Terang-terangan, Pemkot Banjarmasin Tak Siap Hadapi Banjir: Seperti Jakarta Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

Pelaku Teror Masjid Selandia Baru Disidang

- Apahabar.com Sabtu, 16 Maret 2019 - 13:22 WIB

Pelaku Teror Masjid Selandia Baru Disidang

Brenton Tarrant. Foto-Getty Images

apahabar.com, WELLINGTON – Brenton Tarrant, pria kelahiran Australia berusia 28 tahun, teroris penembak dua masjid di Christchurch, Selandia Baru hadir dipersidangan, Sabtu (16/3/2019).

Ia mengenakan seragam penjara berwarna putih dengan tangan diborgol. Tarrant duduk diam saat hakim membacakan dakwaan pembunuhan terhadapnya. Kemungkinan besar sederet dakwaan lain akan menyusul.

Setelah mendengarkan dakwaan dari hakim, Tarrant tidak mengajukan pembebasan bersyarat hingga sidang berikutnya yang dijadwalkan pada 5 April. Sementara itu, di luar gedung pengadilan dijaga pasukan polisi bersenjata lengkap.

Putra pria keturunan Afghanistan yang menjadi korban Daoud Nabi (71) menuntut keadilan. “Ini sudah keterlaluan, ini sudah di luar akal sehat,” kata dia. Sementara itu, 42 orang masih dirawat di rumah sakit akibat luka-luka mereka, termasuk seorang bocah berusia empat tahun.

Baca Juga: Senjata Api Pelaku Teror di Masjid New Zealand Legal

Baca Juga: Pelaku Penembakan di Masjid New Zealand Langsung Diadili

PM Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, seluruh korban tewas berasal dari negara-negara Islam, seperti Turki, Bangladesh, Indonesia, dan Malaysia. Stasiun televisi Al Arabiya mengabarkan satu warga Arab Saudi tewas dan lainnya terluka.

Dua warga Jordania juga ada di antara korban tewas. Sementara pemerintah Pakistan mengatakan, lima warga negeri itu belum diketahui nasibnya. PM Ardern langsung menyebut aksi penembakan massal ini sebagai serangan teroris dan sang pelaku membeli secara legal senjata yang dia gunakan dalam pembantaian itu.

“Pelaku adalah pemilik izin kepemilikan senjata yang sah sejak November 2017. Dan sebulan sesudahnya dia membeli berbagai senjata. Penyelidikan masih berlangsung terkait masalah ini, satu hal yang bisa saya katakan saat ini, undang-undang senjata api negeri ini akan berubah,” kata Ardern.

Dua bahan peledak rakitan juga ditemukan di dalam sebuah mobil dan sudah dijinakkan militer. Sebuah properti di kota Dunedin, 350 kilometer dari Christchurch, digeledah polisi. Ardern mengatakan, di properti itulah Brenton tinggal selama ini.

Sementara itu, dua orang lain ynng ikut ditangkap bersama pelaku penembakan masih ditahan meski keterkaitan dengan tragedi tersebut belum diketahui. Orang ketiga yang sempat ditahan adalah anggota masyarakat yang kebetulan membawa senjata api dan datang untuk menolong.

Baca Juga: Imam Besar Masjid Istiqlal Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Teror Selandia Baru

Baca Juga: Ma’ruf Amin Heran: Orang Salat Ditembakin

Baca Juga: Senjata Api Pelaku Teror di Masjid New Zealand Legal

Editor: Syarif

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

LSI: Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo Relatif Stagnan
apahabar.com

Nasional

Mahasiswa Janji Kawal Sidang Paripurna DPR 30 September
apahabar.com

Nasional

Usulan Fatwa Tak Puasa di Tengah Covid-19, Ini Tanggapan MUI
Komnas HAM

Nasional

Surati Kabareskrim, Komnas HAM Akan Periksa Mobil Polisi dan Laskar FPI
apahabar.com

Nasional

KPU: Total 225 Petugas KPPS Meninggal dan 1.470 Orang Sakit
KPK

Nasional

Heboh Sprindik Erick Thohir ke Novel, KPK Buru Pelaku

Nasional

Selama 7 Bulan, 6.248 Jenazah di Jakarta Dimakamkan dengan Protap Covid-19
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Antisipasi Kepulangan 34 Ribu Pekerja Migran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com