Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Pemprov: KEK MBTK 100 Persen Siap Diresmikan

- Apahabar.com Senin, 25 Maret 2019 - 21:30 WIB

Pemprov: KEK MBTK 100 Persen Siap Diresmikan

KEK Maloy bakal disiapkan sebagai pusat hilirisasi sawit di Kaltim. Foto-dok Humas Pemprov Kaltim

apahabar.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyatakan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) 100 persen siap diresmikan.

Kepastian peresmian cikal bakal pusat CPO Kaltim di kawasan Sangkulirang, Kutai Timur tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Kaltim Isran Noor.

Baca Juga: Temukan Coretan Soal Teror di New Zealand, Polisi Menduga Masjid di AS Dibakar

“Persiapan Maloy tidak masalah, sudah oke semua,” kata Isran dikutip apahabar.com dari laman resmi Pemprov Kaltim, Senin (25/3).

Seluruh persyaratan atau check point (titik pemeriksaan) sudah dilengkapi. Sebelumnya dari 17 check point, terdapat tiga yang belum dilengkapi hingga akhir Desember 2018. Dan awal Maret ini seluruhnya sudah dilengkapi.

Ketiga check point itu adalah sertifikasi enam blok lahan dari 519 hektar yang sudah dibebaskan, ketersediaan gapura masuk KEK MBTK di simpang jalan poros menuju Kecamatan Sangkulirang dan ketersediaan fasilitas pemadam kebakaran.

Saat ini, KEK MBTK sudah dilengkapi fasilitas jalan lingkungan, listrik, air bersih, bahkan pelabuhan berskala internasional. Khusus listrik dan air bersih, kelak juga bisa dinikmati masyarakat di sekitar KEK MBTK.

Menurut sang gubernur, jika bisa segera diresmikan, maka investor akan mendapat banyak kemudahan dari kawasan ekonomi khusus ini. Khususnya terkait pengolahan industri oleochemical, hingga industri pengolahan batu bara, termasuk hasil perkebunan lainnya seperti karet, kakao, sawit dan lainnya. Diyakini Kutai Timur akan berkembang pesat dengan kehadiran kawasan ekonomi khusus ini.

Langkah Gubernur Isran Noor ini sekaligus menggambarkan keseriusan pemerintah untuk melanjutkan program-program strategis potensial yang diprakarsai gubernur Kaltim sebelumnya, Awang Faroek Ishak.

Bupati Kutai Timur Ismunandar tak berbeda haluan soal rencana ini. Menurutnya, kawasan industri Maloy sudah seharusnya disukseskan.

“Pokoknya Maloy siap diresmikan. Apa jar gubernur, kita umpati (apa kata gubernur, kita ikuti),” ucap Ismu.

Pengembangan Maloy sebagai kawasan industri strategis sangat tepat. Sebab kawasan ini digadang-gadang akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Kaltim masa depan. Mengedepankan industri pengolahan berbasis sumber daya alam terbarukan.

Maloy akan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Kaltim masa depan, khususnya di wilayah tengah dan utara Kaltim.

Pengembangan industri berbasis sumber daya alam terbarukan, seperti pengolahan kelapa sawit menjadi beragam produk turunan (downstream), kemudian pengolahan hasil karet, kakao (cokelat), lada, jagung dan lainnya menjadi produk-produk bernilai tambah secara langsung akan berdampak pada pergerakan ekonomi kawasan.

Sementara pengolahan hasil produksi batu bara juga akan disiapkan di kawasan ini. Sehingga batu bara tidak hanya menjadi produk yang dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan juga bernilai tambah. Kehadiran kawasan ekonomi ini pun akan menyerap hingga puluhan ribu tenaga kerja.

Sebagai tambahan informasi, KEK MBTK ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2014 pada tanggal 17 Oktober 2014. KEK MBTK memiliki bisnis utama berupa industri kelapa sawit.

Di samping itu, terdapat bisnis pendukung, yaitu logistik dan aneka industri. Produk-produk utama yang akan dihasilkan diantaranya adalah fatty acid, fatty alcohol, surfactant, biodiesel dan minyak goreng.

Untuk mendukung operasional KEK MBTK sejak beberapa tahun lalu pemerintah sudah dan sedang menyiapkan dukungan infrastruktur di antaranya peningkatan jalan nasional menuju Maloy, Samarinda– Bontang–Sangatta–Simpang Perdau–Bengalon– Maloy–Sangkulirang– Batu Lepok.

