Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Penyeberangan Gaza Ditutup, Penyaluran Bantuan Tersendat

- Apahabar.com Selasa, 12 Maret 2019 - 20:54 WIB

Penyeberangan Gaza Ditutup, Penyaluran Bantuan Tersendat

Foto-Dok. ACT, AFP

apahabar.com, GAZA – Blokade Israel atas Jalur Gaza semakin berimbas pada ketersediaan pangan di Palestina. Selasa (5/3), Israel menutup jalur penyeberangan komersial Gaza, yakni Karam Abu Salem.

Dengan kata lain, akses mobilisasi bantuan kemanusiaan maupun bahan pangan ditutup, kecuali bahan bakar. Hal ini disampaikan oleh sejumlah media Palestina.

Penutupan Karam Abu Salem juga dibarengi dengan serangan Israel di wilayah Palestina dalam beberapa hari terakhir.

Dilansir dari The Middle East Monitor, penutupan Karam Abu Salem dan serangan Israel merupakan respons terhadap aksi penerbangan balon pembakar oleh sipil Palestina ke arah pemukiman Israel pada Selasa (4/3) lalu, walaupun tidak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.

Terkait penutupan Karam Abu Salem, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berupaya menyalurkan bantuan untuk masyarakat Palestina, khususnya di Gaza. Hal ini disampaikan langsung oleh Vice President ACT Ibnu Khajar.

Baca Juga: Sambangi Korban Kebakaran Banjarmasin, ACT Distribusikan Logistik

“Upaya penutupan akses bantuan untuk masuk Gaza tak akan menggetarkan dan tak akan membuat kita surut untuk membantu mereka. Kita selalu berikhtiar agar bantuan ini sampai kepada mereka. Insyaallah, ribuan ton bantuan logistik dari Indonesia menggunakan Kapal Kemanusiaan tetap sesuai jadwal diberangkatkan pada akhir April mendatang. Inilah bagian dari jihad kita membantu mereka yang tengah berjuang untuk meraih kemerdekaannya,” kata Ibnu.

Dihuni lebih dari 1,8 juta penduduk, Jalur Gaza memiliki enam penyeberangan perbatasan dengan Israel dan satu dengan Mesir.

Sejak 2007, Israel telah menutup empat jalur penyeberangan Gaza. Israel hanya menyisakan penyeberangan Karam Abu Salem dan Erez yang terbuka untuk lalu lintas terbatas.

Selama belasan tahun blokade ini, Karam Abu Salem menjadi satu-satunya jalur penyeberangan komersial yang dapat digunakan oleh warga Gaza.

Selama itu pula, Karam Abu Salem kerap ditutup seiring menegangnya perjuangan sipil Palestina di perbatasan saat Great March of Return, yang dianggap Israel membahayakan penduduk Israel.

Baca Juga: Kunjungi ACT, Al-Nazzar: Pendidikan Jadi Barang Mewah di Palestina

Editor: Fariz F

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

ACT

Malnutrisi Akut di Yaman, Wiby Indonesia Bersama ACT Akan Gelar Konser Amal
apahabar.com

ACT

Global Qurban ACT dan BNI Syariah Banjarmasin Antar Kurban ke Desa Perbatasan
apahabar.com

ACT

Dongeng Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan ACT di Desa Terpencil
apahabar.com

ACT

Pascabanjir, Arutmin Gandeng ACT Ajak Warga Siaga Bencana
apahabar.com

ACT

Setahun the Great Return March, Dukungan Indonesia Terus Bergelora
apahabar.com

ACT

Aksi Pemulihan Dampak Asap ACT Disambut Bahagia Warga Banjarbaru
apahabar.com

ACT

ACT Berikan Apresiasi untuk Ratusan Guru di Tepian Negeri
apahabar.com

ACT

Update Banjir Sentani: 42 Korban Jiwa, MRI-ACT Siaga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com