BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Sejarah Masjid Raya Sabilal Muhtadin (2), Soeharto Sumbang ‘Kubah Emas’

- Apahabar.com Minggu, 24 Maret 2019 - 09:25 WIB

Sejarah Masjid Raya Sabilal Muhtadin (2), Soeharto Sumbang ‘Kubah Emas’

Suasana shalat Ied di Lapangan Merdeka tahun 1960-an, sebelum dibangunnya Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Foto-zamrudkhatulistiwa34.blogspot.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Rencana pembangunan Masjid Raya Sabilal Muhtadin di Banjarmasin sempat terhenti akibat peristiwa G30S/PKI. Rencana pembangunan baru dilanjutkan pada masa Gubernur Subardjo di tahun 1974.

Menurut Ketua Kajian Sejarah, Sosial, dan Budaya Kalimantan (LKS2B), Mansyur, di masa kepemimpinan Gubernur Subardjo inilah pembangunan Masjid Raya Sabilal Muhtadin ditargetkan akan rampung selama 10 tahun.

“Pembangunan Masjid Raya ini dipercayakan kepada PT. Griya Cipta Sarana. Kemudian sebagai pelaksana pembangunan dipercayakan kepada Enigeering P.T. Sementara. Unsur elemen hias (aesthetic element) terutama mengenai kaligrafi serta hiasan-hiasan khas dipercayakan kepada PT. Decenta Bandung,” ungkap Mansyur.

Sebagai tindak lanjut pembangunan Masjid Raya, dibuatlah kesepakatan antara DPRD dan Gubernur (Kepala Daerah). Dalam kesepakatan tersebut, diputuskan bahwa pembangunan Masjid Raya dicantumkan dalam APBD Provinsi Kalimantan Selatan dan didukung sepenuhnya oleh Kodam X/Lambung Magkurat.

Baca Juga: Masjid Raya Sabilal Muhtadin (1), Begini Sejarah Dibangunnya

Selanjutnya, antara Gubernur Kepala Daerah dengan Pangdam X/Lambung Mangkurat Iksan Sugiarto diadakan persetujuan tukar menukar komplek Asrama Tatas (komplek tentara) dan kemudian diteruskan oleh Bapak Supardjo.

Persetujuan tukar menukar itu kemudian direstui oleh Menhankam serta Presiden RI. Setelah segala sesuatunya rampung, maka pada tanggal 10 November 1974 seusai memperingati Hari Pahlawan, Gubernur Subardjo dengan resmi melakukan pemancangan tiang pertama.

“Setelah lebih kurang lima tahun pembangunan, tampaklah bangunan utama Masjid Raya yang telah lama diidamkan masyarakat Banjarmasin,” kata Dosen ULM Banjarmasin itu.

Mansyur mengutip, Dwie Sudarlan, dalam Mozaik 42 Masjid Kalimantan Selatan (2013) mengungkapkan Masjid Raya Sabilal Muhtadin pertama kali dipergunakan pada 31 Oktober 1979, yakni tepat pada Hari Raya Idul Adha 1399 H.

“Meskipun pada waktu itu, masih banyak yang perlu dibenahi dan disempurnakan seperti menara, halaman sekeliling masjid, sarana jalan, dan sebagainya,” terang Mansyur.

Untuk penyempurnaan yang masih diperlukan pada pembangunan Masjid tersebut, lanjut Mansyur, masyarakat Banjarmasin baik muslim maupun non-muslim turut serta membantu penyelesaian Masjid Raya dari berbagai bentuk baik materi maupun tenaga.

“Presiden RI, Bapak Soeharto memberikan bantuan berupa sebuah ‘kubah emas’ bersama Menteri Dalam Negeri saat itu Amir Machmud yang digunakan untuk membangun menara besar Masjid Raya,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Roby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kabar Baik, Peserta JKN-KIS Nunggak Dapat Keringanan
5 dari 9 Mahasiswa Balangan Pulang dari China Dipastikan Bebas Virus Corona

Kalsel

5 dari 9 Mahasiswa Balangan Pulang dari China Dipastikan Bebas Virus Corona
apahabar.com

Kalsel

Mawardi Pukul Gong, ASKS Kalimantan Selatan di Tabalong Resmi Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Kapolres Kotabaru Berbagi Hewan Kurban ke Pesantren
apahabar.com

Kalsel

Selama PSBB di Banjarmasin, ‘Pasar Wadai Online’ Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Jelang Haul Guru Sekumpul, PUPR Kalsel Rampungkan Pelebaran Jembatan
apahabar.com

Kalsel

Breaking News: Warga HKSN Banjarmasin Ditemukan Tewas Gantung Diri
apahabar.com

Kalsel

Terindikasi Indisipliner, Ferdinand Tindak Tegas 11 Notaris di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com