Jokowi Sebut Potensi Wakaf Uang Bisa Tembus Rp 188 Triliun Naik 1.000 per Gram, Segini Harga Emas Antam Hari Ini BREAKING NEWS: Belasan Warga Tanah Bumbu Diduga Terjebak Longsor di Tambang Batu Bara Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang

Usulan RUU Permusikan Ditarik, Ini Alasan Anang Hermansyah

- Apahabar.com Kamis, 7 Maret 2019 - 21:46 WIB

Usulan RUU Permusikan Ditarik, Ini Alasan Anang Hermansyah

Anang Hermansyah. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan menimbulkan polemik, terutama di ekosistem musik Tanah Air. Akhirnya usulan Badan Legislasi DPR RI itu akhirnya ditarik anggota Komisi X DPR, Anang Hermansyah.

Menurutnya suami Ashanty ini, masukan dan saran atas materi draf RUU Permusikan serta rencana musyawarah besar (Mubes) komunitas musik menjadi alasan penarikan usulan RUU tersebut.

“Saya sebagai wakil rakyat yang berasal dari ekosistem musik, wajib hukumnya menindaklanjuti aspirasi dari stakeholder. Sama halnya saat mengusulkan RUU Permusikan juga berpijak pada aspirasi dan masukan dari stakeholder. Ini proses konstitusional yang lazim dan biasa saja,” ucap Anang.

Politikus PAN itu berharap penarikan draf RUU Permusikan bisa membuat dunia musik kembali kondusif. Dia berharap ke depannya seluruh musisi bisa berembuk dengan kepala dingin.

“Persoalan yang terjadi di sektor musik di Indonesia mari kita rembuk dengan baik melalui musyawarah besar ekosistem musik di Indonesia,” tambah Anang.

Baca Juga: Rindu, Ifan Seventeen Cium Nisan Dylan

Anang berharap penyelenggaraan Mubes dapat dilakukan dalam waktu tak lama setelah pelaksanaan Pemilu 2019. “Mubes baiknya dilaksanakan setelah pemilu. Kita berembuk bersama, kita beber persoalan yang ada di sektor musik dan bagaimana jalan keluarnya,” cetus Anang.

Dikemukakan Anang, tantangan di industri musik di Indonesia dari waktu ke waktu semakin kompleks. Pikiran dan pandangan dari ekosistem musik cukup penting untuk merumuskan peta jalan atas tantangan-tantangan yang muncul.

Seperti konstruksi hukum di sektor musik kita masih 2.0, padahal saat ini eranya sudah 4.0.

Di Amerika, pada 11 Oktober 2018 lalu baru disahkan Music Modernization Act (MMA), regulasi terkait dengan hak cipta untuk rekaman audiao melalui teknologi berupa streaming digital. Bagaimana dengan kita di Indonesia? ujar Anang seperti dilansir detiknews.com.

Kaitannya dengan hal tersebut, Anang menyebutkan persoalan pajak di sektor musik yang saat ini banyak memanfaatkan medium digital seperti YouTube dan Facebook yang belum diatur.

Editor: Syarif

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Serikat Penyelenggara Haji dan Umrah Surati Jokowi
apahabar.com

Nasional

Pendaftaran Caketum BPP Hipmi Tak Diminati, Efek Pemilu?
apahabar.com

Nasional

Prabowo Temui Jokowi di Istana Merdeka, Bahas Menteri?
apahabar.com

Nasional

Cemburu, Suami Nekat Bakar Diri Bersama Anak hingga Tewas
apahabar.com

Nasional

Jubir Pemerintah: 80 Persen Kasus Positif Covid-19 Tak Bergejala
apahabar.com

Nasional

Jokowi-Prabowo Selisih 20% di Survei Konsep, TKN Makin Semangat
apahabar.com

Nasional

RSKM soal Tagihan Rp 17 Juta Korban Tsunami: Pasien Minta Layanan VIP
apahabar.com

Nasional

Sudah 20 Napi Ditangkap, 93 Masih Boron      
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com