Via Pesantrenpreneur, Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Songsong Putaran Nasional Liga 3, Pemain Persemar Martapura Teken Kontrak Saingi Jembatan ‘Basit’, Banjarmasin Geber Megaproyek Pembelah Sungai Martapura Waketua DPRD Respons Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’ Fix! Sopir Batu Bara Tapin Batal Sweeping Truk Semen Tabalong

Tukang Pijat Nekat Nyaleg Hanya Modal Stiker

- Apahabar.com     Rabu, 6 Maret 2019 - 19:24 WITA

Tukang Pijat Nekat Nyaleg Hanya Modal Stiker

Sambil memijat pasien, Hasymi mempromosikan dirinya sebagai calon legislatif untuk DPRD Mojokerto. Foto-detikcom

apahabar.com, MOJOKERTO – Calon legislatif yang maju untuk Pileg 17 April 2019 mendatang dari berbagai kalangan. Kalau pengusaha atau orang berduit sudah hal biasa. Tapi bagaimana kalau seorang tukang pijat nyeleg?

Itu lah Hasymi Munahar (51). Bekerja sebagai tukang pijat keliling, duda yang satu ini berhasrat duduk di kursi parlemen di daerah pemilihan Krangan untuk DPRD Mojokerto. Lantas untuk mewujudkan cita-cita menjadi anggota dewan, Hasymi pun hanya punya modal stiker.

Hasymi mengaku sering mengalami penolakan ketika membagikan stiker gambar dirinya kepada warga Kranggan. Bahkan, tak jarang ada warga yang mengembalikan stiker yang sudah ia bagikan.

“Kalau ditolak sudah sangat sering,” kata Hasymi seperti dilansir detikcom di rumah salah satu pasiennya, Desa/Kecamatan Sooko, Mojokerto, Rabu (6/3/2019).

Baca Juga: Prediksi Partisipasi Pemilih di Kalsel, Ini Kata Pengamat

Meski begitu, pria asal Lingkungan Sinoman Gang 1, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto itu tidak patah semangat. Kini ia mencoba promosi dengan cara yang lebih halus.

Hasymi mengajak mengobrol dan bersenda gurau dengan setiap pasien pijatnya. Ia mencoba membangun kedekatan untuk mengambil hati sang pelanggan agar mau mendukungnya di Pileg 2019.

“Sambil mijat saya ajak ngobrol, lalu saya sampaikan permintaan dukungan. Setelah itu saya beri stiker. Sejak akhir bulan Ramadhan tahun lalu saya sudah mulai sosialisasi,” ungkap Hasymi.

Hingga saat ini ia hanya mengandalkan stiker untuk berpromosi. Ia bukannya tidak ingin seperti caleg lain yang memasang spanduk atau baliho. Namun dengan penghasilan rata-rata Rp3 juta per bulan, Hasymi merasa tidak mampu seperti caleg lainnya.

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Raih Nomor Urut 3 di Pilwali Banjarmasin 2020, Firasat Khairul Saleh Terbukti Tepat
apahabar.com

Kalteng

Jadi Penantang, Tandem Ben Brahim Optimis Menangi Pilkada Kalteng
apahabar.com

Politik

11 Agustus, PDIP Kembali Umumkan 75 Calon Kepala Daerah
Pleno KPU Kalsel

Politik

Rapat Pleno Pilgub Kalsel Ditunda Lagi, 2 Daerah Belum Unggah Data Penuh di Sirekap
apahabar.com

Politik

Dukungan PKS Muluskan Fauzi-Eva di Pilkada Sumenep

Politik

Berkaca Pilwali Banjarmasin, KPU Harap Partisipasi Pemilih di Pilgub Kalsel Meningkat
apahabar.com

Politik

H Yuni: Golkar Banjarmasin All Out untuk Ananda-Mushaffa
apahabar.com

Politik

Usai Kalsel, Kini Kader PAN Sumsel Ramai-ramai Dukung Jokowi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com