Sosok Promotor Pemberian Gelar Doktor Kehormatan Paman Birin Bukan Orang Sembarangan Tempo Dua Bulan, Polres Tala Ungkap Puluhan Tersangka Kasus Narkoba Kebakaran di Pampanan, INAFIS Polres Tabalong Turun Tangan Kios di Tapin Terbakar, Satu Orang Jadi Korban Tarif PCR Sudah Turun, Maskapai Penerbangan di Kalsel Masih Menjerit

Pengusaha Travel Haji dan Umrah Kalsel Ancam Boikot Garuda

- Apahabar.com     Kamis, 14 Maret 2019 - 20:41 WITA

Pengusaha Travel Haji dan Umrah Kalsel Ancam Boikot Garuda

Ilustrasi Garuda lepas landas di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Sejumlah travel haji dan umrah di Provinsi Kalimantan Selatan mengancam boikot maskapai udara Garuda Indonesia. Mereka tergabung di Forum Komunikasi Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Khusus (KPIUHK).

Alasannya, karena tidak setuju dengan kebijakan baru penjualan tiket pesawat milik negara itu, harus melalui empat agen yang ada di Jakarta, mulai Maret 2019. Monopoli tiket membuat mereka tidak bisa memesan langsung kepada Garuda.

Baca Juga: Rumah Sakit di Tanbu Siap Tampung Caleg Stres

“Kita ingin Garuda kembali kebijakan lama, di mana setiap kantor cabang Garuda di daerah ada penjualan tiket,” ujar Ketua Forum Komunikasi Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Khusus Kalsel H Saridi Sarimin, di Banjarbaru, Kamis (14/3), tulis ANTARA.

Kalau tidak demikian, tegasnya, pihaknya mengancam akan meninggalkan maskapai Garuda. Karena empat agen yang dipercaya monopoli tempat pembelian tiket itu memiliki bisnis travel umrah dan haji khusus pula.

“Kita ingin terus menjaga Garuda di dadaku, tapi kalau menyulitkan begini, kita lebih baik beralih ke maskapai lain,” tuturnya.

Sebab, terangnya, kalau pihaknya menuruti kebijakan baru ini, pembelian tiket, pemesanan dan pemantauan kuota kursi pesawat menjadi sulit.

“Sebab kita tidak tahu apakah tiket pesawat yang kita pesan itu ada tempatnya atau tidak, sehingga mengganggu sistem penjualan paket kita,” tutur Saridi.

Apalagi kebijakan baru ini juga membuat adanya peningkatan harga. Belum lagi pengeluaran biaya ke Jakarta untuk mengurus pembelian tiket ini.

“Ada apa ini, kanapa Garuda jadi demikian, ini juga jadi keluhan travel di provinsi lainnya,” papar Saridi.

Padahal, kata dia, forumnya yang memiliki anggota sebanyak 50 travel umrah dan haji khusus ini sekitar 60 persennya menggunakan jasa maskapai Garuda.

“Kalau pihak Garuda tidak memperhatikan keluhan kami, tentunya banyak maskapai lain sebagai pilihan,” ujarnya diamini para anggota KPIUHK Kalsel lainnya saat acara silaturahmi di rumah Pemilik Travel Umrah dan Haji Khusus “Abis” Hj Utami Dewi di Banjarbaru.

Ditambahkan Hj Utami Dewi, pemerintah harus mendengarkan keluhan pihaknya di daerah ini, apalagi Kalsel menjadi salah satu daerah paling banyak masyarakatnya menunaikan ibadah umrah, sekitar 25 ribu orang/tahun.

“Semoga saja bandara kita ini cepat menjadi bandara internasional, sehingga semuanya makin mudah,” paparnya.

Baca Juga: Pulau Rusa, Tempat Wisata Alam Baru di Kalsel

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Program Ramadan

Banjarmasin

Program Ramadan YN’S Center Berakhir, Begini Harapan Ulama ke Depan
apahabar.com

Kalsel

Badan Restorasi Gambut Targetkan 2 Juta Hektar Lahan di Kalimantan Dipulihkan
apahabar.com

Kalsel

Rooswandi Salem Kukuhkan 14 Kepala Desa di Tanbu
Prokes

Kalsel

Abai Prokes, 5 Warga Tabalong Terjaring Operasi Yustisi
apahabar.com

Kalsel

Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Jajaran Polres HSU Ikuti Sosialisasi Aplikasi BOS
apahabar.com

Kalsel

Miliki Alat PCR, RS Bhayangkara Siap Tangani Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Cerah Lagi
apahabar.com

Kalsel

Berkas Lengkap, Eks Pemred Banjarhits Pindah Tahanan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com