Temui Pacar, Begal Sadis di Gunung Kayangan Pelaihari Ditembak Petugas Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya

Massa Kepung PN Banjarmasin, Tuntut Terdakwa Dihukum Mati!

- Apahabar.com Senin, 25 Maret 2019 - 15:26 WIB

Massa Kepung PN Banjarmasin, Tuntut Terdakwa Dihukum Mati!

Puluhan keluarga korban sengaja menunggu selesainya sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Senin (25/2) dalam perkara pembunuhan terhadap Faris (35). Mereka tak terima dengan tuntutan 12 tahun yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum Kejari Banjarmasin. apahabar.com/Edoz.

apahabar.com, BANJARMASIN – Sidang pembunuhan yang menewaskan Faris (35), warga Jalan Antasan Kecil Barat (AKB) Gang Mekar Sari RT 12 Banjarmasin Tengah di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin berlangsung ricuh. Di ujung sidang, Senin (25/3) siang, massa mencoba menyerang para terdakwa.

Pantauan apahabar.com, massa yang telah memenuhi halaman pengadilan sejak siang hari tiba-tiba masuk ke dalam kantor pengadilan.

Puluhan keluarga korban sengaja menunggu selesainya sidang. Mereka tak terima dengan tuntutan 12 tahun yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum Kejari Banjarmasin.

Kericuhan tak terbendung bahkan beberapa orang berusaha melompati barikade petugas. Kepolisian tampak kepayahan membubarkan paksa massa yang diperkirakan mencapai ratusan orang.

“Pengadilan macam apa ini? kenapa terdakwa hanya dituntut pasal 170? Seharusnya ada pasal berlapis. Mulai 340, 351 hingga 338. Karena berencana menghabisi nyawa korban,” ujar kakak korban, Nazidah berteriak.

Sebelumnya, massa meminta hakim menuntut ketiga terdakwa dengan pasal pembunuhan berencana. Pasalnya, aksi pembacokan diduga direncanakan karena terjadi hanya gara gara tersinggung dengan korban yang memberi susu.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan massa masih memenuhi pengadilan negeri Banjarmasin. Para keluarga korban enggan beranjak di pengadilan.

Sidang pembunuhan warga Jalan Antasan Kecil Barat (AKB) Gang Mekar Sari RT 12 Banjarmasin Tengah di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Senin (25/3) siang. apahabar.com/Edoz

Para terdakwa juga diamankan di salah satu ruangan hakim untuk antisipasi keributan.

Selain itu, beberapa pejabat terkait di kota Banjarmasin terlihat di tengah kerumunan massa. Mulai dari Kasi Intel Kejari Banjarmasin Herawanto, Kasi Pidum Kejari Banjarmasin Deny Wicaksono, Kapolsek Banjarmasin Tengah AKP Sigit P hingga Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi.

Adapun kasus pembunuhan ini terjadi pada Kamis (27/9) malam, sekira pukul 20.30 di Jalan Sulawesi Gang Maluku RT 6 Banjarmasin Tengah. Insiden itu menewaskan Faris (35), warga Jalan Antasan Kecil Barat (AKB) Gang Mekar Sari RT 12 Banjarmasin Tengah. Korban tewas karena mengalami luka serius yang mengenai dada dan pinggang.

Pembunuhan disertai pengeroyokan ini sendiri bermotif masalah sepele. Pelaku tidak terima dengan perbuatan korban yang memberikan segelas susu. Mereka menduga, susu tersebut basi karena rasanya tidak nyaman.

“Saat itu para pelaku dalam keadaan mabuk, tetapi antara mereka sudah memiliki dendam lama,” terang Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi.

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Deputi KPK Bangga DJKN Kalselteng Terapkan Zona Integritas
apahabar.com

Kalsel

Distribusi Air Normal, PDAM HST Pun Kebanjiran Pelanggan
apahabar.com

Kalsel

Melihat Lebih Dekat Warung Si ‘Cantik’ Acil Ida yang Kini Viral    
apahabar.com

Kalsel

Peringatan Hari Kearsipan Nasional, Kalsel Masih Minim SDM Arsiparis

Kalsel

RZ Kalsel Beri Kado Lebaran ke Sejumlah Anak Yatim di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Merasa Tertekan, Pemuda di Kotabaru Gantung Diri di Rumah Kontrakan
apahabar.com

Kalsel

Ibnu Sina Ajak Masyarakat Jaga Kesucian Bulan Ramadan
apahabar.com

Kalsel

Kemenag Kalsel Harap PPIU Jadwal Ulang Keberangkatan Umrah Jemaah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com