BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Tak Ber-IMB, Inspektorat Turun Tangan Menyingkap Tabir Sejarah Banjar (1): Misteri Makam Demang Lehman Luna Maya Pakai Dress Rp 44 Juta dan Handbag Rp 383 Juta, Netizen Kira Mantan Ariel Noah Tenteng Kaleng Cat! Kejutan! OPIN Susul Insan Kotabaru Dukung 2BHD

Rupiah Menuju Pelemahan 5 Hari Beruntun

- Apahabar.com Selasa, 5 Maret 2019 - 10:28 WIB

Rupiah Menuju Pelemahan 5 Hari Beruntun

Ilustrasi. Foto-selular.id

apahabar.com, JAKARTA – Walau sempat dibuka menguat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Namun itu tidak lama kemudian rupiah langsung berbalik melemah.

Dilansir dari CNBC Indonesia, pada Selasa (5/3/2019), US$ 1 setara dengan Rp 14.120 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat tipis 0,04% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Akan tetapi, rupiah tetap perlu hati-hati karena penguatannya yang sangat terbatas. Apalagi mayoritas mata uang utama Asia pagi ini melemah terhadap greenback.

Benar saja, rupiah tidak lama bertahan di zona hijau. Pada pukul 08:06 WIB, US$ 1 sudah berada di Rp 14.140 di mana rupiah berbalik melemah 0,11%.

Kemudian pada pukul 08:18 WIB, rupiah semakin lemah karena US$ 1 dihargai Rp 14.145. Rupiah melemah 0,14%. Memang sulit bagi rupiah untuk melawan arus penguatan dolar AS di Benua Kuning.

Keperkasaan dolar AS tidak hanya berlangsung di Asia, tetapi juga secara global. Pada pukul 08:10 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) masih menguat meski tipis di 0,01%. Dalam sebulan terakhir, indeks ini sudah menguat 1,15%.

Kekuatan dolar AS masih datang dari keyakinan investor terhadap upaya damai dagang AS-China. Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri AS, menyatakan AS dan China sudah dekat untuk mengakhiri perang dagang. Dalam waktu dekat, seluruh bea masuk dan berbagai hambatan dagang (trade barrier) bisa hilang.

Baca Juga: Semakin Terpuruk, Rupiah Terlemah di Asia

“Kami mencoba mengesahkan itu (kesepakatan dagang dengan China). Saya rasa kedua pihak akan segera bertemu dan saya berharap seluruh bea masuk dan hambatan dagang akan sirna,” tegas Pompeo kepada stasiun televisi KCCI, dikutip dari Reuters.

Saat AS-China sudah berdamai, tidak lagi saling hambat, maka ekspor dan investasi Negeri Paman Sam akan lebih baik. Ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi AS bakal lebih tinggi.

Saat ekonomi Negeri Adidaya melaju lebih kencang, tentu The Federal Reserves/The Fed akan campur tangan agar tidak terjadi overheating. Kenaikan suku bunga acuan kemungkinan kembali dieksekusi untuk mengendalikan laju pertumbuhan ekonomi AS.

Kenaikan suku bunga acuan tentu akan membuat berinvestasi di AS menjadi semakin menguntungkan, khususnya di instrumen berpendapatan tetap seperti obligasi. Kenaikan suku bunga acuan juga akan menjangkar ekspektasi inflasi, sehingga nilai mata uang tidak tergerus. Jadi memegang dolar AS saja sudah untung.

Selain itu, investor juga agak menghindari pasar keuangan Asia setelah muncul kabar kurang enak dari China. Mengutip kantor berita Xinhua, China menargetkan pertumbuhan ekonomi 2019 di kisaran 6-6,5%. Lebih lembat dibandingkan pencapaian 2018 yaitu 6,6%.

China adalah perekonomian nomor 1 di Asia. Perlambatan ekonomi China, yang berstatus sebagai lokomotif, akan membuat gerbong-gerbong di belakangnya ikut melambat. Prospek ekonomi Asia menjadi lebih suram, sehingga membuat investor mundur teratur.

Rupiah sudah melemah nyaris 1% dalam 4 hari terakhir. Jika hari ini rupiah kembali lesu, maka akan menjadi depresiasi selama 5 hari beruntun. Ini merupakan rentetan pelemahan rupiah terpanjang sejak awal Oktober 2018.

Baca Juga: Sempat Perkasa Tiga Hari, Kini Rupiah Jadi Paling Buruk di Asia

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Lion Air Kalselteng Yakin Tak Terpengaruh Tarif Batas Atas
apahabar.com

Ekbis

Perdana, Menteri Ketenagakerjaan RI Kunjungi Kilang Pertamina Balikpapan
apahabar.com

Ekbis

Kekhawatiran Penularan Covid-19 Meningkat, Picu Rupiah Melemah
apahabar.com

Ekbis

Kesepakatan Bisnis Selama FESyar KTI 2019 Rp 2,6 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Harga Sejumlah Sembako Meroket di HST
apahabar.com

Ekbis

Bisnis Burung Triliunan, Menkop Ajak Kicau Mania Berkoperasi
apahabar.com

Ekbis

Naik Rp6.000, Harga Emas Antam Jadi Rp920.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Temukan Cadangan Gas di Sulawesi Tengah, Berapa Besarannya?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com