Salah Tulis, Perbaikan Plang Nama SDN di Banjarmasin Tunggu Dana BOS Cair Bawa Pesan Damai ke Ukraina-Rusia, Jokowi Dianggap Layak Raih Nobel Diguyur Hujan Berjam-Jam, Sejumlah Kawasan di Banjarbaru Tergenang Banjarmasin Terendam Lagi, Masyarakat Diminta Waspada Air Kiriman! Banjarbaru Terendam, Sejumlah Warga Dievakuasi

Pemilu 2019, Intelijen Negara Mesti Netral

- Apahabar.com     Sabtu, 23 Maret 2019 - 23:47 WITA

Pemilu 2019, Intelijen Negara Mesti Netral

ILUSTRASI petugas intelijen. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Pengamat dan praktisi Intelijen, Kolonel (Purn) Fauka Noor Farid mengingatkan agar aparat intelijen negara menjunjung tinggi netralitas dalam Pemilu 2019, seperti halnya TNI dan Polri.

“Semua aparatur ngara, termasuk intelijen, jangan sampai terseret dan terjebak dalam berpolitik praktis di ajang Pilpres 2019,” jelas Fauka di Jakarta, Sabtu (23/3), dikutip dari ANTARA.

Baca Juga: Khofifah Kaget Terkait Tudingan Romi Soal Kakanwil Jatim

Jika terlibat, kata dia tidak hal ini sudah tak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) intelijen.

Sejauh ini, Ia menduga ada propaganda yang disusun pihak intelijen, terutama saat memasuki puncak Pemilu 2019. Kondisi tersebut jika dibiarkan sangat berbahaya bagi keberlangsungan Pemilu itu sendiri.

“Intelijen negara itu harusnya netral. Fakta di lapangan menunjukkan itu, seperti kasus Neno Warisman dan banyak kasus lagi, juga teroris baru-baru ini. Ini bahaya jika digulirkan. Bunuh diri namanya dan mengada-ngada jika dikaitkan dengan khilafah,” kata mantan Komandan Kelompok Khusus Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI ini.

Masalah khilafah, tambah dia, adalah masalah yang tidak perlu dibesar-besarkan karena di dalam perjanjian pakta integritas Capres 02 Prabowo Subianto dengan Ijtima Ulama tidak ada menyatakan bahwa Indonesia akan dibuat khilafah.

“Ada ‘grand design’ mengenai itu, seakan-akan kejadian tersebut dilakukan HTI, yang akan membuat negara khilafah dan itu dikaitkan dengan kubu Capres 02. Harusnya semua netral, sama dengan lembaga-lembaga lainnya, harus netral,” ujarnya.

Adanya isu HTI dan khilafah yang dikaitkan dengan kubu capres 02, juga diduga hanya sekadar untuk menyaingi isu PKI yang ditujukan pada tim kubu 01 selama ini.

“Padahal, untuk menjadikan negara khilafah tidak semudah itu karena harus menguasai parlemen, eksekutif dan yudikatif,” kata Fauka.

Baca Juga: Selandia Baru Berduka, Ardern: Kita Adalah Satu

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Djoko Tjandra

Nasional

Rizieq Shihab Bandingkan Tuntutan JPU Lebih Berat dari Kasus Korupsi Djoko Tjandra
Presiden Jokowi

Nasional

Presiden Jokowi Ajak Industri Manfaatkan Teknologi Digital
apahabar.com

Nasional

Bupati Kutim Kena OTT, Bukti KPK Era Firli Bahuri Masih Bertaji?
PPKM

Nasional

IDI minta Masyarakat Tidak Unjuk Rasa Tolak PPKM
Kematian Covid-19

Nasional

Hari Ini 21 Provinsi Tercatat Nol Kematian Covid-19, Termasuk Kalsel
Kasus Harian Covid-19

Nasional

Kasus Harian Covid-19 Capai Angka Ribuan, Jokowi Segera Umumkan Kebijakan Terbaru

Nasional

Wacana Tax Amnesty Jilid II, Mardani H Maming: Kita Dukung
Ridwan Kamil

Nasional

Usul Ridwan Kamil soal Solusi Lapas Overpenghuni
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com