Menyingkap Tabir Sejarah Banjar (1): Misteri Makam Demang Lehman Luna Maya Pakai Dress Rp 44 Juta dan Handbag Rp 383 Juta, Netizen Kira Mantan Ariel Noah Tenteng Kaleng Cat! Kejutan! OPIN Susul Insan Kotabaru Dukung 2BHD Jadwal Liga Champions Malam Ini, Liverpool, City, Real Madrid, Inter, Live SCTV, Barcelona vs Juventus Besok! Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup!

Pemuda Banjarmasin Terlibat Sabu 40 Kilogram di Palembang, Kepala BNNK : Jaga Anak dari Sindikat Narkoba

- Apahabar.com Rabu, 13 Maret 2019 - 15:56 WIB

Pemuda Banjarmasin Terlibat Sabu 40 Kilogram di Palembang, Kepala BNNK : Jaga Anak dari Sindikat Narkoba

Ilustrasi. Foto-RomaDencade

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Banjarmasin enggan berkomentar terlalu jauh terkait tertangkapnya dua orang kurir narkoba asal Banjarmasin yang membawa sabu seberat 40 kilogram dan 40.000 butir ekstasi di Sumatera Selatan (Sumsel) Palembang, beberapa pekan lalu.

“Saya no coment, karena tak menangani dan tak mengetahui persis,” ucap Kepala BNN Kota Banjarmasin, AKBP Nurmawati kepada apahabar.com, Rabu (13/3/2019).

Namun, Ia mengimbau kepada orang tua yang berada di Banjarmasin agar hati-hati dengan anak yang sering berpergian jauh tanpa ada tujuan yang jelas. Terlebih anak yang jarang meminta uang kepada orang tua.

“Pertanyaannya satu, Ia dapat uang dari mana. Kita jangan bangga apabila anak pergi kesana kemari,” jelasnya.

Terlebih, kata dia, tak ada yang gratis di zaman sekarang. Sehingga peran orang tua sangat sentral dalam menghindari agar anak tak tergulung dalam sindikat peredaran gelap narkoba.

Memang, sambungan AKBP Nurmawati, bisnis narkoba sangat menjanjikan. Oleh sebab itu, perlu ditanamkan keimanan. Kalau tak beriman, kata dia, si anak akan terseret. Cepat atau lambat past tertangkap.

“Saya hanya menghimbau kepada masyarakat Banjarmasin agar selalu memperhatikan anak,” tutupnya.

Sebelumnya, Direktur Resnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman menyebut Ismayandi (24) dan Rio Ramdhani (25) menjual jasa sebagai kurir dalam upaya penyelundupan 40 Kg sabu dan 40 ribu butir ekstasi. Keduanya diketahui berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sesuai rencana mereka, ratusan Kg sabu dan ribuan ekstasi tersebut hendak dipasok dari Sumsel ke Jakarta via kereta api.

Keduanya nekat menjadi pengantar, kata Farman, lantaran dijanjikan upah Rp300 juta. Dari penelusuran, mereka datang dari Bandung. Sampai di Palembang, mereka berpisah dan menginap di hotel berbeda.

“Rencananya, upah ini akan diberikan kepada Rio, dan barulah nanti dibagi ke Ismayandi,” kata Farman dikutip dari Jawapos.com, Sabtu (2/3).

Dalam beraksi, Rio membawa sabu seberat 15 Kg serta 30 ribu butir ekstasi. Ismayandi membawa sabu seberat 25 Kg dan 10 ribu butir ekstasi.

Baca Juga: Edar Sabu, Seorang Pemulung Dibekuk Polisi

Selain menyita barang bukti narkoba, Korps Bhayangkara mengamankan Toyota Corolla yang digunakan tersangka untuk membawa narkoba.

Akan perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 112 dan 114 Undang-Undang 35/2009 tentang Narkoba ancaman maksimal hukuman mati.

Petugas gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Polda Sumatera Selatan sebelumnya menangkap Ismayandi dan Rio di hotel di kawasan Jalan Demang Lebar Daun dan Jalan Basuki Rakhmat Kota Palembang.

Penangkapan dilakukan pada Jumat (1/3) malam. Saat itu, keduanya ketahuan membawa 12 kg pil ekstasi atau sekitar 50.000 butir.

“Mereka berdua masih jaringan ‘Letto’ dan jaringan ‘Noval Bandung’ yang beberapa waktu lalu ditangkap. Tersangka pertama, Ismaidi; dan kedua, Rio,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain di Palembang, Sabtu (2/3) dikutip dari Kompas.com.

“Saat ditangkap, semua tersangka tidak melakukan perlawanan,” jelasnya.

Kapolda menjelaskan kasus ini terungkap atas kerja sama dengan Polda Metro Jaya. Kala itu Polda Metro Jaya menangkap satu orang yang membawa 10 kg sabu di Jakut pada Jumat (1/30) malam.

Berdasarkan pengembangan, diketahui akan ada pasokan narkoba yang datang dari Sumsel.

“Setidaknya ada 250.000 jiwa yang terselamatkan dari penangkapan ini, sementara asal barang masih kami selidiki,” Kapolda menambahkan.

Tersangka Rio, kata kapolda, mengaku barang haram tersebut akan dibawa ke Jakarta menggunakan kereta api dan biro travel.

Selanjutnya para tersangka akan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa bersama lima tersangka lain yang diamankan lebih dulu.

Terkait asal kedua pemuda tersebut, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman membenarkan mereka berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Pengedar di Banjarmasin Timur Simpan Sabu di Selangkangan

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Pengguna Narkoba Diringkus Resnarkoba Polres Tapin
apahabar.com

Hukum

Gagal Edar, 8 Gram Sabu Diamankan Satresnarkoba Polres Barito Kuala
apahabar.com

Hukum

Benarkah Kematian Bripka Matheus Akibat Bunuh Diri?
apahabar.com

Hukum

Diduga Cabuli 9 Santriwati, Pengasuh Ponpes Limpasu HST Segera Diadili
apahabar.com

Hukum

Satreskrim Polresta Banjarmasin Ringkus Satu Begal Motor
apahabar.com

Hukum

Mayat Tanpa Kepala di Kotabaru, Polisi: Pelaku Tidak Tunggal
apahabar.com

Hukum

Fakta Baru Wanita Tunagrahita Korban Pemerkosaan Bocah Cabul di Tapin
apahabar.com

Hukum

1 Pria Bersama 2 Emak-emak di Tabalong Kepergok Pesta Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com