Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Pemilu 2019, Intelijen Negara Mesti Netral

- Apahabar.com Sabtu, 23 Maret 2019 - 23:47 WIB

Pemilu 2019, Intelijen Negara Mesti Netral

ILUSTRASI petugas intelijen. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Pengamat dan praktisi Intelijen, Kolonel (Purn) Fauka Noor Farid mengingatkan agar aparat intelijen negara menjunjung tinggi netralitas dalam Pemilu 2019, seperti halnya TNI dan Polri.

“Semua aparatur ngara, termasuk intelijen, jangan sampai terseret dan terjebak dalam berpolitik praktis di ajang Pilpres 2019,” jelas Fauka di Jakarta, Sabtu (23/3), dikutip dari ANTARA.

Baca Juga: Khofifah Kaget Terkait Tudingan Romi Soal Kakanwil Jatim

Jika terlibat, kata dia tidak hal ini sudah tak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) intelijen.

Sejauh ini, Ia menduga ada propaganda yang disusun pihak intelijen, terutama saat memasuki puncak Pemilu 2019. Kondisi tersebut jika dibiarkan sangat berbahaya bagi keberlangsungan Pemilu itu sendiri.

“Intelijen negara itu harusnya netral. Fakta di lapangan menunjukkan itu, seperti kasus Neno Warisman dan banyak kasus lagi, juga teroris baru-baru ini. Ini bahaya jika digulirkan. Bunuh diri namanya dan mengada-ngada jika dikaitkan dengan khilafah,” kata mantan Komandan Kelompok Khusus Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI ini.

Masalah khilafah, tambah dia, adalah masalah yang tidak perlu dibesar-besarkan karena di dalam perjanjian pakta integritas Capres 02 Prabowo Subianto dengan Ijtima Ulama tidak ada menyatakan bahwa Indonesia akan dibuat khilafah.

“Ada ‘grand design’ mengenai itu, seakan-akan kejadian tersebut dilakukan HTI, yang akan membuat negara khilafah dan itu dikaitkan dengan kubu Capres 02. Harusnya semua netral, sama dengan lembaga-lembaga lainnya, harus netral,” ujarnya.

Adanya isu HTI dan khilafah yang dikaitkan dengan kubu capres 02, juga diduga hanya sekadar untuk menyaingi isu PKI yang ditujukan pada tim kubu 01 selama ini.

“Padahal, untuk menjadikan negara khilafah tidak semudah itu karena harus menguasai parlemen, eksekutif dan yudikatif,” kata Fauka.

Baca Juga: Selandia Baru Berduka, Ardern: Kita Adalah Satu

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sebarkan Video Mesum Bersama Pacar, Wanita Ini Ditangkap  
apahabar.com

Nasional

Giliran Kantor PDIP di Cileungsi Bogor Dilempar Molotov
apahabar.com

Nasional

Mahfud MD Menilai Persoalan RUU KPK Hanya pada Prosedurnya
apahabar.com

Nasional

Mantap..!! Bahasa Banjar, Dayak dan Bakumpai Diusulkan Jadi Bahasa Nasional
apahabar.com

Nasional

Jelang HPN, PWI Gelar Anugerah Jurnalistik Adinegoro
apahabar.com

Nasional

Gaji Anggota Polri Naik, Berikut Besarannya
apahabar.com

Nasional

Bani Seventeen Bakal Dimakamkan di Sleman
apahabar.com

Ekbis

Wow, Indonesia Punya Potensi Energi Terbarukan 442,4 GW
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com