Juni, PPDB Online SMPN di Banjarbaru Dibuka Pelunasan Bipih Ditutup, Puluhan Jemaah Cadangan Lengkapi Kuota Haji Kalsel 2022 Innalillahi, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Tutup Usia PT BKB Tanbu Laporkan Ormas KPK Tipikor Kalsel ke Polisi [ANALISIS] Judi ‘Gurak’, Ritual Adat atau Kepentingan Pribadi?

Pangkas Impor Minyak Nasional, Intip Strategi Pertamina

- Apahabar.com     Senin, 18 Maret 2019 - 11:35 WITA

Pangkas Impor Minyak Nasional, Intip Strategi Pertamina

ilustrasi kilang minyak. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Tingginya kebutuhan minyak mentah dalam negeri coba disiasati pemerintah dengan mendorong serapan minyak dari Kontraktor Kerja Sama (KKKS). PT Pertamina (Persero). Lewat KKKS, hasil produksi minyak mentah akan coba diserap.

Hingga awal Maret 2019, induk usaha migas BUMN ini telah menyerap minyak mentah dan kondensat sebanyak 123 milion barrel per calendar day (MBCD) yang didapat dari 29 KKKS.

Menurut Fajriyah Usman Vice President Corporate Communication Pertamina, selama ini impor minyak Pertamina disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri. Sehingga jumlahnya hanya merujuk pada kekurangan jumlah di dalam negeri.

“Prioritas kami [sekarang] mengambil dari dalam negeri dulu [bagian KKKS],” tuturnya dikutip dari Bisnis Indonesia, Senin (18/3).

Baca Juga: Pasok BBM ke Labuan Bajo, Pertamina Andalkan Jalur Alternatif

Dengan model kesepakatan antarbisnis, Pertamina terus berupaya menyerap seluruh minyak dari KKKS yang ada, termasuk dari Chevron dan ExxonMobil. Menurutnya, untuk proses transaksi dari ExxonMobil saat ini masih dalam proses penjajakan.

Di sisi lain, penyerapan minyak dari Chevron masih terus berjalan dan sedang dalam proses perpanjangan kontrak berikutnya.

“Untuk ExxonMobil masih on going penjajakan, sementara Chevron sedang berjalan dan proses perpanjangan,” tegasnya.

Sebelumnya, Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina Hasto Wibowo mengatakan upaya negosiasi dengan ExxonMobil untuk kontrak jual-beli minyak mentah periode Januari-Juni tidak menemukan kesepakatan, negosiasi diarahkan untuk transaksi pada periode Juli-Desember.

“Antara kami dengan penjual tidak ada kesepakatan [Januari-Juni]. Namanya jual beli tidak bisa memaksa, kami harus respect. Nanti akan bicara lagi nih tapi untuk terms yang Juli-Desember,” katanya.

Untuk negosiasi dengan ExxonMobil, Pertamina mendiskusikan penyerapan minyak sebanyak 30.000 barel per hari.

Baca Juga: Pertamina Berbagi Tips Aman Penggunaan Elpiji

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bjb

Tak Berkategori

Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021

Tak Berkategori

Banyak Permintaan PTM, Pemkab Tapin Siap Tindaklanjuti
Atta Halilintar

Tak Berkategori

Aurel Jalani Puasa Mutih Jelang Pernikahan dengan Atta Halilintar, Anang Hermansyah Ragu!
apahabar.com

Tak Berkategori

Di tengah pandemi Covid-19, Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Musnahkan Ratusan Gram Sabu
apahabar.com

Tak Berkategori

Di Tengah Pandemi, Lalu Lintas Streaming Film Naik 193 Persen
Kesatuan Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (KPLP) Kelas II A Banjarmasin menggelar razia, Selasa (14/12) sore.

Tak Berkategori

Razia di Lapas Banjarmasin, Petugas Sita Ponsel hingga Sajam
apahabar.com

Tak Berkategori

Minim Ahli K3, Kasus Kecelakaan Kerja Masih Terjadi di Kalsel
apahabar.com

Tak Berkategori

Dugaan Asusila Oknum KPU Banjarmasin, Kajari Tunjuk Jaksa Senior
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com