BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Pengamat: Capres Kurang Elaborasi Tantangan Internasional Bidang Siber

- Apahabar.com Minggu, 31 Maret 2019 - 12:57 WIB

Pengamat: Capres Kurang Elaborasi Tantangan Internasional Bidang Siber

Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan saat mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat itu mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional.Foto-Antaranews.com

apahabar.com, JAKARTA – Pengamat politik Universitas Paramadina, Yandi Hermawandi menilai kedua calon presiden baik capres nomor urut 01 Joko Widodo maupun capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kurang mengelaborasi tantang internasional terkini di bidang ekonomi dan siber.

“Misalnya, bagaimana sikap Indonesia menghadapi gempuran kekuatan ekonomi China dan Amerika Serikat?,” kata Yandi menanggapi debat capres putaran keempat di Jakarta, seperti dilansir Antara, Minggu (31/3/2019).

Baca Juga: Kampanye di Makassar, Jokowi: Saya Terus Berjalan Beriringan dengan Pak Jusuf Kalla

Menurut dia, utang luar negeri terutama dari China banyak menjerat negara-negara debitor seperti Indonesia. Padahal ini problem nyata internasional terkini. “Tapi, kenapa tidak di elaborasi,” katanya menyayangkan.

Di bidang siber, seperti soal peraturan kerahasiaan data pengguna facebook dan masalah big data juga tidak di elaborasi padahal jumlah pengguna internet Indonesia ini salah satu terbesar di dunia.

Berkaitan dengan pemerintahan berteknologi 4.0, Jokowi akan menjalankan menciptakan pemerintah Dilan (digital melayani).

Baca Juga: Revolusi 4.0, Indonesia Perlu Pemerintahan Berbasis Elektronik Kecepatan, Ini Reaksi Prabowo

Selama menjabat Jokowi mengklaim sudah menjalankan integrasi teknologi dengan pemerintah melalui e-government, e-budgeting, e-procurement dan lain-lain. Sedangkan Prabowo menekankan soal transparansi.

“Artinya teknologi dalam pemerintahan harus ditujukan untuk transparansi kinerja aparat,” kata pendiri Nation State Institute Indonesia ini.

Yandi menambahkan, terkait soal isu pertahanan, pernyataan Prabowo paling pas yang menggarisbawahi soal peribahasa latin, “si vis pacem para bellum” (jika kau mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah menghadapi perang).

Baca Juga: Debat Keempat Capres 2019, Jokowi: Pemerintah Perlu ‘Dilan’

“Jangan hanya karena alasan ekonomi dan peran mediasi internasional, tapi lupa fokus kekuatan pertahanan kita. Diplomasi akan baik jika negara kuat, bangsa lain akan segan,” kata Yandi.

Komisi Pemilihan Umum menyelenggarakan Debat Ke-4 Pilpres 2019 yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu malam (30/3). Debat itu mengangkat tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan serta hubungan internasional.

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

BPN Telah Siapkan Saksi Fakta dan Ahli di Sidang Gugatan ke MK

Politik

Sari Kaget Didatangi Cawali Banjarmasin Hj Ananda
apahabar.com

Politik

Nasdem Terbuka untuk TGB
apahabar.com

Politik

Pilkada Serentak 2020, Generasi Milenial Berpotensi buat Framing Bakal Calon
apahabar.com

Politik

Wabup HST Segera Ditetapkan
apahabar.com

Politik

Mulai Tancap Gas di Pilkada Tanbu, Alpiya Rakhman Bangun Komunikasi dengan Kader Gerindra
apahabar.com

Politik

Usai Latihan, Jokowi Semakin ‘Mantul’ Ikuti Debat Perdana Pilpres 2019
SHM-MAR

Politik

Sambut Kedatangan Calon Kuat Bupati Tanah Bumbu, Dua Pria Bali Rela Cukur Rambut Motif SHM-MAR
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com