BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

MUI Ingatkan Hasil Ijtima Ulama dalam Memilih Pemimpin

- Apahabar.com Rabu, 27 Maret 2019 - 16:16 WIB

MUI Ingatkan Hasil Ijtima Ulama dalam Memilih Pemimpin

Asrorun Niam. Foto-Suaramasjid.com

apahabar.com, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan kembali hasil ijtima Komisi fatwa se-Indonesia II tahun 2009, terkait menggunakan hak pilih dalam pemilihan umum.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh, seperti dilansir detikcom, Rabu (27/3/2019), mengingatkan kembali hasil ijtima ulama Komisi Fatwa se-Indonesia II tahun 2009.

Baca Juga: Elite Partai Koalisi Jokowi-Ma’ruf Datang Kampanye Akbar di Kalsel

Berikut Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia II tahun 2009:

Menggunakan Hak Pilih dalam Pemilihan Umum

1. Pemilihan umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa.

2. Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah (kepemimpinan) dan imarah (pemerintahan) dalam kehidupan bersama.

3. Imamah dan imarah dalam Islam menghajatkan syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agama agar terwujud kemaslahatan dalam masyarakat.

4. Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (shiddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathanah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib.

5. Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana disebutkan dalam butir 4 (empat) atau tidak memilih sama sekali padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya adalah haram.

Atas lima hasil ijtimak ulama tersebut, ada dua rekomendasi yang keluar. Rekomendasi ini terkait dengan anjuran bagi umat Islam dalam memilih pemimpin. Berikut ini rekomendasinya:

Rekomendasi

1. Umat Islam dianjurkan untuk memilih pemimpin dan wakil-wakilnya yang mengemban tugas amar makruf nahi munkar.

2. Pemerintah dan penyelenggara pemilu perlu meningkatkan sosialisasi penyelenggaraan pemilu agar partisipasi masyarakat dapat meningkat, sehingga hak masyarakat terpenuhi.

Baca Juga: Doa Muhaimin Iskandar untuk Jokowi

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ciledug Masih Tergenang Banjir, Jalur Jakarta-Tangerang Terputus
apahabar.com

Nasional

Chanel Youtube Urang Banua di Gabon-Afrika Kena Hack, 225 Ribu Subscriber Hilang
apahabar.com

Nasional

Belasan Anak Panti Asuhan di Kabupaten Banjar Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

1.377 Pemuda dan Pelajar Diamankan Polisi Terkait Unjuk Rasa UU Cipta Kerja di Jakarta
apahabar.com

Nasional

Waspada Bahaya Praktik Pengantin Pesanan ke Desa
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 1.790 Positif, 112 Sembuh, 170 Meninggal
apahabar.com

Nasional

Operasi Yustisi di DKI Jakarta, 114.133 Warga Terjaring
apahabar.com

Nasional

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Rapat Penanganan Covid-19 di Papua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com