Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki Benny Wenda Deklarasi Papua Merdeka, Pemerintah RI Jangan Diam! 2 Saudaranya ‘Dipocong’ Hidup-Hidup, Saksi Kunci Pembunuhan Bocah di Benawa HST Trauma

Pemerintah Kaltara Minta Pelaku Karhutla Diberi Efek Jera

- Apahabar.com Rabu, 6 Maret 2019 - 19:19 WIB

Pemerintah Kaltara Minta Pelaku Karhutla Diberi Efek Jera

Ilustrasi kebakaran hutan. Foto-Desa Wiroko

apahabar.com, TANJUNGSELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara merasa jika pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) perlu diberi efek jera. Pemerintah berharap dukungan datang dari aparat penegakan hukum.

Guna efek jera, mestinya para pelakunya diekspose secara gamblang ke media massa.

Baca Juga: Empat Titik Api Terdeteksi di Kaltara

Kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara Muhammad Sarwana, Karhutla membuat pertumbuhan awan akibat peningkatan tekanan udara di bagian barat samudera pasifik, transportasi di atas lautan di bagian timur Indonesia terhambat.

Dampaknya, beberapa wilayah di Indonesia mengurangi curah hujan yang dikeluarkan jauh dari normalnya atau kekeringan. Salah satunya yang terdampak itu adalah, Provinsi Kaltara.

“Secara sosial budaya, sedianya masyarakat pribumi, Kaltara sudah menyediakan lahan untuk pertanian sepenuhnya. Biasanya, untuk membersihkan lahan dengan memuat, warga akan membuat sekat bakar atau semacamnya. Berbeda dengan warga yang iseng atau sengaja menggunakan lahan dengan tujuan lain. Ini yang perlu diperhatikan dan berhak efek jera, ”beber Sarwana dikutip dari laman resmi Pemprov Kaltara, Rabu (6/3).

Kerja sama dari lintas sektor juga diperlukan dalam penanggulangan bencana seperti ini, terkait rencana evakuasi untuk korban bencana. Baik, alat bantu dengar kualitas udara atau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Selain itu, guna menghindari kondisi ekstrem perlu dibuat rumah dengan tabung oksigen.

“Dari itu, saya mengimbau peran serta OPD (Organisasi Perangkat Daerah) seperti Dinkes (Dinas Kesehatan) dan DLH (Dinas Lingkungan Hidup),” ucap Sarwana.

Pentingnya upaya antisipasi dan penanggulangan karhutla, juga ditopang oleh fakta bahwa Kaltara merupakan provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak di Indonesia.

Catatan BPBD Kaltara, jumlah hotspot di Kaltara dalam 10 hari terakhir (tingkat kepercayaan 51 hingga 100 persen) pembaruan 2 Maret 2019, sebanyak 45 titik.

Ini menempatkan Kaltara sebagai provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak di Indonesia, setelah Riau (358 hotspot), dan Kalimantan Timur (97 hotspot).

“Pemprov Kaltara melalui BPBD Kaltara sudah melakukan upaya antisipasi lainnya. Diambil, edukasi antisipasi bencana pada anak usia dini, pembentukan Desa Tangguh Bencana, dan lainnya, ”ungkap Sarwana.

Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltara

Tak Sampaikan LPJ, Siap-Siap Tak Dapat Bantuan
apahabar.com

Kaltara

Empat Titik Api Terdeteksi di Kaltara
apahabar.com

Kaltara

Pilkada 2020, PDIP Kaltara Mulai Buka Pendaftaran
apahabar.com

Kaltara

Toko di Perbatasan Indonesia-Malaysia Ditarget Rampung Akhir Tahun
apahabar.com

Kaltara

Waspada Bencana, Kaltara Mulai Siapkan Logistik
apahabar.com

Kaltara

Kesembuhan Covid-19 di Kaltara Tembus 90,44 Persen!
apahabar.com

Kaltara

13. 940 Jiwa di Kaltara Akan Tercover JKN
apahabar.com

Kaltara

Rp 12 miliar dari APBN untuk Jalan Lingkar Perbatasan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com