Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel

Pendiri Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Depok Meninggal Dunia

- Apahabar.com Jumat, 29 Maret 2019 - 13:48 WIB

Pendiri Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Depok Meninggal Dunia

Masjid Kubah Emas, Cinere, Depok. Foto–Istimewa/Inews.id

apahabar.com, JAKARTA – Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji’un. Pendiri Masjid Kubah Emas, Depok, Hj Djuriah Rais, Depok, telah berpulang ke Rahmatullah pada Jumat (29/3) dini hari di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.

Perempuan yang dikenal dengan sapaan Dian Al Mahri itu tutup usia pada Jumat (29/3) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB di usia 70 tahun.

“Saat ini masih di rumah duka di kawasan Petukangan, baru nanti dibawa ke Masjid Kubah Emas untuk disalati dan dimakamkan,” ujar Sekretaris Yayasan Dian Al-Mahri, Haji Sri, seperti dilansir CNNIndonesia.com. Sri mengatakan Dian Al Mahri meninggal karena sakit.

Saat ini, kata Sri, para pelayat sudah memenuhi rumah duka yang berada di Jalan Petukangan Selatan, Jakarta Selatan.

“Rumah duka sih sudah ramai di Petukangan Selatan, kalau di masjid mungkin yang persiapan untuk menyalati dan memakamkan saja. Saya belum ke sana,” ujar Sri.

Ia mengungkapkan proses pemakaman pun akan dilakukan di kompleks Masjid Kubah Emas yang berada di Meruyung, Kota Depok.

Proses pemakaman terbuka untuk umum. Rencananya mendiang Dian Al Mahri akan disalati di masjid tersebut selepas salat Jumat.

Baca Juga: Masjid Pusaka, Masjid Tertua di Kabupaten Tabalong

Masjid Kubah Emas dikenal karena bagian kubahnya disebutkan dilapisi emas 22 karat. Masjid ini memiliki lima kubah yang berlapiskan emas dan itu disebutkan melambangkan rukun Islam.

Selain itu, Masjid yang berada di dalam kompleks Islamic Center Dian Al-Mahri itu memiliki enam menara yang disebut melambangkan rukun iman.

Akibat kubahnya yang unik itulah, masjid ini pun menjadi salah satu tujuan wisata religi.

Nama masjid ini berasal dari nama sang pendiri, Hj Dian, dan nama anak bungsunya, Mahri.

“Gaya bangunan masjid ini mengadopsi masjid yang ada di Timur Tengah, Masjid Nabawi, Masjidil Aqso, dan Masjidil Haram,” ujar Karno, salah satu pengurus Masjid Dian Al-Mahri pada 2015 silam.

Dikutip dari Inews.id, masjid kubah emas mulai dibangun sejak 2001 dan selesai akhir 2006. Masjid tersebut dibuka untuk umum pada 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha yang kedua kalinya pada tahun itu. Dengan luas kawasan 50 hektare, bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8.000 meter persegi.

Masjid ini mampu menampung 20.000 jamaah dan sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara.

Baca Juga: Masjid Raya Sabilal Muhtadin (1), Begini Sejarah Dibangunnya

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

ABK di Kotabaru Terindikasi Corona, Cuncung: RSUD Ulin Banjarmasin Harus Siap
apahabar.com

Nasional

Heboh Pernikahan Sedarah Warga Bulukumba di Balikpapan
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Akan Buka Penerimaan 1 Juta CPNS pada 2021, Berikut Formasinya
apahabar.com

Nasional

TKN: Jokowi Dapat Kartu Truft pada Debat Pamungkas
apahabar.com

Nasional

Jasad Ustaz Arifin Ilham Mengeluarkan Aroma Harum
apahabar.com

Nasional

Selasa Siang, Prabowo Tertinggal Tiga Juta Suara Berdasar Situng KPU

Nasional

Sah Ditandatangani Jokowi, Pasal 6 UU Omnibus Law Cipta Kerja Jadi Sorotan, Ada Apa?
apahabar.com

Hukum

Ungkap Pembunuhan Editor Metro TV, Polisi Terjunkan Anjing Pelacak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com