Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Siswa SMA Meninggal, Diduga Akibat Dipukul Guru Menggunakan Gayung Air

- Apahabar.com Jumat, 22 Maret 2019 - 09:44 WIB

Siswa SMA Meninggal, Diduga Akibat Dipukul Guru Menggunakan Gayung Air

Ilustrasi guru hukum siswa. Foto-Merdeka.com

apahabar.com, SUMENEP – Kedapatan tidur di kelas saat mata pelajaran agama, seorang siswa berinisial DR (17) kelas 11 SMA Negeri Batuan Sumenep, Jawa Timur tewas setelah diduga dihukum gurunya, dengan cara dipukul menggunakan gayung air.

Selain tertidur, diduga siswa tersebut tidak mengerjakan tugas yang diberikan. Akibatnya, guru memberikan hukuman sebagai pelajaran, dengan mengayunkan gayung ke dahi siswa. Buntut dari insiden tersebut, keluarga korban berencana akan melaporkan kasusnya ke Polres Sumenep, Jumat (22/3/2019).

“Kami sudah ke Polres untuk berkoordinasi dan menyampaikan informasi tersebut. Rencananya, besok kami akan melaporkan secara resmi ke kepolisian,” kata Hawiyat Karim, pengacara keluarga korban seperti dilansir Beritajatim.com, Kamis (21/3/2019).

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, korban tewas akibat pukulan benda keras di bagian kepala. Versi keluarga korban, tak lama setelah kejadian tersebut, DR mengalami sakit pada kepala akibat pemukulan sang guru. Bahkan pemuda itu sempat mengalami kejang-kejang dan pingsan. Namun sayang, sebelum korban sempat dibawa ke Surabaya, korban meninggal pada Senin (18/03/2019) lalu.

“Hasil rontgen kepala di RSUD Pamekasan, ada pembekuan darah di otak belakang, akibat benturan benda keras. Karena itu, korban disarankan untuk dibawa ke RSUD dr. Soetomo Surabaya,” kata dia.

Baca Juga: Viral, Guru Ngaji Hajar Murid

Sementara Kepala SMA Negeri Batuan, Solehudin menjelaskan, kasus tersebut sebenarnya sudah lama, karena terjadi pada November 2018. Setelah kejadian itu, siswa tetap masuk sekolah seperti biasa.

“Kondisi siswa setelah kejadian itu baik-baik saja. Tidak ada masalah dengan kesehatannya. Dia tetap masuk sekolah dan mengikuti pelajaran seperti biasa,” terangnya.

Lagipula, menurut Solehudin, guru ketika memukul siswa tersebut tidak keras. Gayung yang digunakan adalah gayung plastik, dan kondisi gayung memang sudah pecah. Bukan pecah karena digunakan untuk memukul.

“Boleh ditanyakan pada teman sebangkunya. Kebetulan mendapat hukuman yang sama, karena juga tidak mengerjakan tugas,” paparnya.

Ia menuturkan, siswa tersebut baru sakit mulai bulan Februari. Informasi yang diterimanya, ada benjolan di kepala bagian belakang, dan mata sebelah kiri bengkak.

“Diduga itu bukan akibat dipukul gayung. Karena dipukulnya kan di dahi, bukan di kepala belakang. Jadi diduga karena sebab lain,” ujarnya.

Selain itu, menurut Solehudin, pihak keluarga siswa didampingi aparat desa telah datang ke sekolah.

“Persoalan ini sudah selesai. Keluarga korban minta maaf kalau ada kabar tidak mengenakkan di luar. Dan mereka berjanji tidak akan melaporkan kasus ini ke kepolisian,” ucapnya.

Baca Juga: Heboh Pencabulan Pelajar di Tapin: Disdik Prihatin, P2TP2A Siap Dampingi

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Dua Pelaku Pencurian di Pasar Antasari Berhasil Diamankan

Hukum

Dua Pelaku Pencurian di Pasar Antasari Berhasil Diamankan
apahabar.com

Hukum

Seks Sedarah di Banjarbaru, Setelah Hamil Anak Pun Dijual
apahabar.com

Hukum

Identitas Mr X di Banjarbaru Akhirnya Terungkap
apahabar.com

Hukum

Dimentahkan Bawaslu, Laporan Buruh di Banjarmasin Ditangani Kepolisian
apahabar.com

Hukum

Transaksi Depan Kuburan, Pemuda Tabalong Diamankan, Rekannya Kabur
apahabar.com

Hukum

Tak Terima Disetubuhi, Pacar Sendiri Dipolisikan
apahabar.com

Hukum

103,86 Gram Sabu Musnah, Wabup Tapin: Luar Biasa
apahabar.com

Hukum

Nangkring di Rumah Pengedar, Ibu Muda di Amuntai Kena Ringkus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com