Temui Pacar, Begal Sadis di Gunung Kayangan Pelaihari Ditembak Petugas Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya

Terkuak, Pilot Ketiga Jadi Penyelamat Lion Air Sebelum Jatuh di Laut Jawa!

- Apahabar.com Rabu, 20 Maret 2019 - 20:21 WIB

Terkuak, Pilot Ketiga Jadi Penyelamat Lion Air Sebelum Jatuh di Laut Jawa!

Turbin Mesin Pesawat Lion Air PK-LQP. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Seorang pilot ketiga menjadi penyelamat dalam penerbangan Lion Air beregistrasi PK LQP, beberapa jam sebelum pesawat Boeing 737 Max 8 jatuh ke Laut Jawa pada 29 Oktober 2018 lalu.

Bagaimana gerang peran pilot yang dimaksud?

Seorang pilot, dilansir dari Bisnis.com,yang sedang tak bertugas menjadi penyelamat seluruh kru dan penumpang setelah mengatasi masalah dalam penerbangan Lion Air PK LQP dari Denpasar ke Jakarta pada 28 Oktober 2018.

Berdasarkan dua orang sumber yang terlibat dalam investigasi kecelakaan Lion Air, pilot tersebut kebetulan menumpang dalam penerbangan dan duduk di kursi cadangan di dalam kokpit.

Baca Juga: Hasil Analisis Kotak Hitam Ungkap Kecelakaan Ethiopian Air Mirip Lion Air

Pilot tersebut mampu mendiagnosis masalah dengan tepat dan menonaktifkan sistem kontrol penerbangan yang mengalami malfungsi.

Pilot meminta kru untuk memutus arus listrik ke motor yang menggerakkan hidung pesawat ke bawah. Pesawat pun berhasil mendarat dengan selamat di Jakarta.

Keesokan harinya, dalam penerbangan dari Jakarta ke Pangkalpinang, pesawat tersebut disebut mengalami masalah yang sama dan jatuh di Laut Jawa, menewaskan seluruh 189 orang di dalamnya.

Fakta ini dapat menjadi petunjuk baru dalam penyelidikan kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air.

Hasil penyelidikan awal pada kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines pun menunjukkan adanya kemiripan dengan kecelakaan Lion Air.

Kehadiran pilot ketiga ini belum pernah diungkapkan sebelumnya oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Lion Air, serta Boeing.

“Semua data dan informasi yang kami miliki di penerbangan dan pesawat telah diserahkan ke KNKT. Kami tidak dapat memberikan komentar tambahan pada tahap ini karena penyelidikan yang sedang berlangsung atas kecelakaan itu,” kata juru bicara Lion Air Danang Prihantoro melalui telepon.

Laporan KNKT mengatakan pesawat mengalami beberapa kegagalan pada penerbangan sebelumnya dan belum diperbaiki dengan benar. Perwakilan untuk Boeing KNKT menolak untuk mengomentari penerbangan sebelumnya.

Sistem keamanan, yang dirancang agar pesawat tidak naik terlalu curam mengalami stall, telah diawasi oleh penyelidik kecelakaan Lion Air, serta kecelakaan Ethiopian Airlines.

Sensor yang rusak diyakini telah membuat komputer pesawat Lion Air berpikir bahwa pesawat perlu menurunkan hidung secara otomatis untuk menghindari stall.

Sejak 13 Maret, regulator penerbangan AS (FAA) melarang operasi seluruh pesawat Boeing 737 Max setelah ditemukannya kemiripan masalah pada kecelakaan Ethiopian Airlines 10 Maret lalu dengan kecelakaan Lion Air.

Baca Juga: Garuda Indonesia dan Lion Air Tak Lagi Operasikan Boeing 737 – 8 Max

Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Peneliti Unair: Obat Covid-19 Sembuhkan Pasien hingga 90 Persen
apahabar.com

Nasional

Ketika Mobil Dinas Jokowi Mogok di Kalimantan
apahabar.com

Nasional

SBY: Dengan Bersatu, Masa yang Berat Ini Akan Berlalu
apahabar.com

Nasional

Lihat Dampak Positif, Rooswandi Salem Dukung Kaltim Jadi Ibu Kota
apahabar.com

Nasional

Resmi, Suharso Monoarfa Dikukuhkan sebagai Plt Ketum PPP
apahabar.com

Nasional

Jumlah Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Turun, Simak Rinciannya
apahabar.com

Nasional

Tol Banjarbaru-Batulicin Denyut Nadi Hilirisasi Pembangunan Industri
apahabar.com

Nasional

Jokowi Apresiasi Kepala Daerah Berhasil Tekan Angka Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com