 - 10:52 WIB

Lewat Destana, Kaltara Siap Antisipasi Bencana

Redaksi - Apahabar.com

Pelatihan kader desa tangguh bencana Foto-dok. kabupaten tanah bumbu

Pelatihan kader desa tangguh bencana Foto-dok. kabupaten tanah bumbu

apahabar.com, TANJUNGSELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah membentuk sejumlah Desa Tangguh Bencana (Destana). Totalnya ada lima.

Lokasinya di Desa Long Peso, Desa Long Bia, dan Desa Waropiniang di Kabupaten Bulungan. Lalu, Desa Belayan, dan Desa Salap di Kabupaten Malinau.

“Destana ini dibentuk, guna mengantisipasi dini dan respon cepat (perpanjangan BPBD Provinsi Kaltara) dalam penanggulangan bencana di daerah,” kata Mohammad Pandi, Kepala Pelaksana BPBD Kaltara dikutip dari laman resmi Pemprov Kaltara, Jumat (8/3).

Pandi mengatakan, Destana yang telah dibentuk melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 ini, pendiriannya berdasarkan usulan dari BPBD kabupaten/kota kepada BPBD Provinsi.

“Desa yang diusulkan, akan kita survei. Tentu dengan melihat skala potensi rawan bencananya. Jika rawan bencana maka kita bentuk Destana disitu,” ungkapnya.

Baca Juga: Tiongkok Dominasi Tenaga Kerja Asing di Kalimantan Utara

Baca Juga: Tiap Bulan, Puluhan Ribu Warga Tak Mampu di Kaltara Dapat Rp 110 ribu

Selain itu, pada 2018 melalui APBN juga berhasil dibentuk 2 Destana di Kota Tarakan. Yaitu di Kelurahan Juwata Laut dan Sebengkok. “2 Destana di Tarakan, dipilih langsung oleh BNPB,” ujar Pandi.

Pada 2019, program Destana dari BNPB kembali dilanjutkan. Dengan prioritas desa yang potensi kerawanan bencananya tinggi. Di antaranya, Desa Mansalong, Sembakung Atulai dan Tulin Onsoi yang sering terjadi bencana alam seperti banjir.

“Hadirnya Destana di Kaltara merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk membentuk masyarakat yang tangguh dalam menanggulangi terjadinya bencana, sehingga masyarakat bisa meminimalkan ancaman dan resiko bencana,” kata Pandi.

Secara teknis, dalam membentuk Destana ada beberapa tahapan dalam pelaksanaannya. BPBD Provinsi sendiri telah melakukan legalitas dengan membentuk forum pengurangan resiko bencana dan relawan yang sudah berdasarkan Surat Keputusan (SK) untuk setiap desa.

“Tahun ini 5 Destana yang dibentuk akan kita follow-up untuk membentuk kelompok kerja (Pokja)-nya. Baik Pokja maupun relawan Destana nanti, itu terdiri dari masyarakat setempat. Bisa kalangan guru, pemuda, tokoh agama termasuk instansi yang berada disana,” katanya.

Sebagai informasi, BPBD provinsi, selaku fasilitator akan bertugas memfasilitasi pembentukan Destana.

Dalam artian, masyarakat akan diberi pengetahuan mengenai cara membuat kajian resiko bencana seperti membuat peta rawan bencana dan jalur evakuasi.

Fasilitator juga bertugas melakukan pendampingan kepada masyarakat desa dalam menyusun dokumen penanggulangan bencana.

“Dokumen ini yang menjadi acuan masyarakat desa untuk bisa mengajukan bantuan dana desa nantinya,” pungkas Pandi.

Baca Juga: Pemerintah Kaltara Minta Pelaku Karhutla Diberi Efek Jera

Baca Juga: Pemerintah RI-Malaysia Cek Lokasi Pos Lintas Batas

Editor: Fariz F

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltara

2019, Dana Desa untuk Kaltara Naik Jadi Rp 463,268 Miliar
apahabar.com

Kaltara

Apa Kabar Pembangunan Gedung Perkuliahan dan Lab UBT ?
apahabar.com

Kaltara

Guru di Pedalaman Kalimantan Syaratnya Cuma Ijazah SMA, Berminat?
apahabar.com

Kaltara

Jemput Bola ke Kawasan Terluar, Kaltara Andalkan SiPelandukilat
apahabar.com

Kaltara

Rp 12 miliar dari APBN untuk Jalan Lingkar Perbatasan
apahabar.com

Kaltara

Tarik Investasi, Pemprov Gencar Penyelesaian RUPM
apahabar.com

Kaltara

Rp30 M untuk Lanjutan Pengembangan Pelabuhan Tengkayu I
apahabar.com

Kaltara

Pemerintah Kaltara Dorong Pengawasan Pertambangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com