BREAKING NEWS: BNN Benarkan Tangkap Oknum DPRD Tala Saat Pesta Sabu Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Rekonstruksi Pembunuhan di Buncit Indah, Satu Pelaku Sakit Dikabarkan Tertangkap Pesta Sabu, SRN Anggota DPRD Tanah Laut Buka Suara MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel

Per April 2019 Instrumen Penilaian Akreditasi A Berubah, Rektor ULM Was-was

- Apahabar.com Selasa, 19 Maret 2019 - 19:22 WIB

Per April 2019 Instrumen Penilaian Akreditasi A Berubah, Rektor ULM Was-was

Rektor ULM, Prof Sutarto Hadi. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tampak was-was atas akreditasi A yang diraih. Mengingat, per 1 April 2019 instrumen penilaian akreditasi A akan berubah. Dari awalnya 7 instrumen menjadi 9 instrumen.

“Pertanyaannya, masih bisakah ULM mempertahan akreditasi unggul tersebut dengan 9 instrumen,” ucap Rektor ULM, Prof Sutarto Hadi kepada awak media, Selasa (19/3/2019).

Baca Juga: Pemko Banjarmasin Lelang Jabatan 3 Kadis, Terbuka Untuk Umum

Akreditasi A, kata Prof Sutarto, terdiri 3 kategori, yakni unggul, sangat baik dan baik. ULM sendiri termasuk akreditasi A unggul. Apabila sembilan instrumen tersebut diterapkan, Prof Sutarto ragu dengan kondisi ULM saat ini.

“Kalau sekarang bagi saya masih tidak,” cetusnya.

Menurutnya, ada beberapa indikator dalam perubahan instrumen nantinya. Pertama, ULM harus memiliki mahasiswa asing atau Internasional. Kedua, harusnya ada dosen asing yang dimiliki oleh ULM. Ketiga, harus terdapat Program Studi (Prodi) yang mendapatkan akreditasi internasional.

Baca Juga: Baru Tala dan Kotabaru Laporkan Logistik Rusak

“Kalau menggunakan instrumen baru dengan 9 instrumen. Maka ULM sangat berbahaya,” jelasnya.

Namun, pihaknya telah mengantisipasi perihal tersebut. Beberapa dosen ULM telah dikirim ke Bangkok untuk mempelajari akreditasi internasional.

Mengingat, sambung Prof. Sutarto, Akreditasi berlaku selama 5 tahun ke depan.

“Minimal harus ada enam prodi yang mendapatkan akreditasi internasional, tentu tak mudah memang,” cetusnya.

Sejauh ini, Prof Sutarto menyebutkan jumlah prodi di ULM sebanyak 89 prodi. Apabila menggunakan penilaian 9 instrumen, maka perlu 5 persen prodi yang terakreditasi Internasional.

Baca Juga: Raih Akreditasi A, ULM Dorong Peningkatan Jurnal Ilmiah

“Dalam 5 tahun kita bisa bertransformasi menjadi akreditasi internasional,” tutupnya.

Sekedar diketahui, ULM berhasil meraih akreditasi A dengan skor 365. Skor tersebut dinilai cukup. Mengingat, standar Perguruan Tinggi (PT) untuk mendapatkan akreditasi A mesti mendapatkan skor 361.

Terdapat beberapa komponen penilaian yang dinilai sempurna, diantaranya sistem keuangan ULM dan sarana dan prasarana, khususnya pembangunan 12 gedung baru yang bersumber dari Islamic Development Bank (IDB).

Baca Juga: Akhirnya Akreditasi A ULM Keluar, Rektor Sujud Syukur

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cegah Sebaran Covid-19, Polsek Rantau Badauh Rutin Gelar Ops Yustisi
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Alokasikan Rp11,8 Miliar Untuk Perguruan Tinggi
apahabar.com

Kalsel

Jelang Idul Adha, Pasar Marabahan Minim Fluktuasi Harga
apahabar.com

Kalsel

Ditinggal ke Pasar, Rumah Pensiunan PNS Ludes di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Aksi Sedekah Sampah Hasilkan Rp4,7 juta

Kalsel

Kebakaran Cemara Raya, Saksi Lihat Api dari Dapur Puskesmas
apahabar.com

Kalsel

Ada Tujuh Kasus Korupsi Mandek di Kejati Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Tak Sinkron dengan Provinsi, Data Covid-19 HST Hanya Nambah Satu Positif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com