3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Selandia Baru Berduka, Ardern: Kita Adalah Satu

- Apahabar.com Sabtu, 23 Maret 2019 - 10:50 WIB

Selandia Baru Berduka, Ardern: Kita Adalah Satu

Perdana Menteri Jacinda Ardern memeluk hangat umat Muslim. Foto-Net

apahabar.com, WELLINGTON – Pasca teror penembakan saat Shalat Jumat, Perdana Menteri New Zealand Jacinda Ardern bergabung dengan sekitar 20.000 orang sambil berdiri dengan tenang di Hagley Park, di depan masjid Al Noor.

“Selandia Baru berduka bersamamu. Kami adalah satu,” katanya dalam sebuah pidato singkat, diikuti oleh mengheningkan cipta selama dua menit.

Seperti ditulis detikcom, Ardern, yang dengan cepat mengecam penembakan itu sebagai terorisme. Pihaknya pun mengumumkan larangan senjata otomatis dan semi-otomatis.

Keamanan di Selandia Baru ditingkatkan sejak serangan itu. Polisi setempat mengatakan pada hari Jumat (22/03) mereka sedang menyelidiki ancaman terhadap Ardern yang dilayangkan lewat Twitter.

Harian NZ Herald melaporkan bahwa ada postingan Twitter dengan foto pistol dan tulisan “You are next” yang ditujukan ke Perdana Menteri. Namun, kantor berita Reuters belum dapat memverifikasinya.

Baca Juga: Pasca Teror, Azan Jumat akan Disiarkan Langsung di Selandia Baru

Tanpa senyuman

Mengenakan jilbab hitam pada hari Senin (18/03), Ardern mengunjungi sekretariat Asosiasi Islam di Selandia Baru, yang terdiri dari delapan komunitas Muslim, termasuk Auckland.

“Saya mengunjungi Christchurch kemarin, tujuan utama membawa pesan duka cita dan solidaritas Selandia Baru kepada saudara-saudari Anda,” katanya kepada anggota asosiasi.

Pada Selasa (19/03), Ardern membuka sesi parlemen dengan pesan perdamaian bagi umat Muslim untuk mengenang 50 orang yang terbunuh di dua masjid di Christchurch, sebuah kota yang masih dibangun kembali setelah gempa bumi 2011.

Di antara para korban teroris ada empat anak, berusia 3, 4, 14 dan 16. Di parlemen, Ardern bersumpah tidak akan menyebut nama pelaku di depan umum, dan tidak memberi sarana bagi pelaku untuk mendapat ketenaran.

Baca Juga: Geng Motor Paling Ditakuti di Selandia Baru Siap Jaga Umat Muslim Tunaikan Salat Jumat

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Kartu Prakerja Terlaksana Januari 2020
apahabar.com

Nasional

Pangdam Cenderawasih Tegaskan Tidak Ada Penarikan Prajurit dari Nduga
apahabar.com

Nasional

Mahfud Bantah Pemerintah Kecolongan Soal Bom Medan
apahabar.cm

Nasional

Indonesian Fire Rescue Challenge 2019, Tim ERT Adaro Diwarnai Insiden
apahabar.com

Nasional

China Mengaku Berhasil Ciptakan Vaksin Virus Corona, Siap Diproduksi Massal
apahabar.com

Nasional

Tunggu Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 6, Segini Kuotanya
Sayangnya, Alan tidak menjelaskan secara detail kasus yang menimpa Vanessa Angel.

Nasional

Vannesa Angel Jadi Tersangka Lagi
apahabar.com

Nasional

Besok, Muhyiddin Yassin akan Dilantik Sebagai PM Malaysia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com