Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Pasok BBM ke Labuan Bajo, Pertamina Andalkan Jalur Alternatif

- Apahabar.com Minggu, 10 Maret 2019 - 01:31 WIB

Pasok BBM ke Labuan Bajo, Pertamina Andalkan Jalur Alternatif

Ilustrasi pasok BBM via laut. Foto-pertamina.com

apahabar.com, LABUANBAJO – Longsor terjadi di daerah Cekonobo, Desa Culu, sekitar 16 Km arah Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada Kamis (7/3) kemarin. Pertamina berupaya menggunakan jalur alternatif untuk tetap memasok BBM ke daerah terdampak.

Sebanyak 4 mobil tangki pun akhirnya menempuh jalur alternatif dengan total perjalanan hingga 9 jam, termasuk 8 jam di laut. Padahal, pada kondisi normal, perjalanan memasok BBM ke daerah tersebut hanya sekitar 5 jam melalui darat.

Pada kondisi normal, BBM untuk Labuan Bajo dipasok melalui Terminal BBM Reo yang masih berada dalam satu daratan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur meskipun berbeda Kabupaten.

Namun karena terputusnya jalur akses ke sana, maka BBM dipasok dari Terminal BBM Bima yang berada pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Keempat mobil tanki tersebut, kata Unit Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Rustam Aji, membawa beberapa jenis BBM untuk kebutuhan di daerah terdampak.

Tiga mobil dengan double kompartemen membawa Premium sebanyak 24 KL dan Biosolar sebanyak 24 KL. Sementara 1 mobil lainnya membawa Minyak Tanah sebanyak 5 KL.

“Keempat mobil tangki ini berangkat pada Jumat malam melalui Pelabuhan ASDP Bima sekitar pukul 22.00 WITA dan telah tiba pada sekitar pukul 06.00 WITA di Pelabuhan ASDP Labuan Bajo. Dan langsung bisa melayani SPBU Sabtu pagi ini,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (9/3).

Kebutuhan BBM untuk masyarakat di Labuan Bajo, dilayani melalui 3 (tiga) SPBU di daerah tersebut, yaitu SPBU 54.865.02, SPBU 54.865.06, dan SPBU 54.865.01, dengan penyaluran rata-rata harian untuk Gasoline (bensin) sebesar 48 KL (kilo liter) dan Gasoil (Diesel) sebesar 32 KL. Sementara kebutuhan rata-rata Avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan di Bandara Komodo sebesar 15 KL/hari.

“Saat ini, stok BBM dalam kondisi yang aman dan kami akan terus menggunakan beberapa upaya terbaik untuk tetap memasok ke daerah terdampak,” tambahnya.

Pertamina juga terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait, untuk kelancaran distribusi BBM tersebut, dan tetap mengutamakan aspek HSSE (Health, Safety, Security, Environment) dalam operasionalnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135.

Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

KPK Terima 94 Laporan Gratifikasi Terkait Idulfitri 1440 Hijriyah
apahabar.com

Nasional

Viral, Macan Kumbang Mati Diduga Ditembak Warga
apahabar.com

Nasional

Tim TNI-Polri Temukan 15 Jenazah Pekerja Trans Papua Korban KKB
apahabar.com

Nasional

Lonjakan Harta Remigo Yolando Berutu, Bupati yang Terjaring OTT KPK
apahabar.com

Nasional

Update Korban Tsunami Selat Sunda, 430 Tewas
apahabar.com

Nasional

Bandara Wamena Siap Didarati Boeing
Kerumunan

Nasional

Bandel, Aparat Terpaksa Bubarkan Kerumunan di Klub Malam
apahabar.com

Nasional

Pembatasan Medsos Dinilai Mengungkung Hak Masyarakat Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com