‘Olahraga’ Malam, Ratusan Pemuda di Tapin Arak Motor Sampai Polres CEK FAKTA: Covid-19 Jadi Ladang Bisnis RS di Banjarmasin? Duh, Zona Hitam Covid-19 di Banjarmasin Bertambah! Selama Pandemi, Biaya Operasional Bekantan Kalsel Kian Melonjak Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air




Home ACT

Senin, 25 Maret 2019 - 14:51 WIB

Tiba di Christchurch, Keluarga Zulfirmansyah Bergegas ke Rumah Sakit

Redaksi - Apahabar.com

Bersama Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), keluarga Zulfirmansyah menempuh perjalanan sekitar 45 menit menuju rumah sakit Umum Christchurch, tempat di mana Zulfirmansyah mendapat perawatan. Foto-Humas ACT for apahabar.com

Bersama Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), keluarga Zulfirmansyah menempuh perjalanan sekitar 45 menit menuju rumah sakit Umum Christchurch, tempat di mana Zulfirmansyah mendapat perawatan. Foto-Humas ACT for apahabar.com

apahabar.com, CHRISTCHURCH – Keluarga Zulfirmansyah tiba di Bandar Udara Internasional Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (23/3) sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Keluarga yang terdiri dari tiga kakak kandung dan satu kakak ipar itu pun langsung bergegas ke Rumah Sakit Umum Christchurch, tempat di mana Zulfirmansyah mendapat perawatan.

Seperti dilansir ACTNews, bersama Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), keluarga Zulfirmansyah menempuh perjalanan sekitar 45 menit menuju rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, mereka pun melapor kepada pihak keamanan dan meminta izin untuk melakukan kunjungan pasien.

Yulierma, kakak kedua Zulfirmansyah mengaku tidak sabar ingin segera bertemu dengan Zulfirmansyah dan anaknya, Averro’es Omar Syah.

apahabar.com

Jumpa pers di Kantor Aksi Cepat Tanggap, Jakarta Selatan, Kamis (21/3) lalu Yulierma tak bisa membendung air mata ketika menceritakan detik-detik Zulfirmansyah (40) dan Averro’es Omar Syah (2) menjadi korban penembakan massal di Masjid Linwood, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Foto-Humas ACT for apahabar.com

“Alhamdulillah, kami bersama tim dari ACT (Aksi Cepat Tanggap) sudah tiba di Christchurch. Tidak sabar ingin lekas ketemu, ingin melihat dan memastikan kondisi mereka secara langsung. Semoga jalannya dimudahkan untuk masuk,” kata Yulierma.

Meski sempat ada kesalahpahaman dengan pihak keamanan rumah sakit, akhirnya keluarga Zulfirmansyah mendapat izin untuk masuk ke dalam ruang perawatan. Reporter ACTNews Shulhan Syamsur Rijal yang turut serta mengatakan, sayangnya pihak kepolisian tidak mengizinkan penggunaan kamera dengan alasan privasi keluarga.

“Ketika keluarga sudah masuk, sempat ada suara tangis. Saya mendengar dari luar ruangan. Hanya keluarga yang diperbolehkan masuk,” ungkap Shulhan Syamsur Rijal, salah seorang Tim ACT.

Pemberangkatan keluarga Zulfirmansyah ke Selandia Baru sendiri bukanlah urusan yang mudah. Rombongan yang terdiri dari Hendra Yaspita, Yulierma, Nurhamidah dan Alhamdani itu berangkat dari Padang ke Jakarta pada Kamis (21/3) pagi. Namun, tidak bisa langsung ke Selandia Baru karena penerbangan penuh.

Keluarga Zulfirmansyah beserta Tim ACT baru bisa melakukan perjalanan pada Jumat (22/3) malam, dan tiba di Selandia Baru pada Sabtu (22/3) siang. N. Imam Akbar selaku Senior Vice President ACT mengatakan, sampainya keluarga dan langsung bertemu dengan Zulfirmansyah telah menimbulkan rasa lega.

“Kami (Tim ACT) bersyukur, keluarga akhirnya bisa bertemu dengan korban, Zulfirmansyah. Insya Allah, keluarga telah merencanakan akan singgah satu minggu di sini (Christchurch), mengingat masing-masing dari mereka pun memiliki pekerjaan di Indonesia,” terang Imam.

Anak Zulfirmansyah: “Wake Up Daddy, Allah Bersama Kita”

Baca Juga: Malnutrisi Akut di Yaman, Wiby Indonesia Bersama ACT Akan Gelar Konser Amal

Saat jumpa pers di Kantor Aksi Cepat Tanggap, Jakarta Selatan, Kamis (21/3) lalu Yulierma tak bisa membendung air mata ketika menceritakan detik-detik Zulfirmansyah (40) dan Averro’es Omar Syah (2) menjadi korban penembakan massal di Masjid Linwood, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Yulierma menceritakan kronologi penembakan yang didengarnya dari sang adik, Zulfirmansyah. Kala itu, Zulfirmansyah dan anaknya sedang berada di dalam Masjid Linwood, Cristchurch, saat pelaku masuk dan melakukan aksi penembakan. Tak lama, Zulfirmansyah roboh terkena tembakan. Ketika itulah Averro’es sempat berteriak, tapi Zulfirmansyah langsung memintanya untuk diam.

Namun, di luar dugaan Averro’es justri betindak sangat berani. Bocah berusia 2 tahun itu justru menghampiri sang Ayah, lalu memeluknya. “Rois lalu mendekat ke pelukan ayahnya. Dia bilang, ‘Wake Up Daddy, Allah bersama kita’. Bayangkan anak umur dua tahun bisa bicara seperti itu,” cerita Yulierma dengan menitikkan air mata.

Baca Juga: Siap Buat Rumah Singgah untuk Pasien Balangan

Baca Juga: Penembakan di Masjid Selandia Baru, Tiga WNI Selamat, Tiga Lainnya Belum Ada Kabar

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

ACT

Peran GREDU Bersama Global Wakaf-ACT dalam Digitalisasi Pendidikan Tanah Air
apahabar.com

ACT

Kunjungi ACT, Al-Nazzar: Pendidikan Jadi Barang Mewah di Palestina
apahabar.com

ACT

Waspada DBD, ACT Kalsel Himbau Jaga Kebersihan Lingkungan
apahabar.com

ACT

Gandeng ACT, IKEA Bangun Pusat Bermain Anak dan PAUD untuk Korban di Lombok
apahabar.com

ACT

Sumur Wakaf Jadi Solusi Krisis Air di Desa Kintap
apahabar.com

ACT

ACT Distribusikan 10 Ton Beras untuk Warga Prasejahtera di Bandung Barat
apahabar.com

ACT

Tebar Kebahagiaan, Syukuran Qurban Akan Hadir di Pulau Bromo Banjarmasin
apahabar.com

ACT

Malnutrisi Akut di Yaman, Wiby Indonesia Bersama ACT Akan Gelar Konser Amal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com