Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Penyelundupan 40 Satwa Langka ke Malaysia Berhasil Digagalkan

- Apahabar.com Minggu, 24 Maret 2019 - 12:08 WIB

Penyelundupan 40 Satwa Langka ke Malaysia Berhasil Digagalkan

Penyelundupan satwa langka digagalkan.Foto-Istimewa

apahabar.com, PEKANBARU – Sebanyak 40 ekor satwa dilindungi gagal diselundupkan ke negeri Jiran, Malaysia, semuanya diangkut menggunakan dua unit kendaraan roda empat. Upaya penyeludupan satwa langka itu berhasil digagalkan Bea dan Cukai dan TNI AL di Dumai.

Dilansir Detikcom, kini barang bukti dan 5 orang yang berperan membawa satwa tersebut diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk diproses lebih lanjut.

Baca Juga: Walhi Minta Pemerintah Lindungi Orang Utan dari Perburuan

“Barang bukti 40 ekor satwa langka tersebut rencananya akan diselundupkan ke Malaysia. Kini barang bukti dan 5 pelakunya diserahkan ke kita untuk diproses lebih lanjut,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSD) Riau, Suharyono kepada detikcom, Minggu (24/3/2019).

Haryono menjelaskan, adapun jenis satwa yang dilindungi itu di antaranya 12 ekor burung kakak tua raja, 7 cenderawasih jenis minor, 2 cenderawasih mati kawat, 2 cenderawasih raja, 2 cenderawasih botak. Selanjutnya ada dua jenis primata 2 owa ungko, 3 julang Sulawesi.

Setelah menerima barang bukti tersebut, lanjut Haryono, tim ahli terdiri dari dokter hewan, pejabat fungsional melakukan identifikasi.

“Semua satwa sitaan ini dipindahkan ke kandang transit satwa di BBKSDA Riau di Pekanbaru untuk dilakukan pemulihan trauma, diobati, diobservasi sebelum nantinya akan diambil tindakan konservasi pelestariannya,” kata Haryono.

Seluruh jenis satwa tersebut, lanjut Haryono, bukan merupakan satwa endemik Sumatera melainkan satwa dilindungi itu berasal dari Indonesia bagian timur.

“Kondisi satwa sekarang jauh lebih baik dibanding saat diamankan pertama kali,” katanya.

Untuk 5 yang berperan membawa dan satu penghubung ke Malaysia lanjut Haryono, kini tengah dilakukan pemeriksaan maraton oleh tim penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dari Gakkum KLHK di Riau.

ari lima pelaku diketahui ada 4 orang asal Lampung. Mereka inisial, SW (36), TR (20), AN (24) dan Y (29). Satu pelaku lagi asal Kabupaten Bengkalis Riau inisial FE diduga sebagai penghubung ke negeri jiran tersebut. Status mereka masih terperiksa.

Kasus penyelundupan ini awalnya digagalkan pihak BC dan TNI AL di Dumai, pada Kamis (21/3). Satwa dilindungi tersebut diangkut dengan mobil dan diamankan di pelabuhan Roro, Bandar Sri Junjungan untuk diselundupkan ke Malaysia.

Baca Juga: Poso Digoyang Gempa M 5,7 Pagi Tadi

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Korban Meninggal Tsunami Lampung Selatan Capai 48 Orang
apahabar.com

Nasional

Peneliti Apresiasi Langkah Cepat Jokowi Evakuasi WNI dari Wuhan
apahabar.com

Nasional

Bandung Perpanjang PSBB hingga Akhir Mei 2020
apahabar.com

Nasional

Pliisss..Taati Protokol Kesehatan, Tangis Haru Tenaga Medis
apahabar.com

Nasional

Tuah Guru Sekumpul, Lion Air dan Garuda Kecipratan Cuan!
apahabar.com

Nasional

Terlibat Baku Tembak di Papua, Tiga Prajurit TNI Gugur
apahabar.com

Nasional

Film Koboy Kampus, Peluang Bangkitkan Industri Perfilman Banua
apahabar.com

Nasional

Jokowi-Ma’ruf Amin Berupaya Rekonsiliasi dengan Prabowo-Sandiaga Uno
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com