Bupati Anang Resmikan SAMTA, Sekolah Alam Perdana di Tabalong Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas!

Pasca Teror New Zealand, Kapolda Kalsel: Banua Aman

- Apahabar.com Rabu, 20 Maret 2019 - 13:19 WIB

Pasca Teror New Zealand, Kapolda Kalsel: Banua Aman

Pasukan gabungan membubarkan diri usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin 19/6/2017. Foto-Republika/Rakhmawaty La'lang

apahabar.com, BANJARMASIN – Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kalimantan Selatan aman dan kondusif.

Pernyataan itu menjawab pertanyaan terkait penembakan brutal puluhan jamaah salat Jumat di Christchurch, New Zealand pada pekan lalu.

“Insyaallah tetap aman, kita tetap akan lakukan pengamanan,” kata Irjen Pol Yazid Fanani usai silaturahmi dengan tokoh lintas agama dan ormas yang berlangsung di Swiss-Belhotel Banjarmasin, Rabu (20/3).

Yazid melanjutkan, tak ada peningkatan status pengaman pasca peristiwa penembakan di Mesjid Al – Noor Dean’s Road itu.

Meski begitu, jenderal bintang dua ini mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi aksi kejahatan, terlebih jelang pemilu 2019 mendatang.

apahabar.com

Kapolda Kalsel Irjen Pol Yajid Fanani. Foto-Humas Polda Kalsel for apahabar.com

“Semuanya waspada, masyarakat juga diharap selalu waspada. Kita saat ini tingkatkan patroli terutama di tempat beribadah. Tapi semua tetap kondusif, Banua aman,” tegas Yazid.

Di luar itu, dirinya turut menyesalkan peristiwa yang merenggut 50 nyawa warga muslim tersebut.

 

Baca Juga: Pasca Teror New Zealand, Ini Langkah Polda Kalsel

Menurutnya, pemahaman radikal, terorisme, hanyalah pemahaman pribadi atau kelompok pelaku saja. Tidak ada agama yang mengajarkan pemahaman seperti itu.

“Tentunya, saya atas nama Kapolda Kalimantan Selatan dan masyarakat Banua menyesalkan, menyayangkan, tidak pernah setuju dengan tindak terorisme oleh siapa pun pelakunya, di mana pun, kepada siapa pun sasarannya,” pungkas Yazid.

Adapun, korban tewas penembakan umat Islam di Masjid New Zealand bertambah menjadi 50 orang.

Tambahan satu korban, seperti dilansir AFP, diketahui setelah polisi setempat mengevakuasi jenazah dari dua bangunan di kawasan selatan Kota Christchurch.

Komisioner Kepolisian Mike Bush menjelaskan, masih ada 36 orang yang dirawat di rumah sakit setelah aksi brutal tersebut.

Pelaku penembakan, menurut Bush, adalah ekstremis sayap kanan bernama Brenton Tarrant. Selain Brenton, ada dua terduga pelaku lainnya.

Baca Juga: Senjata Api Pelaku Teror di Masjid New Zealand Legal

Dua orang tersebut pada saat kejadian membawa senjata api di dalam mobilnya, namun kemudian polisi memastikan keduanya tidak terlibat aksi penembakan tersebut.

Dari dua orang tersebut, satu di antaranya adalah perempuan, dan seorang lainnya adalah laki-laki. perempuan itu sudah dilepaskan polisi, sementara si laki-laki masih berurusan soal kepemilikan senjata yang dibawanya.

Baca Juga: Begini Cerita Pria yang Lolos Penembakan di New Zealand ‘Berkat Alquran’

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Robek Surat Perjanjian, Demo di Kegubernuran Kalsel Memanas
apahabar.com

Kalsel

Diduga Cemari Sekolah, Hotel Pyramid Terancam Sanksi
apahabar.com

Kalsel

Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru
apahabar.com

Kalsel

Diancam Dibunuh, IRT di Banjarmasin Lapor Polisi
apahabar.com

Kalsel

Buntut Polemik Kadishub dan Komisi III Banjarmasin, Dewan Panggil Wali Kota
apahabar.com

Kalsel

‘Kalah Sebelum Berperang’, Zulfa Pilih DPR Ketimbang Pilkada Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Guru Zuhdi Wafat, Bang Dhin: Beliau Ulama Punya Semangat Gotong Royong
apahabar.com

Kalsel

Kenang Jasa Mantan Wali Kota Banjarbaru, Pemkot Beri Nama Jalan Baru Nadjmi Adhani
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com