Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Perjuangan AKBP Nurmawati Berantas Narkoba, Pernah Diancam dengan Ular Satu Tangguk

- Apahabar.com Sabtu, 16 Maret 2019 - 19:08 WIB

Perjuangan AKBP Nurmawati Berantas Narkoba, Pernah Diancam dengan Ular Satu Tangguk

Kepala BNNK Banjarmasin, AKBP Nurmawati dalam workshop terkait bahaya penggunaan, dan peredaran narkoba kepada sejumlah perwakilan instansi lingkup Pemkot Banjarmasin, Selasa (13/3). Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

Butuh perjuangan untuk mengabdi di Instansi Polisi Republik Indonesia (Polri). Tenaga dan fikiran akan terus terkuras demi menjaga keamanan dan ketertiban Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi, buat seorang Polisi Wanita (Polwan).

Muhammad Robby, BANJARMASIN

Begitulah yang dirasakan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Nurmawati. Kerasnya dunia kriminalitas terkait peredaran narkoba digelutinya.

Memulai karier di Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polisi Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan pangkat Kapten, AKBP Nurmawati mengabdi selama kurang lebih 13 tahun.

“Saya bertugas sejak awal pemisahan Ditreskrimum menjadi Ditresnarkoba,” ucap AKBP Nurmawati kepada apahabar.com belum lama tadi.

Selama 13 tahun, kata dia, sempat ditugaskan pada beberapa sub bidang. Pertama, bertugas sebagai bidang penyuluhan selama 5 tahun.

Kedua, di bidang operasional, penangkapan dan penegakan hukum selama 5 tahun. Kerjanya, sambung dia, keluar kampung dan masuk kampung untuk mengejar pelaku tindak pidana narkoba.

Masih di Ditresnarkoba, lanjut dia, sempat menjabat sebagai Kabag Pengawasan dan Penyidikan selama 3 tahun.

“Namun Alhamdulillah, terhitung 1 Agustus 2018, saya dipromosikan menjadi Kepala BNN Kota Banjarmasin sampai dengan sekarang,” jelasnya.

Meski begitu, AKBP Nurmawati tak melupakan hakikatnya sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anaknya. Terlebih, Ia telah memiliki seorang cucu. Menurutnya, semua mesti berjalan secara seimbang. Keluarga dan karier harus berjalan.

Sebagai wanita karier, terang dia, harus pintar membagi waktu. Sehingga, tergantung yang bersangkutan mensiasatinya.

Pekerjaan, lanjut dia, merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Dalam melaksanakan tugas, lebih banyak suka yang dirasakannya dibandingkan duka. Lantaran, ia bekerja dengan senang dan tekun.

Baca Juga: Ketika Mendulang Intan Berbuah Duka di Desa Pumpung

Ia meyakini, pimpinan pasti melihat dan Allah SWT pasti mencatat kebaikan yang telah dikerjakan. Apabila berbuat terbaik, niscaya diberi jalan yang terbaik pula. Begitulah prinsip yang AKBP Nurmawati pegang.

Rupanya, dalam menjalankan tugas pemberantasan narkoba, AKBP Nurmawati tak terlepas dari peristiwa yang unik dan menarik.

Ia bercerita, pernah menggeledah rumah terduga penjual narkoba. Saat itu saudara yang bersangkutan marah-marah. Kemudian, mengancam aparat kepolisian dengan seekor ular.

Namun, secara fakta, aparat kepolisian bisa membuktikan bahwa yang bersangkutan adalah seorang penjual narkoba. Dengan ditemukannya beberapa paket sabu di rumah tersebut.

Mengingat, waktu penggeledahan saat itu malam hari sekitar pukul 22.00 WITA, saudaranya kembali datang dan bilang sedang dalam keadaan kemasukan jin. Terus berkata, anak cucunya terzolimi, datuknya dipanggil dan mau membawakan ular satu tangguk.

Tangguk artinya satu keranjang dari rotan atau jaring berbingkai (untuk menangkap ikan, udang, dan sebagainya). Artinya ada puluhan ekor ular yang bisa muat di sana.

“Saya membayangkan, kalau ular satu tangguk gimana. Matilah diriku?,” Kenangnya sembari tertawa.

Lantas, dalam operasi kala itu, ungkap dia, sangat menghindari adanya kekerasan atau penembakan. Kecuali dalam keadaaan terdesak.

Memang, kata dia, tak mudah memutus sindikat narkoba. Baik itu kurir, bandar, gembong dan bekerja secara terorganisir.

“Tinggal kita yang memainkan otak. Membuktikan secara fakta hukum bahwa yang bersangkutan adalah pengedar atau bandar,” tutupnya.

AKBP Nurmawati merupakan satu dari sekian ribu wanita kuat di luar sana, yang masih peduli akan tercipta keamanan. Sosoknya bisa jadi inspirasi bagi siapa saja yang turut berperan menjaga negara. Selamat berjuang srikandi Polri!

Baca Juga: Mengenang Sang Maestro Fadly Zour, Seniman Besar Pencipta Lagu Pambatangan

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ini Dia Menu Masakan Dapur Umum Korban Kebakaran Kelayan Luar
apahabar.com

Kalsel

Pemkab HSS Kembali Laksanakan Safari Gerakan Salat Subuh Berjamaah
apahabar.com

Kalsel

Bak Kolam Ikan, Warga Tapin Tanam Pohon Pisang di Jalanan
apahabar.com

Kalsel

Wow, Total Gaji-13 PNS di Pemko Banjarmasin Capai Rp25 Miliar
apahabar.com

Kalsel

Temukan Potensi Bahaya Listrik Akibat Cuaca Ekstrem, Hubungi Contact Center PLN 123
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Waspada Petir dan Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Prediksi ODP Bertambah, Dinkes: Kondisi Lima Pasien Stabil
apahabar.com

Kalsel

Ke Warung Bawa Sajam, Pria Balangan Ini Tak Bisa Pulang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com