Disebutkan pula, APBN Kementerian PUPR juga telah membangun jalan akses menuju KEK MBTK dari jalan poros menuju Sangkulirang. Demikian pun di dalam kawasan industri.

Rencana lainnya adalah pengembangan Bandara Sangkima di Sangatta untuk lebih memberi kemudahan bagi para investor.

“Kita juga sudah bangun pelabuhan CPO (crude palm oil). Tanki timbun CPO juga akan kita perjuangkan ke pusat agar segera dibangun. Tujuannya jelas agar investor lebih bersemangat,” kata Kepala Bappeda Kaltim Zairin Zain.

KEK MBTK juga didukung pelabuhan kargo dan rencana pembangunan jalur kereta api untuk angkutan batu bara bekerja sama dengan Russian Railways, BUMN Rusia.

KEK MBTK juga diperkuat jaringan distribusi air bersih dengan sambungan pipa sepanjang 28.728 meter. Sistem jaringan pipa transmisi air baku menggunakan sumber air dari Gunung Sekerat. Kebutuhan air bersih KEK MBTK diperkirakan mencapai 200 liter per detik.

Sementara dari sisi geografis, KEK MBTK sangat strategis karena berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Dari jalur ini, pengiriman ekspor akan lebih cepat dan efisien, khususnya untuk kawasan China dan Korea Selatan.

Perbandingannya pun sangat jauh. Pengiriman melalui Surabaya atau Jakarta memerlukan waktu hingga 30 hari. Sedangkan pengiriman langsung dari Kaltim cukup 9 hari.

Jika semua rencana berjalan lancar, maka investasi di KEK MBTK ini diprediksi mencapai puluhan triliun rupiah.

Pengembangan KEK MBTK pun selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah Kaltim yang perlahan akan beralih kepada kekuatan ekonomi berbasis sumber daya alam terbarukan.

Langkah ini juga serasi dengan hasil penelitian para pakar di antaranya peneliti dari Laboratory of Electric Machinery, Department of Electrical and Electronic Engineering, Kitami Institute of Technology, Hokaido Jepang, Marwan Rosyadi yang menyebutkan energi fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam akan berakhir pada tahun 2050.

Penelitian yang sama dilakukan Global Wind Energy Council (GWEC). Pada tahun itu, GWEC memprediksi negara-negara Eropa sudah tidak akan lagi menggunakan energi fosil, tapi energi baru terbarukan.

Hal itu menjadi pertanda bahwa sumber daya alam kita akan segera berakhir. Oleh sebab itu, tepatlah jika Kaltim menyiapkan kemudian KEK MBTK dan kawasan industri lainnya untuk menjadi penopang utama kekuatan ekonomi Bumi Etam di masa depan, pasca berakhirnya kejayaan tambang batu bara, minyak dan gas bumi.

Diwartakan sebelumnya, mimpi Kaltim meresmikan KEK Maloy bakal segera terwujud. Peresmian akan dilakukan 21 Maret mendatang.

Molor dari target awal, KEK yang digadang-gadang menjadi pusat hilirasi produk sawit Kaltim itu akan diresmikan langsung Presiden Joko Widodo dari KEK Bitung Sulawesi Utara (Sulut). KEK, sebelumnya, ditarget resmi pada 25 Februari lalu.

Baca Juga: Plt Ketum PSSI Joko Driyono Ditahan Satgas Antimafia Bola Polri

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polri: Hasil Rapid Test, 300 Siswa Setukpa Polri Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Jokowi Targetkan Kurva Covid-19 Bulan Ini Harus Turun
apahabar.com

Nasional

Tak Cuma Miras, TNI Sita Sejumlah Pucuk Senpi dari Malaysia
apahabar.com

Nasional

BPN Akui 3 Ibu Kampanye Hitam ke Jokowi Adalah Relawan Prabowo
apahabar.com

Nasional

Lapor ke Wapres, Erick Sebut Proses Vaksin Halal Covid-19 Harus Jadi Prioritas
apahabar.com

Nasional

100 Relawan Diterjunkan untuk Pungut Sampah Kampanye Akbar Prabowo-Sandi
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, DPR Mulai Proses Uji Kelayakan Capim KPK
apahabar.com

Nasional

Dubai Fasilitasi Ribuan Non-Muslim 49 Negara Belajar Islam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com