Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Syekh Abdussamad Bakumpai (2), Jasanya Besar pada Suku Dayak

- Apahabar.com Sabtu, 23 Maret 2019 - 06:30 WIB

Syekh Abdussamad Bakumpai (2), Jasanya Besar pada Suku Dayak

Suku Dayak Bakumpai Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Setelah 8 tahun menimba ilmu di Tanah Suci, Syekh Abdussamad pun pulang ke kampung halaman Marabahan, Kalimantan Selatan, untuk kembali berdakwah dan membimbing umat di sepanjang Sungai Barito.

Buah manis dari dakwah Syekh Abdussamad adalah banyaknya warga suku dayak di sepanjang Sungai Barito yang memeluk Islam di tangan beliau. Orang-orang yang masuk Islam tersebut kemudian diajarkan oleh beliau,  ilmu pengetahuan hingga dibimbing dalam pengamalan.

Untuk membimbing amalan tersebut, menurut Buku “Datu-datu terkenal Kalimantan Selatan”, Syekh Abdussamad membuat sebuah musholla dan ‘pondok’ yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Selain itu, beliau juga membangun tempat khalwat di area belakang rumah. Tempat tersebut di kemudian hari, dijadikan tempat pemakaman beliau.

Di zaman itu, nama Syekh Abdussamad cepat terkenal. Sehingga, para penuntut ilmu dari berbagai kota di Kalimantan Selatan dan daerah lainnya pun berdatangan. Di antara yang membuat orang-orang jauh-jauh datang ke kediaman beliau adalah untuk mengambil ilmu thoriqat dan khalwat.

Baca Juga: Syekh Abdusshamad Bakumpai (1), Jasadnya Menghilang Ketika Shalat

Karena kedalaman ilmunya, Syekh Abdussamad dikemudian hari diangkat menjadi Qadhi. Sehingga masyhur nama beliau dengan sebutan Qadhi H Abdussamad.

Sedangkan nama Bakumpai di belakang nama beliau adalah salah satu sub etnis dari suku dayak. Suku Dayak Bakumpai merupakan suku yang mendiami sepanjang tepian daerah aliran sungai Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, yaitu dari kota Marabahan, sampai kota Puruk Cahu, dan Murung Raya.

Karena berjasa besar dalam pengislaman suku tersebut, Syekh Abdussamad pun kemudian dikenal masyarakat dengan ‘Datuk Bakumpai’. Sebutan datuk adalah sebutan penghormatan masyarakat pada Syekh Abdussamad.

Setelah beberapa lama membimbing umat-meneruskan jejak langkah orangtua dan kakeknya, Syekh Abdussamad membekali anak cucunya untuk kembali meneruskan perjuangannya.

Sehingga, ketika beliau wafat pada Selasa malam 13 Syafar 1317 H/22 Juni 1899 dan dimakamkan di Kampung Tengah Marabahan, anak cucunya sudah siap menjadi penggantinya untuk meneruskan perjuangan beliau.

Di antara nama-nama anak cucu Syekh Abdussamad yang menjadi pembimbing umat setelah kewafatan beliau adalah Qadhi H Jafri, Tuan Guru H Basyuni, Tuan Guru H Syibawaihi, dan Tuan Guru H Asqalani.

Baca Juga: Tuan Guru H Abdul Qadir Hasan Al Banjari, Jasanya Besar Bagi Warga Banjar

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tokoh

Datu Landak (1), Pada Dirinya Mengalir Darah Dua Ulama Besar Nusantara
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan (4), Kiai Hamid Pasuruan: Saya Ingin Seperti Kiai Syarwani
apahabar.com

Religi

Cerita Mengagumkan dari Perjuangan Hidup Kiai Hamid Pasuruan
apahabar.com

Religi

Menelusi Riwayat Asiah Binti Muzahim, Istri Firáun yang Salehah
apahabar.com

Tokoh

Mengenang Abah Guru Sekumpul (5), Ejekan yang Menjadi Doa
apahabar.com

Tokoh

Surgi Mufti, “Berkawan” Penjajah Demi Mengurus Umat
apahabar.com

Tokoh

Syekh Abdusshamad Bakumpai (1), Jasadnya Menghilang Ketika Shalat
apahabar.com

Tokoh

Mengenang Abah Guru Sekumpul (8), Pernah Dikeroyok di Usia Sekolah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com