Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam Idulfitri 1442 Hijriah, Ratusan Napi di Barabai Diganjar Remisi Salat Id, Jemaah Masjid Agung Al-Falah Tanbu Doakan Covid-19 Cepat Lenyap Khotbah Salat Id di Masjid Al-Jihad Banjarmasin: Ancaman Budaya Jahiliah & Doa untuk Palestina Longsor Maut Batu Bini HSS, Tim SAR Terpaksa Hentikan Pencarian

Warga Keluhkan Harga Elpiji di Atas HET di Banjarmasin

- Apahabar.com Rabu, 20 Maret 2019 - 14:12 WIB

Warga Keluhkan Harga Elpiji di Atas HET di Banjarmasin

Selama dua jam, Pertamina lewat PT Indowax Sumberbatuah menyalurkan 560 tabung elpiji 3 Kg di kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Selasa (19/2) siang. Foto-apahabar.com/Rizal

apahabar.com, BANJARMASIN – Warga masyarakat Kota Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Selatan rupanya masih mengeluhkan gas elpiji bersubsidi atau tabung isi 3 Kg.

“Keluhan tersebut mereka sampaikan saat saya reses belum lama ini,” kata anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Partai Demokrat, H Fikri di Banjarmasin, Rabu (20/3), tulis ANTARA.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel I/Kota Banjarmasin itu menyebut masalah gas elpiji subsidi menjadi topik hangat dalam pertemuannya dengan warga masyarakat tersebut.

Keluhan warga itu, menurut anggota Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur ini, cukup beralasan, mengingat pangkalan yang merupakan “ujung tombak” pelayanan gas elpiji bersubsidi banyak yang tidak memenuhi ketentuan.

Ia mencontohkan tidak semua droping gas elpiji bersubsidi ke pangkalan tersebut buat warga masyarakat setempat/sekitar.

Baca Juga: Pangkalan Elpiji di Banjarmasin Banyak Terima Keluhan Terkait Isi Tabung

Baca Juga: Pemilik Pangkalan Elpiji 3 Kilogram Bantah Jual di Atas HET

“Akibat ketiadaan gas elpiji bersubsidi di pangkalan, warga harus membeli di luar dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET),” katanya.

Oleh karenanya, ia berharap Pertamina lebih meningkatkan pengawasan dan penindakan yang tegas terhadap pangkalan yang nakal berspekulasi dalam masalah harga dan pemasaran.

Begitu pula pihak berwenang agar lebih meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap mereka yang ikut bermain dalam penyediaan dan penyaluran gas elpiji bersubsidi tersebut, kata Fikri.

Dari pantauan yang ada, harga gas elpiji bersubsidi di luar pangkalan cukup bervariasi, yaitu paling rendah Rp27.000/tabung, sampai Rp40.000 terutama di daerah pinggiran.

Penjualan gas elpiji bersubsidi seharga Rp28.000/tabung justru berdekatan atau berdampingan dengan pangkalan bahan bakar keperluan rumah tangga itu.

Seperti terlihat di Jalan Pemurus Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalsel yang merupakan tetangga Kota Banjarmasin, pangkalannya tutup, tetapi yang berjualan komoditas tersebut pedagang di sampingnya.

Baca Juga: Pertamina Berbagi Tips Aman Penggunaan Elpiji

Baca Juga: Pertamina Tepis Tudingan Isi Tabung Elpiji Tak Sesuai

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Anggaran Pendidikan Merosot Tiap Tahun
apahabar.com

Kalsel

Direktur RSUD Pangkalan Bun Positif Covid-19, Begini Pesannya
apahabar.com

Kalsel

5 Rumah Hangus di Pelambuan, Pemilik Pingsan
buaya

Kalsel

Predator Sungai Manunggul Meneror Lagi, 2 Korbannya Tendang Kepala Buaya
apahabar.com

Kalsel

PSBB Berakhir, THM-Bioskop di Banjarmasin Terancam Mati Suri
apahabar.com

Kalsel

Server Down Warnai Hari Pertama Smart Presensi Batola
apahabar.com

Kalsel

IPNU-IPPNU Siapkan Bibit Nahdliyin di SMK Ma’arif
apahabar.com

Kalsel

Didaulat Pimpin PDI-P Tanah Laut, Nurdin Siapkan Sejumlah Agenda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com