ga('send', 'pageview');
Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani




Home Ekbis

Senin, 18 Maret 2019 - 11:35 WIB

Pangkas Impor Minyak Nasional, Intip Strategi Pertamina

Redaksi - apahabar.com

ilustrasi kilang minyak. Foto-Istimewa

ilustrasi kilang minyak. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Tingginya kebutuhan minyak mentah dalam negeri coba disiasati pemerintah dengan mendorong serapan minyak dari Kontraktor Kerja Sama (KKKS). PT Pertamina (Persero). Lewat KKKS, hasil produksi minyak mentah akan coba diserap.

Hingga awal Maret 2019, induk usaha migas BUMN ini telah menyerap minyak mentah dan kondensat sebanyak 123 milion barrel per calendar day (MBCD) yang didapat dari 29 KKKS.

Menurut Fajriyah Usman Vice President Corporate Communication Pertamina, selama ini impor minyak Pertamina disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri. Sehingga jumlahnya hanya merujuk pada kekurangan jumlah di dalam negeri.

Baca juga :  Ada Sentimen Global, Rupiah Berpeluang Menguat

“Prioritas kami [sekarang] mengambil dari dalam negeri dulu [bagian KKKS],” tuturnya dikutip dari Bisnis Indonesia, Senin (18/3).

Baca Juga: Pasok BBM ke Labuan Bajo, Pertamina Andalkan Jalur Alternatif

Dengan model kesepakatan antarbisnis, Pertamina terus berupaya menyerap seluruh minyak dari KKKS yang ada, termasuk dari Chevron dan ExxonMobil. Menurutnya, untuk proses transaksi dari ExxonMobil saat ini masih dalam proses penjajakan.

Di sisi lain, penyerapan minyak dari Chevron masih terus berjalan dan sedang dalam proses perpanjangan kontrak berikutnya.

“Untuk ExxonMobil masih on going penjajakan, sementara Chevron sedang berjalan dan proses perpanjangan,” tegasnya.

Baca juga :  Menkeu: Indonesia Belum Alami Resesi

Sebelumnya, Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina Hasto Wibowo mengatakan upaya negosiasi dengan ExxonMobil untuk kontrak jual-beli minyak mentah periode Januari-Juni tidak menemukan kesepakatan, negosiasi diarahkan untuk transaksi pada periode Juli-Desember.

“Antara kami dengan penjual tidak ada kesepakatan [Januari-Juni]. Namanya jual beli tidak bisa memaksa, kami harus respect. Nanti akan bicara lagi nih tapi untuk terms yang Juli-Desember,” katanya.

Untuk negosiasi dengan ExxonMobil, Pertamina mendiskusikan penyerapan minyak sebanyak 30.000 barel per hari.

Baca Juga: Pertamina Berbagi Tips Aman Penggunaan Elpiji

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Hingga Oktober 2019, BRI Telah Salurkan Rp83,3 Triliun KUR
apahabar.com

Ekbis

Lion Air Batal Layani Penerbangan Bagi Penumpang, Apa Alasannya?
apahabar.com

Ekbis

Simpan Data Sensitif, Microsoft Terancam Kena Sanksi
apahabar.com

Ekbis

Ini Sebab Nissan Tarik 150 Ribu Kendaraan di Jepang
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Melonjak Naik Rp9.000
apahabar.com

Ekbis

Kesepakatan Bisnis Selama FESyar KTI 2019 Rp 2,6 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Resolusi Pelindo III Banjarmasin di 2020; Tambah Alat Bongkar Muat Berharga Ratusan Miliar
apahabar.com

Ekbis

IHSG Anjlok 5 Persen, Perdagangan Saham Dibekukan Sementara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com